Kalau Rumahmu Terkena Kiriman Energi Gaib Negatif

Gambar hanya sebagai ilustrasi. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Energi Gaib yang Negatif itu bisa bermacam-macam wujudnya. Kalau di kalangan orang Jawa biasa ada yang disebut dengan disantet, diguna-guna, dituju, dipelet, digendam, diedanake, dll bentuk yang bersifat merusak, mengganggu, membuat gila, hingga yang paling parah membunuh orang dari jauh tanpa jejak.

Walaupun sudah zaman modern seperti sekarang, ilmu yang begituan yo masih ada dan eksis. Bahkan ada banyak juga “dukun” yang mengiklankan diri via sosmed di internet, termasuk harga tarifnya. Dunia memang sudah setua itu ya… Duit bisa membuat orang lupa pada ajaran kebaikan dan kebenaran.

Kisah ini saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi. Sebagai pengingat bahwa ujian hidup itu beragam macamnya. Sebagai peringatan juga agar saya lebih mendekatkan diri pada Allah. 🙏

Sudah beberapa hari pas awal Ramadan itu saya merasakan ada yang aneh dengan rumah saya. Sesuatu yang tidak biasa. Hawanya itu juga nggak enak, bawaannya bikin orang emosi dan pingin marah marah aja. Jelas bukan saya banget.

Saya ukur ukur pake SM (Soul Meter) ajaran Bunda Arsaningsih memang ada yang kirim “sesuatu” agar saya tidak tenang. Biar saya tidak bisa bekerja dan gagal dalam urusan gaweyan. Ngerti ya kalau penulis itu kerjanya kudu tenang, fokus, dan konsentrasi. Begitulah intinya.

Dalam hati saya kok ya ada orang yang begini. Padahal lho hidup saya kayaknya begitu begitu aja. Tidak ada yang istimewanya dibandingkan orang lain. Bahkan ujian hidup belum berjodoh pun, kadang berasa di hati saya sedihnya itu luar biasa.

Sebagai orang beriman, yang mempercayai semua takdir Allah itu baik; saya memilih untuk menjalani hidup saya sebaik baiknya. Tidak terlalu ambil pusing dengan omongan orang yang kalau didengarkan hanya makin menambah sedih. Tidak menambah atau memberi kontribusi kebaikan apalagi menambah duit saya 😂 Jadi biarkan saja, ada orang menggonggong; saya tetap memilih bahagia ❤

Sebenarnya kalau saya detailkan lagi dengan SM pasti akan ketemu siapa pengirimnya, kapan dikirim, dari mana dikirimkan, bentuknya apa yang dikirim, hingga siapa orang yang disuruh (dukun) untuk kirim, hingga latar belakang pelaku mengirim hal buruk itu untuk saya.

Namun menimbang daripada nanti saya “dendam” dan “tahu” untuk membalas, SM saya hentikan hanya pada mengetahui ada orang yang mengirim sesuatu yang buruk kepada saya. Saya harus fokus ke solusi masalah. Biar yang kirim itu masalah karma dan urusannya sama Tuhan aja. Begitu pikir saya.

Wujudnya apa? Sekujur badan saya gatal-gatal dengan bentol bentol merah, kepala pusing luar biasa disertai mual akut tapi nggak bisa muntah. Jelas tidak enak dan sempat mau membatalkan puasa.

Semula saya pikir ya sakit biasa. Pas hari pertama begitu, saya curiga ada ulat bulu yang masuk ke rumah dan bulunya berterbangan di seluruh ruangan. Karena kan di depan rumah ada taneman-taneman. Belum lagi seberang sungai masih hutan bambu yang lebat rimbun gitu.

Jadinya ya saya bersihkan semua sudut ruangan. Sprei kamar, taplak, sarung sarung bantal, korden dll –yang baru saja sebelum puasa sudah dicuci bersih; saya ganti dan yang kotor dicucikan lagi. Lantai pun saya pel lagi sebersihnya di semua ruangan.

Mungkin saja saya pusing mual karena ada bangkai yang tersembunyi. Ya namanya cicak kan kadang bisa aja mati nggak ketahuan di tempat tersembunyi.

Pusing mual coba saya tahan dengan sedikit beraktivitas dan mencium aroma minyak kayu putih. Hari pertama puasa itu syukur saya bisa puasa tunai sampai berbuka. Lepas maghrib saya wes klenger, keringat dingin, ditambah gatal di sekujur tubuh yang nggak kira-kira. Tapi setelah berbuka dan minum obat, saya merasa lebih enakan.

P3K saya termasuk obat anti gatal. Karena kalau kepanasan dikit aja, kulit saya bisa gatal gatal dan merah merah mengerikan. Baru kalau sudah minum obatnya, nanti ilang sendiri.

Artinya saya wes yakin kalau secara fisik mestinya tidak akan terkena lagi. Sudah bersih. Sudah minum obat. Esoknya lhah kok gitu lagi. Saya wes nggak mengganti sprei yang saya pakai. Mosok baru sehari wes diganti lagi. Toh nggak ada wujudnya ulat bulu atau sesuatu yang bikin gatal.

Tapi bingung juga lho dengan gatal dan bentol-bentol yang menyiksa. Muka saya pun kena. Gatalnya ampun. Hari ketiga pun masih kena penyakit yang sama. Saya sudah mulai merasa ada yang tidak beres. Dari situlah saya pake SM.

Setelah ketahuan itu, saya mikir lama. Nyembuhinnya gimana ini? Di meditasi harian dari Soul itu ada bebersih rumah juga. Tapi kayaknya nggak mempan; karena pagi atau malam saya pasti meditasi pake media itu. Lha masih kena gitu kok.

Manggil dukun? Ya kali kalau mau sholat dan ibadah saya nggak diterima 40 hari dan diitung syirik. Karena itu dukun pasti minta bantuan makhluk gaib, tidak minta bantuan Tuhan. Wes jelas saya pilih enggak.

Lalu saya inget inget kayaknya Bunda Arsaningsih pernah memberi meditasi online khusus untuk membersihkan rumah. Saya carilah itu di youtube. Ya, pembersihan energi rumah. Rencana mau saya pake meditasi pagi dan malam untuk bebersih rumah. Mungkin saja cocok dan membantu memberi gambaran.

Ealah baru sekali meditasi, saya wes mendengar dan melihat ada anak yang nangis kekejer sambil melarikan diri dengan membawa barang bawaannya. Karena di meditasi itu saya mohon pertolongan Allah (terhubung dengan Tuhan) untuk membersihkan rumah saya, menyingkirkan semua energi negatif dll sesuai petunjuk Bunda Arsaningsih dalam meditasi itu. Seketika itu juga semua bentol bentol, gatal, pusing mual, ambyar bablas ilang dengan sendirinya…

Lhoh berarti si anak gundul itu sudah beberapa hari ada di rumah saya. Pantesan hawa rumah nggak enak banget. Rupanya si bocah gundul itulah yang disuruh nyebarin sesuatu yang bikin saya gatal, bentol-bentol, pusing dan mual. Cuman ya wujudnya nggak tampak di mata biasa.

Dan itu bocah gundul memang disuruh di tempat saya dalam waktu cukup lama. Astagfirullah. Niat tenan yang kirim, bayar berapa banyak itu sama dukunnya. Edan. Tapi ya sudahlah.

Setelah itu, meditasinya saya ulang lagi sampai tiga kali. Biar beneran bersih rumah saya. Dan ya berasa lebih plong lega. Hawa di rumah saya berasa normal kembali. Adem sejuk seperti biasanya.

Alhamdulillah. Maturnuwun, Terimakasih Bunda Arsaningsih. Terimakasih ya Allah. Saya mohon perlindunganMu lahir batin dunia akhirat. Amiin.

Jadi temen temen yang rumahnya cukup luas, terus nggak semua ruangannya tiap hari kepake atau ada orangnya; ada baiknya bebersih rumah pake meditasi ini ya. Gratis bisa diakses bebas di youtube. Cari aja lewat googling. Kalau kamu merasa terbantu, jangan lupa berdonasi. Cek cek link dan rekeningnya juga ada di sana.

Yayasan Cahaya Cinta Kasih yang didirikan Bunda Arsaningsih dkk ini melakukan berbagai kegiatan di seluruh negeri dengan basis penyembuhan dan penguatan kesehatan mental seluruh umat. Kegiatannya lintas agama, lintas etnis, lintas budaya, lintas negara.

Beragam kegiatan bakti sosial juga sudah dan akan terus dilakukan di berbagai tempat. Tentu donasi kita semua akan sangat mendukung berbagai kegiatan mereka untuk semesta raya. Dan pastinya, setiap kebaikan kita berbalas dengan kebaikan juga. Terimakasih.

Ari Kinoysan Wulandari

Please follow and like us:

Tema Penulisan

Cahaya Cinta. Contoh tema nonfiksi sehari-hari. Buku bisa diakses di amazon.com

Saat mau menulis, kita sering berkutat dengan, “Temanya apa?”

Padahal tema ada terserak di semua tempat, bahkan di sekitar kita. Hanya mereka yang terlatih menulis yang dapat menemukan tema dengan mudah.

1. Tema merupakan dasar cerita atau pokok cerita yang paling penting dari seluruh naskah. Tema sering pula disebut ide pokok dalam suatu cerita. Tema menjadi patokan penulis untuk membangun ceritanya secara keseluruhan.

2. Tema menjadi salah satu unsur dan aspek cerita yang memberikan kekuatan dan unsur pemersatu fakta untuk mengungkapkan tentang kehidupan para tokoh-tokohnya.

3. Tema tidak dapat dipisahkan dari masalah-masalah yang dikemukakan penulis. Tema berkaitan dengan masalah, tetapi tema tidak sama dengan masalah. Tema berkaitan dengan pandangan, cara melihat sesuatu; masalah merupakan sesuatu yang harus dicarikan solusinya.

4. Tema yang paling klasik adalah tema cinta. Tema yang paling digemari adalah tema-tema unik karena menghasilkan cerita yang menarik.

5. Tema yang trend tidak harus baru, bisa saja tema klise tapi penggarapannya baru. Jadi, kemampuan dan keahlian mengolah kata menjadi dasar utama kekuatan naskah. Kemampuan tersebut dapat diperoleh dengan rajin berlatih dan rajin menulis.

6. Tema dapat kita temukan dengan mudah kalau kita kaya wawasan; banyak membaca; banyak meneliti; banyak mengamati; dll yang dapat memperluas cakrawala pemikiran kita.

7. Tema yang paling tepat bagi tiap-tiap penulis sangat berlainan. Semua tergantung minat dan orientasi penulisannya. Umumnya tema cerita terdiri dari tema cinta, persahabatan, laga, fantasy, kriminal, komedi, religi, petualangan, asimilasi budaya, kepahlawanan.

8. Tema yang kuat umumnya aktual, baru, tidak mengandung SARA, dikuasai penulisnya.

9. Setiap hari manusia berpikir dalam lebih kurang 60 ribu jenis pemikiran (tema); tapi segera terlupa kalau tidak dituliskan. Tema harus ditulis agar tidak hilang.

10. Saat mulai menulis, pilihlah tema yang paling unik, paling baru, dan paling ingin anda tuliskan. Ini merupakan energi besar untuk segera menyelesaikan tulisan.

Bagaimana? Sudah terpikir untuk tema penulisan naskah barumu?

Happy Writing, Be a Good Writer 🙂
Ari Kinoysan Wulandari

Please follow and like us:

Pilih Lingkunganmu

Gambar hanya sebagai ilustrasi. Makanan artistik. Seni kuliner.


… years ago 😍

Saya ketemu kawan ini pas dia baru mulai studi S3 Hukum di UGM. Kami beda etnis, ilmu, pekerjaan, baju, selera makan, hingga urusan piknik. Tapi UGM luar biasa “mencetak” perbedaan bisa jadi satu pola pikir kolektif yang lebih kurang “seragam”. Kemajuan. Semangat untuk terus maju dan berkembang. 😍💪

Saya yang sudah 11 an tahun berkutat mengurusi sinetron dan film; mulai familiar dengan kuliah jam piro, sesuk ada berapa matkul, dosene ganteng, dosene killer, aduh proposalku belum beres, waktunya bikin makalah, publish jurnal, sesuk ada kuis, ternyata ujiannya gampang, dll percakapan yang khas mahasiswa banget.

Ingin kuliah lagi? Nggak. Merasa sudah cukup dengan sarjana. Otak saya pun wes diracuni sinetron dan film. Nggak sanggup kalau dicecar beragam urusan ilmiah akademis.

Beberapa relasi bilang kalau sudah di tepi kolam, baiknya yo nyebur sisan. Maksudnya saya sudah berada di lingkungan kampus UGM, ngekos di rumah guru besar, kok nggak sekalian kuliah.

Ketemu guru besar Sasindo dan versi beliau kuliah S2 atau S3 itu sama gampangnya dengan studi S1. Yo wes, karena didorong sana sini, bismillah meskipun raniat niat tenan, saya yo daftar S2.

Ikut tes dan macem-macem prosedur yang teknis administrasi nya bikin mumet 🤣 Tapi Jogja itu selalu njujug saja. Selalu ada yang membantu. S2 saya lulus mulus 1 tahun 3 bulan. Cumlaude? Aaah itu sudah biasa 😄😁

Lalu, pembimbing S2 saya bilang kalau masih mau sekolah S3 ya segera saja. Karena makin lama aturan di UGM makin ketat dan selektif. Bismillah juga, saya lanjut S3. Meskipun jatuh bangun begini begitu, S3 saya juga lulus dalam 3 tahun 1 bulan. Alhamdulillah ❤

Mungkin kalau saya nggak tinggal di lingkungan kampus, saya nggak yakin akan tergerak kuliah. Pun semangat lulus cepat, nggak akan kuat kalau nggak di sekitaran saya ada banyak orang-orang yang biasa bekerja dengan cepat 💖🙏

Moral storynya, kalau kamu punya cita-cita; pilih lingkungan yang kondusif. Orang-orang yang support. Jangan sekitaran yang justru mengatakan kamu hanya mimpi 🙏

Ari Kinoysan Wulandari

Please follow and like us:

Menjaga Semangat Menulis

Gambar hanya sebagai ilustrasi. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Menjaga semangat menulis sangat penting bagi penulis. Dengan semangat yang tetap membara, menulis menjaga lebih mudah. Walaupun kadang kadang menulis tidak selalu memberikan hasil sesuai yang kita harapkan, dengan semangat yang baik, menulis menjadi lebih ringan.

Berikut ini beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk menjaga semangat menulis. Anda juga bisa menambahkan tips tips lain atau pilihan yang sesuai.

1. Memiliki sikap rendah hati.
Dalam bidang kerja apapun, rendah hati itu perlu. Mereka yang mau menerima kekurangan diri dengan baik, yang bisa melejitkan potensinya. Termasuk ketika berurusan dengan masalah penulisan.

2. Terus berusaha.
Anda tidak tahu batas-batas kemampuan Anda dalam menulis. Sukses atau tidak, jika Anda terus mendorong melampaui diri sendiri, Anda akan memperkaya hidup Anda sendiri.

3. Pertahankan pekerjaan Anda.
Organisasi, lembaga dan individu akan sering berpikir mereka tahu yang terbaik tentang pekerjaan Anda – terutama jika mereka membayar Anda. Ketika Anda benar-benar percaya keputusan mereka akan merusak pekerjaan Anda, sebaiknya angkat kaki. Bekerjalah dengan baik dan pastikan anda dihargai dengan layak. Menulis (tidak selalu mudah). Jadi pastikan anda dibayar layak untuk itu.

4. Membela diri. Cari tahu apa yang membuat Anda bahagia, termotivasi dan kreatif. Tulislah materi materi yang anda senangi dan anda kuasai.

5. Penulis itu menulis. Lakukan saja secara rutin, di manapun Anda berada. Tanpa menulis secara rutin, anda bisa bisa kehilangan semangat menulis.

6. Baca. Sebanyak yang Anda bisa. Sebagian harus diperdalam, sebagian cukup sambil lalu. Pilih pilih yang sesuai keperluan penulisan anda.

7. Jangan takut melakukan perubahan. Mungkin Anda terbiasa menulis fiksi, tak ada salahnya menulis biografi dan sebaliknya. Coba hal baru itu penting.

8. Ingat Anda suka menulis. Jika semangat menurun, kembalikan saja rasa suka Anda dan ingat bagaimana publikasi pertama yang luar biasa. Anda akan kembali semangat. Ingat ingat juga prestasi anda lainnya.

9. Perbaiki komunikasi Anda. Tidak setiap penulis pandai berbicara, tetapi dalam proses negosiasi, penawaran harga, kompromi materi, dll semuanya perlu komunikasi yang baik dan tepat.

10. Hiduplah dengan baik dan teratur. Menulis memang bisa kapan saja, tetapi hidup alami dan wajar seperti orang lainnya akan membantu Anda tetap hidup sehat bahagia dan panjang umur.

Tetap semangat dan mari kita terus menulis; demi menghasilkan tulisan yang berkualitas dan hidup yang lebih bahagia. ❤️🙏

Ari Kinoysan Wulandari

Please follow and like us:

Candi Nusantara: Candi Penampihan

Candi Penampihan. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Candi Penampihan… hem, candi ini berada di lereng gunung di Tulungagung; yang kalau kita mau ke sini, rada butuh energi ekstra. Tempatnya di daerah pegunungan naik dengan medan yang tidak terlalu mudah.

Medannya belak belok naik turun dengan jalanan yang cukup licin kalau lepas hujan. Bagi yang masih belajar atau baru bisa naik motor atau mobil, jangan nyetir sendiri ya, daripada kamu celaka dadakan malah nggak jadi piknik nanti 😀🙏

Candi ini secara administratif pemerintahan bernaung di Dusun Turi, Desa Geger, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Posisi candi berada di lereng Tenggara Gunung Wilis. Candi ini tepatnya berdiri pada ketinggian 815 meter di atas permukaan laut.

Wes, saya nggak kebayang zaman dulu piye bangunnya. Zaman sekarang aja dengan peralatan canggih masih nggak mudah membangun candi di ketinggian begini 😀🙏

Salah satu hal yang membuat Candi Penampihan begitu menarik adalah lokasinya yang strategis. Karena berada di atas bukit, lingkungan areal candi ini menawarkan pemandangan alam yang indah dan mempesona.

Dari atas candi, pengunjung dapat melihat panorama hamparan sawah dan perbukitan yang hijau serta desa-desa yang terhampar luas di bawahnya. Pokoknya capek capek mata gegara melototin laptop bisa langsung ilang dan kembali ijo matanya…. haha, pemandangannyalah yang hijau sejuk. Bukan matanya yang ijo. Ini siy orang yang mata duitan 😆

Candi Penampihan dari jarak lebih dekat. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Candi Penampihan ini secara umum merupakan sebuah struktur yang terdiri dari tiga teras atau halaman dengan dua kolam. Pada bangunan candi utama terdapat satu prasasti, di teras paling atas.

Dari prasasti inilah dapat diterangkan bahwa Candi Penampihan merupakan bangunan religi untuk pemujaan Dewa Syiwa berangka tahun 820 Saka atau 898 Masehi. Artinya candi ini sudah ada jauh sebelum masa Kerajaan Majapahit dan dapat kita akui kebesaran nenek moyang kita di masa lampau.

Bila ditilik dari angka tahunnya, maka candi ini diperkirakan dibangun semasa dengan Candi Borobudur oleh Wangsa Syailendra dari Kerajaan Medang atau era Mataram Kuno. Artinya bila masa itu yang berkuasa di Tanah Jawa adalah Dinasti Budha, keberadaan umat Hindu tetap dipelihara dan diberi kebebasan penuh untuk beribadah oleh negara. Buktinya ya dengan adanya candi dan prasasti di lereng Gunung Wilis ini.

Tokoh yang terkenal dari daerah ini adalah Dewi Kili Suci, yang disebut sebagai ahli penyembuhan yang mumpuni. Beberapa penduduk juga sering menyebut ada orang orang Jawa (penganut Kejawen) yang masih datang di hari hari tertentu dengan laku tertentu pula, untuk “ngalap berkah” ilmu Dewi Kili Suci ini. Ya, di Tanah Jawa pasti tiap bangunan kuno tidak lepas dari urusan mistik dan klenik. Bagaimanapun itu bagian dari akar sejarah budaya yang sangat lama.

Kalau kita datang ke areal candi ini, yang terlihat hanyalah lingkungan yang hijau dan sejuk. Kiri kanannya dipenuhi dengan taman-taman asri, yang membuat orang betah berlama lama di daerah ini. Pada kiri kanan struktur candi, juga dapat ditemui berbagai bangunan kuna berbentuk kura-kura yang dikelilingi naga. Sebagian lagi ada batu-batu candi dengan ornament dan relief manusia dan binatang.

Dari informasi juru kunci dan juru pelihara candi, di masa lampau konon pernah ada Arca Bima dan Arca Dwarapala. Namun kedua arca ini sekarang sudah tidak ada di areal Candi Penampihan. Entah dijarah, atau dipindahkan, atau hilang rusak ditelan waktu; tidak ada info atau keterangan yang pasti.

Sebagai bangunan untuk ibadah pemujaan terhadap Dewa Syiwa, Candi Penampihan memiliki ciri khas arsitektur candi Hindu yang umumnya ditemukan di Jawa Timur. Candi ini terdiri dari bangunan utama yang terbuat dari batu bata merah dan batu andesit.

Keistimewaan lain dari candi ini adalah adanya ornamen-ornamen yang menghiasi dinding dan relief-relief yang memperlihatkan cerita-cerita dari kitab Ramayana dan Mahabharata. Kisah epos yang menjadi rujukan dalam berbagai relief dan ornamen-ornamen religi candi-candi Hindu di Nusantara.

Keberadaan Candi Penampihan juga memberikan kita gambaran tentang perkembangan agama dan kebudayaan Hindu di Jawa Timur pada masa lampau. Arsitektur candi yang megah dan ukiran-ukiran yang sangat halus menjadi bukti akan kecanggihan teknik dan keahlian masyarakat pada masa itu dalam bidang seni bangunan.

Sayangnya, seiring dengan berjalannya waktu, Candi Penampihan mengalami kerusakan akibat alam dan ulah manusia. Untuk itu, perlu adanya perhatian khusus dari pemerintah dan masyarakat setempat untuk menjaga dan merawat candi ini agar tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Bagi para wisatawan dan pecinta sejarah, Candi Penampihan merupakan destinasi wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi. Selain dapat menikmati keindahan arsitektur klasik candi ini, pengunjung juga dapat belajar banyak mengenai sejarah dan kebudayaan Jawa Timur melalui relief-relief dan ornamen-ornamen yang ada di candi ini.

Oh iya, sebelum ke areal candi ini, kalau kamu datang berkunjung, kamu juga bisa menikmati areal kebun bunga —bermacam-macam jenis yang indah dipandang mata; serta areal kebun teh yang tidak jauh dari lokasi candi. Jadi memang daerah ini seolah-olah dipilih sebagai tempat untuk beribadah dan menenangkan pikiran.

Praktis, selain wisata candi juga bisa mengunjungi tempat-tempat wisata alam di sekitarnya. Makanan dan minuman? Mudah didapat dan enak-enak. Akses jalan sudah hampir semuanya beraspal, hanya ya naik turun belak belok, kudu hati-hati. Semoga Candi Penampihan selalu menjadi bagian penting dari warisan sejarah bangsa yang terus dijaga dan dilestarikan.

Ari Kinoysan Wulandari

Please follow and like us:

Pilihlah Sebahagiamu

Gambar hanya sebagai ilustrasi. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Bagaimana cara menyiapkan tabungan untuk hidup dua tahun? Bukankah itu jumlah yang besar dan sulit bagi PNS atau pekerja kantoran standar?

Saya tertawa. Ya kalau PNS atau pekerja kantoran standar, kayaknya nggak perlu-perlu amat begitu. Kan wes gajian rutin tiap bulan. Setahu saya, tidak pernah ada kasus PHK untuk PNS kecuali pemecatan karena tindakan melawan hukum yang sudah diputus sah dengan ketetapan pengadilan/hukum. Kalau pekerja kantoran swasta siy masih mungkin ada PHK massal. Jadi memang lebih baik bersiap-siap dengan dana darurat super urgent itu.

Mungkin bagi mereka yang sudah hidup aman dengan gajian tiap bulan; cukup atur saja persiapan dana darurat untuk hal tidak terduga. Terus besarannya berapa? Ya tergantung masing-masing. Sekurangnya aturan standar itu 3x biaya hidup bulanan. Jadi cek saja biaya hidup sebulan berapa, cukup kalikan tiga. Lebih besar lebih baik. Kalau sudah, kunci saja. Tabung di rekening non ATM atau non ibanking, m-banking dll itu biar nggak dicomot-comot. Tapi pastikan cek cek biaya bulanannya yes. Karena kalau tidak ditambah ntar menyusut dengan besarnya biaya admin dll dari bank.

Kalau freelancer, itu berbeda aturan mainnya. Situasinya tidak pasti, tidak tetap. Pekerjaan dan rezekinya pun tidak menentu. Saya pribadi mempersiapkan dana hidup non operasional juga tidak ujug-ujug banyak. Semula ya 1/2 bulan, 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, dst sampai terkunci sesuai tujuan saya. Misal 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun, dst. Dan tentu akan saya perpanjang terus, sesuai kemampuan. Lha kalau nggak begitu, siapa yang menjamin masa pensiun saat saya sudah tidak produktif bekerja?

Keberadaan dana seperti ini, tidak selalu mudah disediakan atau diusahakan. Karena kebanyakan kita, prinsipnya itu belanja dulu baru nabung. Kalau kurang malah bisa pake kartu kredit, paylater, kredit berjangka, cicilan, dll yang sebenarnya perpanjangan dari utang berbunga, sesuatu yang sering kita abaikan karena terlihat cicilannya kecil saja untuk setiap bulan. Padahal mestinya ya kita itu nabung dulu baru belanja. Yo weslah, bebas ini. Urusan masing-masing 😀🙏

Atur atur ajalah biar duit anggaranmu bisa sesuai dengan pilihan yang bikin kamu happy. Boleh nabung dikit dikit, boleh auto debet, boleh beli emas, boleh arisan, bisa reksadana, saham, coin, tanah, rumah, dll. Kalau nggak bisa nabung banyak, ya nggak usah maksa. Apalagi buat mereka yang wes dapat jaminan masa pensiun, kalem kalem bae.

Kalau bagi saya pribadi, bagian ini sangat penting. Sekurangnya ada bagian ini yang bikin saya pribadi jadi tenang, anteng, tidak menerima pekerjaan yang nggak masuk akal (baik deadline maupun fee-nya), tidak disetir orang karena tidak ada urusan utang. Mandiri secara finansial akan membuat seseorang merdeka dalam berpikir, bertindak, bekerja, dan bisa hidup dengan happy damai. Pokmen ora kemrungsung 😍

Saya sering menganggap bagian itu “tidak dingat-ingat”. Hanya untuk digunakan saat situasi beneran tidak terprediksi, seperti kasuistik pas pandemi kemarin. Kalau situasi normal ya tidak diutakatik. Juga bukan untuk dipinjam-pinjamkan😀🙏 Tenan, mbok suka berbagi gitu, saya cenderung menolak utang utang pribadi. Jadi nggak usah ngutang ke saya 😁

Nah, bagaimana dengan kamu? Setiap orang dan keluarga punya manajemen duit berbeda. Carilah model manajemen keuangan yang bikin kamu bahagia, bikin kamu nyaman. Ada banyak pilihan tabungan dan investasi. Ada banyak cara mempersiapkan diri untuk situasi darurat. Pilih-pilih yang sesuai. 🙏

Alhamdulillah, saya hidup dengan baik karena kemandirian finansial dan tidak diribeti urusan utang. Kerja pun tetap tenang. Bisa do the best atau just let it go. Karena versi saya, hidup itu untuk bahagia; bermanfaat bagi sesama dan semesta dengan cara sebaik-baiknya ❤

Ari Kinoysan Wulandari

Please follow and like us:

Tips Menulis Anti Galau

Gambar hanya sebagai ilustrasi. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Menulis memang nggak selalu gampang. Bahkan saat naskah sudah selesai pun, ada saja hal yang bikin penulis galau. Ini nggak cuman di kalangan pemula aja siy, kadang penulis profesional atau yang sudah banyak menulis pun mengalaminya.

Kegalauan itu biasanya muncul dari pertanyaan pertanyaan seperti di bawah ini.

  1. Tulisanku sudah bagus atau belum?
  2. Teori yang kugunakan sudah benar atau masih salah?
  3. Kalau menerbitkan buku ini pakai uang atau tidak?
  4. Kalau ke penerbit/PH, aku mesti ketemu siapa?
  5. Kirim naskahku ke mana ya? Cocok nggak ya mereka?
  6. Naskahku kok mirip-mirip dengan yang sudah ada di pasaran? Gimana dong?
  7. Kayaknya aku mesti berguru niy biar pede… tapi biaya nya berapa ya?
  8. Duuh, kok aku nggak bisa bikin gaya bahasa seperti penulis si A… gaya tulisanku kok buruk gini?
  9. Kenapa tulisanku nggak selesai-selesai ya? Duh sayang kelewat lomba kemarin…
  10. Kok tulisanku jadi ke mana-mana siy? Padahal aku sudah pake sinopsis lho….

Terasa relate banget dengan keseharian kita saat menulis kan? Nah, berikut ini tips anti galaunya 😀🙏

  1. Minta tolong baca teman baik atau ikutkan kelas bedah karya, biar TAHU PENDAPAT ORANG atas tulisanmu.
  2. Dalam menulis, semua teori BENAR asal tulisan BAGUS dan MENARIK.
  3. Tidak pakai uang kecuali kamu menerbitkan secara INDIE, MANDIRI, SELF PUBLISHING.
  4. Editor atau script editor inilah yang berurusan dengan lalu lintas naskah di Penerbit atau PH.
  5. Ke mana saja Penerbit atau PH yang kamu rasa cocok, alamatnya searching di google atau di buku JADI PENULIS FIKSI? GAMPANG KOK! dan JADI PENULIS SKENARIO? GAMPANG KOK! ada komplit. Sekarang jumlah mereka jauh lebih banyak daripada yang tercantum di dua buku tersebut.
  6. Banyak buku yang mirip, asal punya kamu LEBIH BAGUS orang akan tetep beli. PEDE sajalah…. kamu sudah do the best untuk tulisanmu.
  7. Pede itu dari diri sendiri, nggak mesti berguru. Tapi dengan berguru pada ahlinya, kita mencegah jatuh pada lubang yang sama. Biar orang lain saja yang pengalaman jatuh, kamu bisa memilih jalan yang lempeng.
  8. Ya jelas nggak bisa, karena kamu bukan si A. Jadilah dirimu sendiri. Cari ciri khas sendiri. Setiap penulis itu unik dan istimewa dengan gaya tulisan masing-masing.
  9. Karena kamu suka ngedit saat menulis. Jangan mengedit saat menulis. Ikuti saja program yang sudah kamu buat.
  10. Karena kamu nggak pakai sinopsis untuk menulis 😀🙏 Kalau pun sudah ada sinopsis, tapi pikiranmu nggak fokus ke sinopsis pada waktu menulis. Artinya menambah ini itu, sehingga melenceng jauh dari sinopsis awal.

Oke, semoga tips ini membantu. Happy weekend, happy writing. Tulisan yang paling baik adalah tulisan yang diselesaikan dengan jujur. ❤️

Ari Kinoysan Wulandari

Please follow and like us: