

Be Happy Be Productive

Ini adalah webinar gratis yang diselenggarakan berbagai pihak berkaitan dengan penulisan dan buku-buku 🙂 Silakan cek satu per satu, kalau kurang jelas dan ingin memperdalam dengan praktik penulisan, bisa ikut kelas-kelas berbayar: wa.me/6281380001149 🙂

Ini adalah acara internal PBSI UNY, kuliah dengan praktisi atau praktisi mengajar di kampus. Bahasannya tentang editing naskah. Karena internal, rekaman tidak dishare ke publik. 🙂

Ini adalah acara Ratnaningsih Menulis, saya jadi pembahas untuk memberikan ulasan tentang tulisan tersebut. Sabtu, 09.00 -12.00 WIB. Link youtube Kagama Channel: https://www.youtube.com/watch?v=ClcB676fMv8

Ini waktu saya memberikan kuliah Penulisan Kreatif untuk Mahasiswa Sejarah Unair, Surabaya. Hari Kamis, 21 Oktober 2021, jam 07.00 sd 08.40 WIB. Bisa diakses:Â https://www.youtube.com/watch?v=PCQZ3Jd2uJQÂ

Ini acara live IG tentang Fiksi Abadi dengan Penerbit Andi dalam acara Gramedia Online Book Fair. Jumat, 1 Oktober jam 15.00 sd 16.00 WIB.  Bisa diakses https://www.instagram.com/tv/CUevFwnlKoY/ Â

Ini Langkah Praktis Menjadi Penulis Fiksi Yang Produktif. Jumat, 17 September 2021 jam 13.00 sd 15.00 WIB. Bisa diakses https://www.youtube.com/watch?v=eTWYaspEkfEÂ Â

UGM Virtual Career Class, Rabu 4 Agustus 2021 Jam 13.00-14.00 WIB. Bisa diakses https://www.youtube.com/watch?v=JcAV7jRgEzs pada durasi 3 jam 33 menit 🙂

Menulis secara Kreatif adalah bagian penting dari penulisan yang wajib dikuasai oleh siapapun yang ingin masuk ke industri penulisan. Ini saya belum ketemu link nya. Nanti saya susulkan kalau sudah ada ya 🙂

Ini bahasan yang seksi karena banyak orang yang sebenarnya jago menulis nonfiksi, tapi ngotot pingin banget nulis fiksi. Padahal kalau wes nulis nonfiksi dan laris, nerbitin fiksi di penerbit major jadi lebih gampang. Kamis, 1 April 2021 jam 13.30 – 15.30 WIB. Link https://www.youtube.com/watch?v=EK0rQ_wEJ8Â

Link youtube: https://www.youtube.com/watch?v=p9kOgUgwhT4

Kagama Writing, Menulis Kisah Sehari-hari yang praktis dan gampang agar bisa menulis dengan produktif. Link: https://www.youtube.com/watch?v=62v0GLgsYVU

Link youtube: https://www.youtube.com/watch?v=MJpkHvbR1wQ

Ini acara untuk perkenalan CWitan, akun saya @arikinoysan. Bagian ini saya juga belum menemukan link nya. Kalau ada teman yang tahu bisa info ke saya di wa.me/6281380001149.

Mengenal Khasiat Herbal Nusantara; buku-buku herbalnya antara lain, #HerbalNusantara #HerbalBali #HerbalKalimantan #HerbalPapua #SehatCantikNatural #SehatdenganManggis #45LulurAlami #ManfaatKhasiatSehatdariDapur Link youtube: https://www.youtube.com/watch?v=KZZ-33Af1s4

Ini saya membahas “disertasi” lagi, setelah beberapa saat tidak pernah berurusan dengan karya-karya ilmiah. Link belum saya temukan. Pada waktu itu karena masih awal program FIB Seminar Linguistik sepertinya juga belum diformat untuk langsung live streaming youtube. Akan saya susulkan kalau sudah ada linknya.
Apa saja siy sebenarnya yang dinilai oleh penerbit berkaitan dengan naskah yang kita kirimkan? Uraian berikut kiranya dapat membantu.
Tim Redaksi
Pada umumnya, tim redaksi di penerbit melakukan penilaian dengan melihat hal-hal berikut.
1. Konsep yang diajukan; apakah sesuai dengan visi misi penerbitan atau tidak. Misalnya penerbit konsepnya buku-buku rohani, anda mengirim buku masakan, jelas ditolak.
2. Sistematika penyajian; harus sesuai dengan konsep yang disampaikan.
3. Bahasa; yang baik, benar, taat azas, sesuai dengan keperluan.
4. Pembahasan; apakah mendalam, cukup, atau hanya menempel di permukaan.
5. Kebaruan dan trend masalah. Ini sangat penting. Masalah kebaruan ini tidak mesti segala hal yang baru, tetapi bisa saja hal lama tetapi masih diperlukan oleh pembaca dan target market.
6. Format penulisan; apakah formatnya biasa, luar biasa, sangat menarik, dll.
7. Pesaing; adakah buku sejenis yang sudah beredar di pasaran.
8. Editorial; apakah tulisannya rapi, atau banyak sekali kesalahan-kesalahan pengetikan, ejaan, plagiat atau tidak, dll yang bersifat teknis tulisan.
9. Nama penulis; walaupun tidak ada aturan penulis lama dan penulis baru, senior dan yunior, tapi biasanya redaksi akan mendahulukan mereka yang sudah punya nama atau sudah biasa berurusan dengan redaksi.
10. Sistem kerja sama; ada beberapa penerbitan yang mulai mendahulukan penulis-penulis yang mau membiayai percetakan bukunya sendiri. Jadi, kalau anda mengikuti sistem penerbitan konvensional, sabarlah.

Tim Produksi
Jangan berpikir, naskah diterbitkan di penerbit hanya urusan redaksi. Semua tim terlibat. Termasuk tim produksi.
Tim ini biasanya melakukan penilaian dengan melihat hal-hal berikut.
1. Mudah dan bisa diproduksi dalam waktu cepat.
2. Biaya produksi terjangkau, sesuai standar penerbit.
3. Bisa dijual dengan harga bersaing.
4. Kemasan bisa cantik dan eye catching dengan budget standar.
Tim Pemasaran dan Promosi
Di beberapa penerbitan, tim pemasaran dan promosi kadang digabungkan jadi satu, tetapi ada juga yang memisahkan.
Biasanya tim ini yang “paling bawel” dan “paling ribet” soal naskah yang mau diterbitkan. Karena mereka yang berada di depan, ujung tombak penerbitan, yang setiap bulannya dikenai target penjualan, sehingga sering dianggap tim yang paling “sulit” untuk menerima naskah. Meskipun sebenarnya urusan “sulit” tersebut sangat relatif dan kembali lagi pada naskah yang kita tulis serta kita kirim ke penerbit.
Biasanya, tim ini melakukan penilaian pada:
1. Naskah tersebut layak jual.
2. Ketiadaan pesaing.
3. Formatnya harus berbeda dengan buku yang sudah ada, bila ada pesaing.
4. Harganya bersaing.
5. Penulisnya “bermutu”.

Nilai Plus untuk Penilaian Naskah
Point atau nilai plus yang bisa ditambahkan agar naskah cepat diterima dan diterbitkan:
1. Naskah yang diperlukan masyarakat luas.
2. Anda sebagai penulis menjamin naskah tersebut dipesan atau dibeli dalam jumlah besar.
3. Ada sponsorship atau kerja sama biaya cetaknya.
4. Sedang trend.
Nah, semoga ini membantu. Jadi penulis jangan bawel. Kalem-kalem saja, sabar, dan tidak usah terlalu ribut dengan naskah anda.
Sepanjang pengelolanya jelas, penerbitnya masih ada dan bisa dikontak, saya tidak pernah ambil pusing berapa lama naskah saya antri di penerbit. Karena toh pada akhirnya akan mendapat kabar juga, baik diterima atau ditolak.
Daripada ribut menunggu proses penilaian yang ngujubileh panjangnya itu, bukankah lebih baik kita menulis lagi.
Merancang buku baru, mungkin untuk penerbit lain. Kita tidak jengkel, dan justru produktif. Tahu-tahu buku kita banyak saja yang beredar 
*Jadi Penulis Fiksi
*Jadi Penulis Nonfiksi
*Jadi Penulis Skenario
*Jadi Penulis Produktif
#BukuPanduanPenulisan
.
.
Ari Kinoysan Wulandari
Kadang-kadang beliau “mencela” saya yang dianggap menulis sekedarnya;
“mencela” saya pula karena peduli duit recehan tak seberapa dari kelas-kelas
Griya Kinoysan University yang saya dirikan dan saya kelola. Kadang-kadang pula “mencela” cara dagang buku saya yang dianggapnya tidak elit.

Sebagai kepatutan karena beliau penulis senior profesional yang ngakunya dibayar puluhan juta dan jadi pembicara di mana-mana itu —saya hanya mengiyakan kehebatannya, dan tak protes dengan celaannya.
Saya tak harus mendebatnya. Saya tahu apa yang dicelanya itu tidak benar. Saya yang menghitung dengan pasti berapa uang yang dihasilkan dari pekerjaan yang dianggapnya remeh temeh.
Beliau mungkin lupa, saya ini penulis yang dididik dan dibesarkan di lingkungan universitas terbaik, lama menulis di media, lama bekerja di penerbitan solid, lama menetap di PH yang sangat industrialis kapitalis; lha kok cuma diomongbesari soal bayaran penulis dan gelar pendidikan.
Ealaaah, lha kok jebulane cuma mau ngutaaang 

*Pingin saya teriakin, Situ Waras 

.
.
Ari Kinoysan Wulandari




http://andipublisher.com/produk-1004003351-jadi-penulis-fiksi–gampang-kok-.html
Menerbitkan naskah kita di penerbit major, tentu menjadi kebahagiaan tersendiri. Namun untuk bisa menerbitkan naskah kita, rasanya kok ya tidak semudah membalik telapak tangan. Berikut ini tip dan trik yang mungkin bisa membantu, agar tulisan anda cepat menemukan penerbit yang tepat.
1. Ketahui visi misi media yang anda tuju. Anda bisa mengeceknya lewat terbitan-terbitan mereka dan juga lewat web atau media komunikasi yang mereka miliki.
2. Perhatikan aturan dan teknis publikasi. Setiap penerbit punya aturan berbeda-beda. Di penerbit A, novel mungkin 150 halaman minimal. Di penerbit B, bisa jadi menuntu 200 halaman. Ceklah aturan ini di web mereka atau tanyakan langsung pada editornya.
3. Jangan mengirim naskah yang tidak sesuai. Kalau penerbit A sudah mematok konsentrasi ke buku fiksi berbasis sejarah, ya jangan mengirimkan cerita horor kepada mereka. Pasti nggak berjodoh.
4. Pastikan naskah anda belum dikirim ke media lain. Salah satu alasannya, agar nanti kalau naskah anda diterbitkan di pihak A, anda tidak perlu menariknya dari pihak B atau sebaliknya.
5. Tanyakan pada editor, bagaimana cara yang praktis pengiriman naskah dan kapan akan dimuat. Ini untuk publikasi pemuatan naskah di media massa. Editor biasanya orang kunci yang paling tahu soal ini dan lebih mudah ditanyai, daripada kepala redaksinya —misalnya.
6. Tidak selalu naskah yang tidak dimuat itu buruk, bisa saja tidak cocok. Jangan menganggap naskahmu buruk. Apalagi kalau kamu sudah mengerjakannya dengan sungguh-sungguh, lewat mentoring pula. Saya melihat kebanyakan mereka kurang cocok dengan tulisan anda. Santai saja, masih banyak penerbit lain.
7. Memastikan bahwa tulisan tidak ada salah tanda baca atau salah ketik. Ini siy sering dianggap sepele dan tidak diperhatikan. Tapi tahu nggak siy, ada banyak tulisan bagus ditolak karena pengetikannya yang acakadut dan banyak sekali typo di sana-sini. Jadi, please periksa tulisanmu ya….
8. Bertanya pada orang orang yang sudah pernah mempublikasi di media yang sama untuk menghindari kesalahan. Ini seperti kamu belum pernah ke Jakarta lewat darat bawa mobil pribadi, terus kamu tanya pada mereka yang sudah sering ke Jakarta lewat darat dengan mobil sendiri. Pasti banyak info menarik.
9. Jangan malas membaca buku-buku terbitan dari pihak yang hendak kamu tuju. Kalau kamu mau menuju penerbit A, cek-cek, cermati terbitan mereka, baca sungguh-sungguh. Seenggaknya kamu kenal gaya mereka.
10. Jangan malas ikut acara buku. Banyak hal penting yang berkaitan dengan publikasi dishare pas acara-acara buku; bisa gathering penulis, bedah buku, book signing, workshop penulisan, dll. Siapa tahu kamu jumpa editor penerbit yang cocok dengan naskahmu.
Intinya jangan menyerah kalau naskahmu masih ditolak. Nggak perlu pake dukun siy, karena editornya nggak mempan didukunin 🙂 Tapi kalau naskahmu wes bagus, ya tinggal tunggu waktu saja untuk bertemu penerbit yang pas. Sabar lah sedikit lagi….
Salam,
Ari Kinoysan Wulandari