
Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.
“Apakah Kita Bisa Hidup dari Menulis?”
“Kalau menulis sebagai profesi untuk hidup, patokannya apa?”
“Berapa banyak uang yang bisa dihasilkan dari menulis dalam sebulan?”
Pertanyaan-pertanyaan itu kelihatannya mudah dijawab, tapi saya perlu waktu untuk menjawabnya. Banyak orang yang masih saja bertanya bagaimana saya survive dengan menulis, dan seringnya mereka melihat saya dolan-dolan. Yes, gaweyan saya memang dolan dan hobi menulis😍
Sejujurnya saya tidak tahu. Apakah menulis bisa dikategorikan untuk hidup atau tidak, karena standar hidup tiap orang berbeda. Saya memiliki prinsip, kalau kita sungguh-sungguh mengerjakan sesuatu, pasti ada hasil baiknya.
Tuhan memberi saya “skill” menulis, jadilah saya menulis dalam berbagai tema, mengajar tentang penulisan; dan sejauh ini, alhamdulillah baik-baik saja. Saya sekolah S2 dan S3 di UGM tidak dengan beasiswa, uangnya ya dari menulis. Saya sudah mandiri membiayai kuliah S1 dengan menulis sejak usaha ayah bangkrut. Tidak ada alasan saya tidak mandiri setelah lebih dewasa.
Ingat saja, penghasilan menulis itu serba tidak menentu. Bisa banyak sekali, banyak, sedikit, sedikit sekali atau bahkan zonk. Berhentilah bertanya berapa penghasilan saya setiap bulan. Karena ya itu tadi, bisa banyak sekali, atau sama sekali berbulan-bulan tidak ada penghasilan.
Tinggal pinter-pinter mengatur agar duit yang diterima satu kali bisa untuk satu tahun, misalnya. Atau bagaimana mengatur duit-duit “receh” agar tetap bisa survive.
Tidak mudah, apalagi kalau gaya hidup tidak terkontrol. Karena sudah terbiasa dengan ketidakpastian itu, saya menentukan sendiri standar hidup saya. Saya hidup sederhana, tidak foya-foya konsumtif impulsif; tapi saya menikmati dan mensyukuri setiap berkah hidup saya😍
Dengan begitu, saya bisa tetap kalem lempeng saja baik sedang ada duit besar atau tidak. Semua bisa diatur. Semua bisa dikendalikan kalau seluruh uang yang ada itu milik saya. Maksudnya saya tidak terlibat utang dengan pihak lain yang memberatkan atau di luar batas kemampuan.
Saya merasa beruntung karena tidak punya utang pada pihak lain. Itu berkah lho… karena banyak orang yang hidupnya glamour, tapi tiap bulan ribet dikejarkejar penagih utang😎
Bagaimana caranya biar nggak punya utang? Selain hidup sederhana, ya kalau belum mampu untuk beli sesuatu yang besar, nggak usah memaksakan diri. Apalagi hanya demi gengsi gegara teman sebelah rumahnya baru atau mobilnya baru.
Jadi, bagaimana saya harus menjawab pertanyaan tadi? Simpulkan sendiri ya. Saran saya jangan asal banting setir mau jadi penulis demi ego.
Bekerjalah baik-baik, investasi ilmu penulisan terbaik, cari mentor terbaik, alokasikan waktu untuk menulis. Kalau sudah eksis karya dan duitnya dari menulis, anda baru boleh resign dari kantor.
Dan, kalau mau belajar nulis dengan saya juga boleh lho; bisa ikut beragam jenis kelas yang sesuai. Beli buku-buku saya yo boleh. Ada 140 judul kan lumayan… hehe…
Ari Kinoysan Wulandari
