Umroh Istimewa (12): Raudhah Selalu Punya Cerita

Di pelataran Masjid Nabawi, sekitar Kubah Hijau untuk antri ke Raudhah. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Raudhah atau Raudhah Syarifah (Taman Mulia) adalah area di dalam Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi. Area ini memiliki keutamaan yang sangat besar, karena Rasulullah Muhammad SAW bersabda, “Apa yang ada di antara rumahku dan mimbarku adalah salah satu taman (Riyadh) dari taman-taman surga.”

Kalau ada tempat duduk yang selow, ya pakai saja. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Mayoritas orang yang datang ke Masjid Nabawi pasti sangat ingin masuk ke Raudhah, salah satu tempat yang mustajab untuk berdoa. Seingat saya, dulu masuk tempat ini bebas saja keluar masuk asal selow dan ya bisa masuk. Secara umum, semua umat Muslim yang berada di Masjid Nabawi berhak untuk masuk dan beribadah di Raudhah, baik laki-laki maupun perempuan, selama mereka mematuhi aturan dan jadwal yang berlaku.

Namun, karena Raudhah adalah area yang sangat kecil dan menjadi rebutan jutaan jemaah dari seluruh dunia, Pemerintah Arab Saudi dan pengelola Masjid Nabawi dari tahun ke tahun menerapkan sistem yang ketat untuk mengaturnya, terutama terkait: kuota dan jadwal khusus. Saat ini, masuk ke Raudhah (khususnya untuk shalat dan ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW) diatur menggunakan sistem janji temu (reservasi) melalui aplikasi resmi pemerintah Saudi.

Antrian kami menuju Raudhah. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Bagi jamaah umroh Indonesia yang mengikuti biro resmi, sudah ada tasreh dan biasanya satu kali kedatangan untuk umroh, jamaah juga didaftarkan satu kali untuk bisa datang beribadah di Raudhah ini. Jadwal kunjungan antara jemaah pria dan wanita dibedakan, tidak di waktu yang sama. Begitupun dengan akses pintu masuknya juga dibedakan untuk mempermudah proses dan pengawasan.

Dari tahun ke tahun syukur alhamdulillah, masuk tempat ini versi saya termasuk mudah. Apalagi pas umroh tahun ini. Sungguh, lempeng banget masuk Raudhah. Kami di antrian itu bagian belakangan, tapi entah bagaimana tahu-tahu kami bisa di barisan depan dan diberi kesempatan cukup luang waktu untuk sholat dan berdoa. Padahal biasanya setiap orang/rombongan diberi waktu terbatas (15 menit) di dalam Raudhah agar jemaah lain juga mendapatkan kesempatan.

Di dalam Raudhah usai sholat, berdoa, dan bertangisan. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Dan entah ya, meskipun sebelum ke Raudhah itu saya sudah berniat nanti mau berdoa ini itu, mendoakan sini situ, pas di Raudhah itu bisa lho tiba-tiba ambyar semua karena keburu menangis meledak, saking harunya. Masyaallah, rasanya nggak terkira bahagianya seolah-olah berhadapan dengan Rasulullah SAW.

Jadi biasanya, sebelum tangis saya makin menjadi-jadi; saya tetap mengingat doa sapu jagad, doa keselamatan dunia akhirat, doa mati yang husnul khotimah, dan doa “Ya Allah, kabulkan semua doa orang-orang yang menitipkan doanya padaku sesuai dengan kelayakan masing-masing. Amin YRA.”

Rombongan kami setelah keluar dari Raudhah. Doa saya, kembali lagi tahun depan ke tempat ini. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Dengan begitu saya tetap berdoa menyeluruh dan telah mengirimkan doa yang dititipkan orang dengan sempurna. Karena jangankan membaca satu per satu, mengingat bahwa ini masih dunia aja; kadang terabaikan. Raudhah itu energinya halus, lembut, dan damai sekali. Saya pribadi bisa merasakan ini seperti oase sejuk yang menenangkan. Damai banget dan seolah-olah membuat hati tuh langsung bahagia. Nggak ada perlu apa-apa lagi. Sampeyan harus datang sendiri ke tempat ini, untuk bisa merasakan apa yang saya ceritakan.

Salah satu hal yang bikin saya (rela berjuang) ngumpulin uang untuk ke sini (umroh dan umroh lagi) mungkin adalah perasaan happy yang sulit digambarkan. Weslah, mungkin karena Raudhah bagian dari surga, jadi (saya pikir) di surga pun kelak akan begitu. Tenang, damai, sejuk, bahagia, dan nggak perlu apa-apa lagi. Sungguh menyenangkan dan menenangkan jiwa. Wallahu’alam.

Bersambung
Ari Kinoysan Wulandari

Please follow and like us:

2 Balasan untuk “Umroh Istimewa (12): Raudhah Selalu Punya Cerita”

  1. Bagus banget mb Tulisannya , jd mengingat kembali pas kita di Roudhoh kemarin , tangis dan Doa yg bisa kita lakukan di Makam Rasulullah, Salawat dan Salam selalu kita panjatkan utk Rasulullah , semoga di berikan kesehatan, kelapangan rejeki bisa kembali kesana , Aamiin

    Dgn Dewangga Alhamdulillah masuk Roudhoh sangat mudah, Terimakasih utk Dewangga sukses selalu

Tinggalkan Balasan ke Ari Kinoysan Wulandari Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *