Umroh tahun 2017 dan 2023 saya pake Kosudgama. Umroh tahun 2024 saya pake Dewangga. Silakan cek catatan saya Wonderful Umroh (1) sd (21). Semuanya baik dan terpercaya sesuai dengan ancangan program masing-masing.
Jadi, kalau ditanya tips trik memilih biro umroh yang bisa dipercaya; itu sebenarnya sangat tergantung pada pilihan dan kemantapan hati masing-masing.
Namun ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan:
1. Cek Legalitas Biro Umroh Pastikan biro umroh memiliki izin resmi dari Kementerian Agama. Sampeyan bisa memeriksa daftar biro umroh resmi di website Kementerian Agama sesuai nomor izinnya.
2. Pelajari Rekam Jejak Biro Cari informasi tentang pengalaman biro tersebut dalam menyelenggarakan perjalanan umroh. Baca ulasan dan testimoni dari jemaah yang pernah menggunakan jasa mereka.
3. Periksa Fasilitas dan Layanan Tanyakan detail tentang fasilitas yang disediakan, seperti akomodasi, transportasi, catering, pembimbing ibadah, dll. Pastikan layanan yang dijanjikan sesuai dengan yang ditawarkan. Cek-cek juga di wesite atau medsos mereka.
4. Hindari Harga yang Terlalu Murah Waspadai biro yang menawarkan harga jauh di bawah rata-rata. Harga yang terlalu murah bisa jadi indikasi penipuan atau layanan yang kurang memadai.
5. Transparansi Biaya Pastikan biro umroh memberikan rincian biaya secara jelas dan transparan. Hindari biro yang nggak ngasih informasi detail tentang biaya tambahan yang mungkin muncul.
6. Cek Jadwal Keberangkatan Pastikan biro memiliki jadwal keberangkatan yang pasti dan jelas. Hindari biro yang nggak bisa memastikan jadwal keberangkatan. Karena kalau nggak jelas, keberangkatan sampeyan bisa diundur undur terus demi memenuhi kuota minimal.
7. Asuransi dan Perlindungan Tanyakan tentang asuransi perjalanan dan perlindungan bagi jemaah. Biro yang terpercaya biasanya menawarkan asuransi untuk melindungi jemaah selama perjalanan.
8. Lakukan Kunjungan Langsung Jika memungkinkan, kunjungi kantor biro umroh untuk melihat langsung operasional mereka dan memastikan keberadaan fisiknya. Kalau kantornya entah di mana, wes mending nggak usah pake biro itu.
9. Rekomendasi dari Orang Terdekat Minta rekomendasi dari keluarga atau teman yang pernah melakukan perjalanan umroh dan puas dengan layanan biro tertentu.
Jika masih ragu, sampeyan bisa sholat Istikharah dulu dan minta petunjuk Allah mana yang terbaik. Intinya mana yang bikin hati kita mantep. Apalagi sekarang, banyak biro umroh perang tarif dan program. Kitalah yang perlu hati-hati dan waspada.
10. Kementerian Agama atau kantor wilayah setempat bisa juga memberikan informasi lebih lanjut tentang biro umroh. Tapi ini biasanya jarang dilakukan.
Saya lebih percaya rekomendasi orang-orang dekat yang sudah pernah pake biro tersebut dan punya pengalaman baik. Paling nggak 50 persen wes aman dan pasti berangkat.
Dengan share pengalaman saya ini, sampeyan dapat lebih berhati-hati dalam memilih biro umroh yang terpercaya dan menghindari risiko penipuan.
Selamat memilih biro umroh dan semoga semuanya segera dipanggil (kembali) untuk umroh atau haji. Amin YRA.
Jam yang ikonik di Kota Mekkah. Dokumentasi Mekkah Madinah, Ari Kinoysan Wulandari.
“Mbak Ari, kalau hidup sehari-hari saja, gaji cukup untuk sebulan dan nggak ngutang itu kami sudah syukur banget, apa boleh kami punya keinginan umroh? Itu rasanya jauh banget dari jangkauan.”
Saya langsung jawab jangan takut berniat umroh!
Karena itu yang saya alami. Umroh itu seperti keajaiban yang ditentukan sendiri oleh Allah untuk hamba-hambaNya yang dipanggil ke Baitullah. Pas umroh tahun 2017 itu, jujurly saya juga nggak kepikiran untuk umroh.
Jelang 3 bulan terakhir 2016 itu keuangan saya pas down banget. Lepas kuliah S-3, saya inget betul, saldo di rekening nggak sampai sejuta; sementara belum bayar kos, biaya makan, dll hidup sebulan.
Sungguh serem bagi saya yang biasa punya saldo gendut (versi saya) lalu duit itu seperti menguap dengan cepat untuk studi S-2 dan S-3 beruntun selama 5 tahun (2011-2016). Padahal pas studi itu saya memutuskan untuk “nggak kerja”, jadi ya nggak ada pendapatan besar.
Tentu saya bisa aja “pinjam” saudara-saudara saya, dan pasti mereka nggak akan biarin saya kekurangan. Cuman untuk bilang utang bae, mulut saya itu rasanya nggak bunyi. Nggak sampai di pikiran saya untuk utang, meskipun pada saudara kandung.
Di tengah kondisi begitu, saya lewat Kosudgama (biro umroh). Ada banner besar-besar program umroh murah sekian juta. Saya njur inget Ustad di pengajian yang bilang kalau umroh haji itu panggilan; Allah tidak memanggil yang mampu, tapi memampukan yang dipanggil.
Saya nggerundel sendirian dalam hati. “Ya gimanapun tetap lebih gampang dipanggil yang punya duit. Umroh kan nggak gratis gitu. Piye siy….”
Sungguh membagongkan juga, di saat tahu nggak cukup duit gitu; saya ki yo mampir Kosudgama. Karena kantor biro umrohnya kan sebelahan selisih satu rumah gitu sama kos saya.
Nanya-nanya ini itu soal umroh. Semua dijawab runtut, jelas, mudah, dan CS-nya grapyak ramah banget. Pas saya ditanya kapan mau berangkat, saya bilang belum tahu. Pas ditanya mau pergi berapa orang, saya wes bilang 3 jamaah; saya, ibu, dan si bungsu. Beuuh, kenekaten niy saya.
CS-nya kok ya bilang mudah-mudahan segera tahu waktunya dan bisa berangkat bertiga. Sebagai kepatutan saya mengaminkan setiap doa baik.
Besoknya, saya ambil semua duit yang ada di ATM dan membagikan saja ke tukang parkir, pedagang kaki lima, tukang becak, tukang tambal ban, yang saya lewati dari ATM sampai balik ke kos saya. Lokasi ATM deket dari kos, hanya sekira 400 meteran dan sepanjang trotoar banyak pedagang kaki lima.
Mereka gembira betul. Saya merasa lebih happy melihat muka-muka cerah senang dapat duit dadakan. Padahal ya nggak seberapa, 50 rb an per orang. Eh tapi 50 rb tahun 2016 nilai daya belinya jelas lebih besar daripada tahun 2025 ya?
Kenapa saya berbagi begitu? Versi saya, sedekah itu memudahkan rezeki. Daripada saya mumet ngatur duit nggak seberapa untuk beragam keperluan yang jelas nggak cukup, biar Allah aja yang atur buat saya.
Jadi saya melakukan transaksi langsung dengan Allah. Saya masih ada stok bahan pangan lebih dari seminggu. Nggak bakal saya mati kelaparan. Tentu saya kudu cari kerjaan menulis dengan uang cepat.
Sampai kos, saya bilang, “Ya Allah uangku sudah habis. Pokoknya hidup matiku tergantung Engkau aja. Aku nggak mau pinjem-pinjem duit.”
Nggak lama, sorenya ada penulis senior nelpon. Minta saya ngecek ini itu alur cerita sinetron dan bilang wes transfer duit, karena dia butuh respon masukan cepet. Tahu jumlahnya berapa? Wes lebih dari 10x uang yang saya bagikan di siang hari. Alhamdulillah.
Disambung pula di malam yang sama, salah satu petinggi di Kementerian, minta saya beresin beberapa tulisan dan duit DP nya wes ditransfer duluan. Alhamdulillah.
Pokoknya kalau sampeyan mau rezeki lancar terus, sedekahnya yo nggak boleh nanggung. Ikhlas-ikhlasan aja. Kuat-kuatan keyakinan iman dan tawakal sama Allah.
Dan jangan coba-coba bermain kata dengan Allah. Bisa malu tenan kita.🙈🙏 Besoknya saya terima telpon dari Pegadaian Pusat Jakarta (yang semula saya kira penipuan) kalau saya menang hadiah umroh (karena saya punya rekening tabungan emas di Pegadaian).
Saya abaikan saja berhari-hari sampai saya dipanggil Pegadaian Jogja untuk datang. Dan di situ, saya baru percaya kalau niy hadiah umroh beneran. Jadi saya dapat umroh gratis?
Ya Allah malu tenan saya, ingat pernah nggerundel, “Ya gimanapun tetap lebih gampang dipanggil yang punya duit. Umroh kan nggak gratis gitu. Piye siy….”
Saya dapat duit 30 juta gratis itu dari Pegadaian; saya minta tunai saja dan duit itulah yang saya pake bayar DP umroh kami bertiga. Saya memutuskan memilih berangkat April 2017, karena ibu saya yang minta bulan itu.
Saya lupa persisnya berapa biaya umroh per orang, mungkin sekira 35 juta (ingat, Kosudgama layanan semi privat dan luxury, pokoke nyaman banget dengan jumlah jamaah hanya 20-an gitu).
Lalu biaya lainnya dari mana? Ya belum kepikiran. Tapi karena wes lulus studi S-3, saya wes bisa fokus kerja nggarap skenario dan buku-buku lagi. Bisa kerja full speed.
Nggak sampai 3 bulan, alhamdulillah saya wes punya duit lebih dari cukup, bisa untuk pelunasan dan biaya-biaya lain kruncilan umroh kami bertiga. Alhamdulillah.
Itu beneran umroh pertama saya yang bikin happy dan bikin kecanduan untuk datang lagi dan lagi. Dan saya wes gak berani bilang aneh-aneh lagi meskipun dalam hati; karena takut dijawab langsung sama Allah seperti itu.
Jadi nggak usah takut berniat umroh ataupun hal-hal lain yang versi kita besar dan sulit. Karena Allah itu Maha Segalanya. Allah memudahkan semua hal yang kita rasa sulit, kalau kita memintanya dengan sungguh-sungguh.
Yang terpenting versi saya, kalau sudah niat umroh, ya ikuti dengan tindakan riil; nanya ke biro umroh, mulai menabung sekecil apapun, banyak berbuat baik, dan banyak berdoa.
Semoga umroh dan haji menjadi ibadah yang dimudahkan Allah untuk kita semua. Amin YRA.
Buku Panduan Penulisan. Pesan buku cetak wa.me/6281380001149. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.
Bagi sebagian penulis, memiliki banyak karya itu penting. Produktivitas dengan banyak karya, bisa jadi salah satu ukuran produktif menulis. Apakah sampeyan juga ingin produktif menulis dan punya banyak tabungan naskah? Menulislah dengan sistem 30 hari 1 naskah. Ikuti tata cara berikut.
1. Beranilah menulis. Mulailah menuliskan konsep yang akan ditulis dengan detail, baik judul, sinopsis, karakter, konfliks, setting, alur, sudut pandang, ending, dll yang dirasa perlu.
2. Pikirkan IDE yang KECIL, SEDERHANA, tetapi anda SUKAI dan KUASAI. Kebanyakan kesalahan penulis adalah berusaha memikirkan ide yang besar agar tampak hebat, tapi banyak bolongnya karena materi tidak dikuasai.
3. Luangkan waktu khusus setiap hari sesuai kemampuan. Misal naskah 100 halaman dan 1 jam bisa menulis 2 lembar, maka anda perlu 1,5-2 jam setiap hari. Makin sedikit jumlah halaman yang anda hasilkan per jam, makin lama waktu yang dibutuhkan. Sesuaikan dengan kemampuan.
4. Mulailah menulis, berhentilah mengangankan atau membicarakan naskah yang akan anda tulis.
5. Mulailah dari hal yang paling anda anggap penting. Dalam penulisan, tidak ada aturan baku dalam penulisan, yang penting tulisan BAGUS dan MENARIK.
6. Jadilah DIRI SENDIRI, jangan MENJIPLAK GAYA orang lain. Jadi diri sendiri lebih menarik daripada meniru gaya orang lain.
7. SELESAIKAN sesuai TARGET dan kemudian ENDAPKAN.
8. Setelah diendapkan, lakukan EDITING PRIBADI, segala hal yang perlu diperbaiki baik dari judul, isi, ejaan, kelogisan, dll.
9. Lengkapi materi yang sudah siap dan ‘sempurna’ dengan BIODATA PENULIS. Biodata tak usah panjang-panjang, cukup nama, email, prestasi penulisan, dan contact HP bila dirasa perlu.
10. KEMAS NASKAH, berdoa, dan siaplah untuk MENAWARKAN NASKAH. Kalau sudah beres, mulailah menulis lagi dengan cara yang sama untuk bulan kedua, dst.
Cukup mudah kan ya, kelihatannya 🙂 Ya, kita hanya butuh komitmen dan konsisten yang kuat untuk bisa menerapkan dan memiliki banyak tabungan naskah.
Gimana? Sampeyan tertarik mencoba? Ikut mentoring penulisan secara privat dan atau membeli buku cetak, silakan wa.me/6281380001149
Gambar hanya sebagai ilustrasi. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.
“Mbak Ari, umroh haji itu memang panggilan Allah. Tapi usaha dasar kita karena umroh haji itu butuh biaya banyak, sekurangnya kita wajib menabung dulu. Boleh share nggak, Mbak Ari nabungnya seperti apa untuk umroh?”
Lebih kurang seperti itu yang ditanyakan ke saya. Agak repot juga menjawabnya; karena tabungan umroh versi saya itu termasuk tabungan jumlah besar dan jangka panjang. Berikut ini beberapa tips dan trik untuk mempersiapkan dana umroh versi saya:
Pertama, rencanakan kebutuhan anggaran umroh. Misalnya kita memilih kelas ekonomi, taruhlah 30 juta, persiapan dll 5 juta, uang saku dan oleh oleh 5 juta, lain-lain 5 juta, keperluan darurat 5 juta. Total 50 juta. Ini hanya misal ya, sampeyan bisa menentukan sendiri yang paling pas untuk umroh.
Estimasi biaya umroh tersebut sudah termasuk tiket pesawat, akomodasi, transportasi, visa, makanan, dan oleh-oleh.
Buatlah daftar kebutuhan yang diperlukan selama umroh dan perkirakan biayanya secara rinci.
Makin rinci, makin mudah kita bikin alokasi anggaran. Ingat pula, cenderung makin tambah tahun makin besar pula biayanya.
Kedua, kalau sudah tahu anggarannya, hitung berapa duit yang bisa kita sisihkan untuk biaya tersebut setiap bulan.
Nggak harus langsung besar. Kalau misalnya kita bisa sebulan hanya 50 rb atau 100 rb, oke mulai saja. Dan niatkan itu untuk biaya umroh. Nggak boleh diutak-atik.
Biar lebih aman, kalau versi saya buka tabungan non ATM dan khususkan untuk ini.
Ketiga, kalau kita punya tujuan besar kek gini, biasanya akan cenderung untuk cari tambahan penghasilan. Sampeyan bisa menekuni hobi dll kerjaan sampingan untuk nambahin cuan ini. Biasanya kalau ada butuhnya itu, otak kita lebih kreatif cari duit. Pastikan tabung untuk umroh.
Keempat, kurangi kebutuhan yang nggak perlu. Jajan ke resto, ngopi di kafe, belanja belinji di mall, langganan netflix dan konco konconya, member beragam, dll bisa sampeyan sisir lagi mana yang beneran perlu dan mana yang pemborosan.
Serius, ini nggak bisa langsung pangkas. Sampeyan bisa stres nanti. Sebagai contoh, kalau biasa ngopi di kafe sebulan 8-10x, coba kurangi dikit dikit misalnya jadi 5-6x dulu sampai akhirnya menghilang.
Kelima, bonus bonus, duit tak terduga (misalnya tiba-tiba ada yang balikin utangnya), ya masukin ke tabungan umroh.
Keenam, cari program cicilan umroh yang ringan. Bagi pegawai tetap gajian bulanan, ada banyak biro umroh yang menyediakan cicilan ringan dari 500rb sd 1 juta perbulan.
Kalau saya ini nggak cocok karena duitnya nggak pasti. Mo dikata 500rb, kalau lagi nggak ada pendapatan itu jumlah besar.
Ada juga program arisan umroh. Ada program nabung umroh di biro. Dll program. Cari aja yang sesuai dan memudahkan sampeyan.
Ketujuh, konsisten dan disiplin. Kalau sudah niat dan mulai nabung ya komitmen lah. Ben ndang dipanggil.
Kedelapan, untuk menghindari inflasi, ada baiknya kalau duit dalam jumlah tertentu dibelikan logam mulia. Misalnya per 1 gram, 5 gram, 10 gram, sesuai kenyamanan masing masing.
Kalau malas, bisa aja langsung buka tabungan emas. Jadi begitu nabung uang langsung dikonversi ke logam mulia.
Kesembilan, memberdayakan barang-barang di rumah. Kalau ada yang layak jual dan nggak diperlukan, jual saja. Kalau ada yang bisa disewakan, sewakan saja. Intinya tetap sedikit sedikit akhirnya bukit juga.
Sepuluh, berdoa dimudahkan, diperbanyak rezeki untuk umroh. Tentu juga jaga kesehatan dan persiapan ibadah lainnya.
Semoga membantu ya. Intinya, duit untuk umroh itu penting dan utama. Tapi yang paling utama adalah niat kita dulu. Karena kalau sudah niat, biasanya dibukakan jalannya.
Gambar hanya sebagai ilustrasi. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.
Mau Jadi Ghostwriter? Wah enak ya jadi ghoswriter, bisa nulis banyak, duitnya banyak, nggak perlu bertanggung jawab ke pembaca karena namanya “nggak muncul” di cover buku. Apa iya begitu? Mari kita lihat bersama-sama.
1. Ghostwriter adalah penulis yang menuliskan sesuatu atas nama orang lain dan nama kita tidak dicantumkan.
2. Tidak ada nama di dalam tulisan yang kita buat itu sering kali jadi masalah ketika tulisan tersebut booming.
3. Naluri untuk mengatakan itu karya saya, cenderung sangat besar untuk mereka yang belum terbiasa jadi ghostwriter.
Padahal ini sudah tercantum dalam kesepakatan ghostwriter tidak boleh menyebut dirinya menulis apa dan untuk siapa.
4. Oleh karena itu pikirkan betul ketika mau jadi ghostwriter, ikhlas, atau nggak rela kalau tulisannya diakui sebagai tulisan orang lain. Kalau tidak ikhlas jangan jadi ghostwriter.
5. Kalau bisa ikhlas baru anda boleh menjajal posisi ghostwriter 😂 Karena sudah tidak pingin nama dan tidak pingin pengakuan bahwa itu karya anda.
6. Karena peliknya urusan nama, kalau saya menyarankan pastikan saja uang yang anda terima dari klien cukup layak mengganti keikhlasan anda. Negokan dengan baik, karena begitu anda lepas anda tak berhak apapun atas naskah itu.
7. Jangan juga egois karena hilang hak cipta, anda jual jasa sangat mahal. Ntar nggak ada yang pakai jasa anda, njur stres pula. Yang penting menurut anda sesuai, ya terima saja.
8. Karenanya mau ada kerjaan ghostwriter, penulisan biografi atau tidak, saya tetap menulis. Sesibuk apapun urusan pas sekolah yang bikin so busy ya harus nulis, karena kalau kita punya naskah cadangan dan bisa terus terbit, kita bisa menaikkan posisi tawar kita.
9. Punya cukup banyak buku terbit juga membuat kita lebih tenang. Kalau royalti tak banyak bisa membantu mendagangkan buku. Hei, royalti penulis hanya 10% potong pajak 15%. Tapi jual buku sendiri, pasti anda dapat 30%.
10. Jadi ghostwriter itu cara cepat punya duit banyak dari menulis, tapi ya itu lah anda harus cukup ikhlas kalau tulisan anda diakui sebagai milik orang lain. Dan ini tidak mudah lhooo 😀
Kalau saya ikhlas saja. Nanti untuk diri sendiri ya tulis lagi karya versi saya.
Gambar hanya sebagai ilustrasi. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.
Dunia penulisan di Indonesia bergerak sangat dinamis. Semua bidang pekerjaan hampir dipastikan pernah berurusan dengan dunia tulis menulis. Sekurangnya membuat nota transaksi jual beli pun berurusan dengan tulis menulis.
Namun dalam industri kreatif, penulisan berkaitan dengan karya; cerpen, cerbung, novel, buku, sinetron, film, dokumenter, biografi, dll. Menciptakan karya tersebut, berbasis penulisan yang memiliki banyak tantangan. Mari kita lihat satu per satu.
1. Menulis itu (tidak) gampang. Lebih tidak gampang lagi pada mereka yang tidak disiplin. Segala teori penulisan menjadi sia sia kalau kita tidak menulis.
2. Ada banyak orang yang sebenarnya tidak tahu dan tidak mengerti cara menulis, tapi mereka menulis. Tidak selalu baik, tapi ada tulisan yang bisa dikoreksi untuk menjadi baik.
3. Kebiasaan harus selalu diingatkan, ditagih, diomelin, jelas bukan kebiasaan yang baik untuk seorang penulis. Anda harus melatih disiplin.
4. Tanpa disiplin, kita sulit progress dengan tulisan karena nyaris tak ada yang peduli ketika tulisan itu baru berupa embrio. Anda harus menjadikannya naskah agar bisa dijual.
5. Tantangan terberat penulis: menulis naskah pertama dan mempublish naskah pertama.
Tak peduli semahir apa anda sekolah penulisan, menulis pertama tetap tidak mudah. Butuh tekun dan disiplin.
6. Sebagus apapun tulisan pertama kita, tetep juga diover sana sini kalau di media. Bisa ditaruh dulu, dibawa dulu… Dan bisa 3-4 tahun lho berjuang untuk first publication 😭
7. Urusan teknis menulis sungguh urusan gampang. Anda bisa baca tulis, cukup sudah. Tapi menyelesaikan naskah pertama, terlalu banyak godaan. Kalau anda nggak cukup niat, seringnya naskah tak selesai.
8. Lalu berikutnya proses publikasi pertama, bisa makan hati kalau tak sabar. Dan saya sudah belajar menulis itu kesenangan. Diterbitkan atau belum, tulis saja terus. Apalagi zaman internet gini, yang anda boleh pilih suka suka medianya sebebas anda memilih rasa es krim 😂
9. Jadi yang bikin sulit menulis ya jelas diri kita sendiri. Baru nulis sedikit ributnya ampun 🙈 baru kirim naskah 6 bln sudah beriweuh di mana mana. Lha gimana to, persaingan makin ketat penulis makin banyak. Kalau lebih suka ribut daripada nulis ya anda ditinggal. Karena tak punya naskah baru untuk ditawartawarkan lagi.
10. Kisah jatuh bangun menulis saya sudah banyak saya tuliskan. Tapi kemarin saya dapat cerita penulis script yang laris manis, katanya dulu sampai tiga tahun hidup menyusu pada istrinya (dihidupi istrinya) demi bisa jadi penulis script.
Ditolak di sana sini, dicuekin produser, tidak dipedulikan. Lalu kesempatan berubah ketika ia datang di acara pralaunching film. Dia datang awal sekali, panitia saja belum semua ada.
Membantu orang di situ untuk menyiapkan kursi kursi untuk tamu. Dush, dia tidak tahu produser datang dan malah mempersilakan duduk. Lalu dia ikut membantu kegiatan. Pas acara tahulah dia siapa produser. Dan dia minta waktu 5 menit saja untuk presentasi 1 sinopsisnya. Tapi 5 menit itu jadi 1 jam dan esoknya dia dapat kontraknya dan karya hits.
Lalu semua cerita nya yang ditolak-tolak dulu menjadi diburu-buru produser. Hingga sekarang sudah hampir 30 tahunan dia menulis.
Hidup tenang dan tetap sabar tekun meskipun namanya seperti jaminan sinetron panjang.
Komitmen dan kesabaran sepertinya adalah dua makhluk langka di kalangan penulis pemula. Pinginnya nulis langsung bagus langsung hits. Lupa kalau yang bagus itu ada prosesnya. Yang hits itu pasti ada kisah berliku yang panjang untuk diceritakan.
Bagaimana, kamu masih tertarik menulis dan menghasilkan karya? Ikut kelas mentoring privat atau pesan buku panduan penulisan, wa.me/6281380001149.
Salah satu sisi atap Masjid Nabawi, Madinah. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.
Indonesia negeri muslim terbesar di dunia. Dari 300an juta penduduk (cmiiw) sekitar 80 persen itu penganut agama Islam (atau sekitar 240 juta). Jumlah yang besar dan berasal dari berbagai ras, suku, latar belakang, organisasi keagamaan, pandangan politik, kelas sosial, pendidikan, warna kulit, dll yang berbeda-beda.
Jelas nggak sama pula pemahaman dan pandangannya tentang Islam. Ada banyak kaum alim ulama, banyak kaum terdidik dengan tradisi Islam kuat (lulusan pesantren-pesantren), banyak yang hafal Quran, dan tentu banyak pula yang awam serta nanggung.
Ada pula yang ekstrem fanatiknya, hingga lupa kalau mereka itu tinggal di Indonesia dengan ragaman penduduk yang berbeda dan nggak semuanya beragama Islam.
Di Indonesia, sudah banyak kasus berlatar agama yang digoreng sana sini hingga memunculkan kekisruhan yang merugikan umat Islam.
Pernah tahu warung atau resto yang rame laris manis, langsung kukut bangkrut begitu diisukan babi atau tikus? Atau dituduh syirik karena pake penglaris dan langsung sepi nyenyet?
Pernah mendengar keributan polemik lebar tentang halal (boleh) mengucapkan selamat natal atau haram (nggak boleh, dilarang)?
Pernah mengerti kasus “diam-diaman” warga sesama muslim gegara sholat Shubuh pakai Qunut dan yang nggak pakai? Atau keributan warga tentang sholat tarawih 11 rakaat (dengan witir) atau 23 rakaat (dengan witir)?
Pernah membaca kasus di pemakaman umum desa, warga muslim menolak pemakaman warga non muslim?
Pernah mendengar kasus warga menyapu, mengepel rumahnya setelah didatangi warga lain yang non golongannya (sesama Islam)?
Pernah tahu ibu ibu yang kecelakaan kesrimpet roda motornya gegara gamis nya over klengsreh lebar terkena angin dan masuk jeruji?
Sering dengar suara suara yang bilang kerja sama atau kerja pada nonmuslim itu duitnya haram, karena mereka sebut nama-nama Tuhan selain Allah.
Sering membaca komenan di sosmed, perempuan pakai bikini/baju renang two pieces di pantai (mayoritas publik figur) malah disuruhnya pakai jilbab menutup aurat?
Sering mendengar perlakuan ekstrem, sarkas atau menghakimi sebagian muslim lain gegara masih makan minum pizza hut, mcdonald’s, fanta, sprite, coca cola, starbuck dll yang dianggap pro zionis?
Dll kasus yang mestinya nggak bikin kisruh kalau kita punya tradisi crosscheck, apa ya istilahnya dalam Islam, tabbayun? (cmiiw) dan menghormati perbedaan karena pandangan dan pemahaman setiap muslim pun berbeda-beda terhadap Islam.
Lha mbok yakin, mayoritas umat Islam Indonesia itu Islam awam, karena keturunan, dan banyak pula yang Islam KTP.
Jadi yang merasa paham-paham Islam itu kalau baiknya kan ya memberi edukasi, membimbing biar muslim lainnya lebih mengerti. Bukannya malah menghakimi atau mutungan, memblokir, memutuskan silaturahmi hanya gegara hal-hal yang sebenarnya dia pun belum tentu tahu dasar-dasar pilihan orang lain.
Saya Islam sejak lahir karena bapak ibu saya Islam. Namun saya beneran memilih Islam secara sadar dan dewasa, setelah pencarian panjang saya akan Tuhan, itu sekira saat saya mau sarjana.
Sejak itulah saya berusaha “berislam dengan benar”, meskipun jelas masih banyak banget kurangnya, bolong-bolong ilmu, nggak paham ini itu, nggak sesuai aturan di sana sini. Saya yakin, Allah lebih tahu bahwa saya berusaha jadi muslim sebaik-baiknya mengikuti tuntunan Al Quran dan Hadis dengan teladan Nabi Muhammad SAW.
Yaa Robb, ampunilah semua dosa saya dan selamatkan saya lahir batin dunia akhirat. Yaa Rasulullah, saya mohon syafaatmu kelak di hari kiamat. Allahumma sholi ‘ala Muhammad wa ‘ala ‘ali Muhammad. Amiin YRA.
Dari banyak belajar, berguru, ikut pengajian, saya sepakat dengan anjuran “mudahkan dirimu dalam beragama”.
Salah satu nasihat yang saya ingat dari almarhum Mbah Moen, lebih kurang, “Kalau nggak kuat puasa Senin Kamis (sunnah) ya nggak usah puasa. Kalau nggak kuat tahajud ya nggak usah tahajud. Kalau nggak bisa sedekah banyak ya nggak usah sedekah banyak. Kalau nggak kuat ngaji (baca Quran) lama ya nggak usah ngaji lama. Kalau nggak mampu haji, ya nggak usah haji. Salah satu cara jadi muslim yang baik itu, milikilah hati yang baik.”
Nasihat sederhana yang isinya dalam banget, tapi terasa mudah dijalankan. Kita sebagai muslim hanya diminta memiliki hati yang baik. Padahal itu kalau dibreakdown atau dijabarkan, berarti kita harus baik dalam semua bidang kehidupan dengan segala aturan dan konsekuensinya.
Atau nasihat Gus Baha, lebih kurang, “Daripada kamu sholat tahajud tiap malam, lalu berdoa, terus sekian lama nggak kabul-kabul, kemudian kamu mempertanyakan keadilan Allah; lebih baik kamu malam hari tidur nyenyak, bangun pagi segar bugar, lalu mensyukuri nikmat Allah bisa tidur nyenyak.”
Nasihat yang mengutamakan kebaikan yang mudah daripada sesuatu yang terlihat baik, tapi njur bikin nggrundel atau mengeluhkan keadilan Allah.
Hidup beragama rasanya, versi saya jadi lebih mudah, lebih ringan. Beribadah sesuai kemampuan masing-masing. Pandangan kemudahan inilah yang dulu kala hingga sekarang tetap membuat saya “jatuh cinta” pada Islam.
Islam versi saya adalah agama yang penuh rahmat dan kasih sayang. Serangkaian aturan yang dirancang Allah untuk jadi panduan hidup yang mudah diikuti oleh setiap individu, dari berbagai latar belakang.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesulitan bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 185).
Ayat ini menegaskan bahwa prinsip dasar dalam Islam adalah kemudahan (taysir) dan bukan kesulitan (ta’sir).
Mari kita lihat, beberapa kemudahan dalam Islam yang saya ingat. Kalau kemudahan ini diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan beragama, pasti membawa kedamaian dalam kehidupan sehari-hari.
Konsep Dasar Kemudahan dalam Islam
Kemudahan (taysir) adalah salah satu nilai inti dalam syariat Islam.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya agama ini mudah, dan tidaklah seseorang memberat-beratkan agama melainkan dia akan kalah (lelah). Maka bersikap luruslah, dekatilah kesempurnaan, dan bergembiralah.” (HR. Bukhari).
Penerapan kemudahan ini bukan berarti melonggarkan hukum atau mengabaikan aturan agama, tetapi menjadikannya seimbang dan relevan dengan kondisi manusia.
Prinsip ini mencakup aspek fleksibilitas dalam hukum syariat yang memungkinkan umat Islam bisa menjalankan agama dengan nyaman tanpa tekanan.
Kemudahan dalam Ibadah
Islam memberikan kemudahan dalam pelaksanaan ibadah, terutama ketika seseorang menghadapi kesulitan.
Contohnya:
Sholat: Jika seseorang tidak mampu berdiri karena sakit, mereka diperbolehkan shalat sambil duduk atau berbaring.
Rasulullah SAW bersabda: “Sholatlah sambil berdiri, jika tidak mampu maka sambil duduk, dan jika tidak mampu maka sambil berbaring.” (HR. Bukhari).
Puasa: Dalam bulan Ramadan, umat Islam yang sakit, dalam perjalanan, atau tidak mampu berpuasa karena alasan tertentu diperbolehkan untuk menggantinya di hari lain atau membayar fidyah.
Wudhu dan Tayamum: Ketika air tidak tersedia atau tidak dapat digunakan karena alasan kesehatan, Islam memperbolehkan tayamum sebagai pengganti wudhu.
Prinsip-prinsip ini menunjukkan betapa Islam memahami keterbatasan manusia dan memberikan alternatif yang praktis untuk tetap menjalankan ibadah.
Kemudahan dalam Muamalah (Interaksi Sosial)
Dalam aspek sosial, Islam mendorong keadilan, kebersamaan, dan fleksibilitas. Beberapa prinsip yang mencerminkan kemudahan dalam muamalah antara lain:
Hutang Piutang: Allah SWT berfirman:
“Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesulitan, maka berilah tangguh sampai dia memperoleh kelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 280).
Jual Beli: Islam melarang segala bentuk transaksi yang merugikan, seperti riba, gharar (ketidakjelasan), dan penipuan.
Namun, prinsip dasar dalam jual beli adalah keadilan dan kemudahan bagi kedua belah pihak.
Pernikahan: Islam menganjurkan kesederhanaan dalam pernikahan untuk memudahkan umatnya menikah.
Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik mahar adalah yang paling mudah.” (HR. Abu Dawud).
Kemudahan dalam Menyikapi Perbedaan
Islam adalah agama universal dengan umat dari berbagai latar belakang budaya, bahasa, dan tradisi.
Dalam konteks ini, Islam mengajarkan toleransi dan kemudahan dalam menyikapi perbedaan:
Ijtihad dan Fatwa: Ketika tidak ada nash (teks Al-Qur’an atau hadis) yang jelas mengenai suatu masalah, ulama melakukan ijtihad untuk memberikan solusi yang relevan dengan kondisi zaman dan tempat.
Toleransi dalam Mazhab: Umat Islam dianjurkan untuk menghormati perbedaan pendapat antar mazhab dan tidak saling mencela.
Hubungan Antaragama: Islam mengajarkan untuk hidup berdampingan dengan damai dengan pemeluk agama lain.
Allah SWT berfirman: “Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam).” (QS. Al-Baqarah: 256).
Kemudahan dalam Menghadapi Ujian Hidup
Islam juga memberikan kemudahan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan, baik yang bersifat fisik, mental, maupun spiritual.
Beberapa cara Islam membantu umatnya meliputi:
Doa dan Zikir: Islam mengajarkan umatnya untuk selalu berdoa dan berzikir sebagai cara untuk mendapatkan ketenangan hati.
Pahala atas Kesabaran: Dalam hadis disebutkan bahwa ujian yang menimpa seorang Muslim dapat menjadi penghapus dosa jika dia bersabar dan bertawakal kepada Allah.
Keringanan dalam Syariat: Contohnya, seseorang yang tidak mampu berhaji karena kondisi finansial atau fisik tidak diwajibkan untuk menunaikannya.
Kesalahpahaman tentang Kemudahan dalam Islam
Kemudahan dalam Islam kadang disalahartikan oleh sebagian orang sebagai kebebasan tanpa batas. Namun, penting untuk memahami bahwa kemudahan dalam Islam tetap berada dalam koridor syariat.
Rasulullah SAW bersabda:
“Yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya ada perkara yang syubhat (samar-samar) yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Maka barang siapa menjaga diri dari perkara syubhat, ia telah menjaga agamanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Kemudahan bukan berarti melanggar aturan atau mencari jalan pintas yang bertentangan dengan ajaran Islam.
Implementasi Kemudahan dalam Kehidupan Sehari-hari
Berikut adalah beberapa cara praktis untuk mengimplementasikan prinsip kemudahan dalam kehidupan sehari-hari:
Beribadah sesuai kemampuan: Fokus pada kualitas ibadah, bukan hanya kuantitas.
Menghormati perbedaan pendapat: Jangan memaksakan pandangan pribadi kepada orang lain.
Menghindari sikap ekstrem: Bersikap moderat dalam menjalani agama agar tetap konsisten.
Memanfaatkan teknologi: Menggunakan aplikasi atau media digital untuk memudahkan belajar agama, seperti membaca Al-Qur’an, mendengarkan kajian, atau mengikuti kelas online.
Sungguh saya mengakui, Islam adalah agama yang menawarkan kemudahan. Prinsip taysir ini adalah bukti nyata bahwa Allah SWT menciptakan syariat sebagai panduan hidup yang fleksibel dan relevan dengan kebutuhan manusia.
Dengan memahami dan mengamalkan prinsip kemudahan ini, umat Islam dapat menjalani agama dengan lebih damai, seimbang, dan bahagia.
Mari kita jadikan prinsip kemudahan dalam beragama ini sebagai inspirasi dalam kehidupan sehari-hari. Tujuannya agar kita dapat menjadi individu yang taat beragama tanpa merasa terbebani, serta mampu menghadirkan kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain.
Ada banyak perbedaan pandangan, sikap, dan pilihan orang akan aturan Islam. Kalau itu semua ternyata berbeda dengan pandangan, sikap, dan pilihan kita; menurut saya, kalau tidak mengganggu kedamaian bersama; mari kita hargai saja.
Sungguh celakalah kita kalau menganggap diri lebih baik dari orang lain. Karena itu sudah termasuk dalam sikap sombong. Dan disebutkan dalam Islam, tidak akan pernah masuk surga orang yang di hatinya ada sedikit saja sikap sombong. Wallahua’lam.