Manajemen Penulisan Kreatif

Cover buku Manajemen Penulisan Kreatif. Pesan buku wa.me/6281380001149.

Manajemen Penulisan Kreatif ini memuat bahasan mulai dari penulisan kreatif dan manajemennya, cara mengenal karakter diri penulis, tujuan penulisan, jenis-jenis tulisan, memulai menulis, mengatur waktu dan menetapkan deadline, memilih partner kerja yang sesuai, menyingkirkan hambatan penulisan agar naskah dapat selesai tepat waktu.

Dalam buku ini juga terdapat gambaran tentang editing naskah, tata cara publikasi, promosi atau iklan secara mandiri dari penulis, dan mengembangkan kemampuan menulis. Tidak hanya itu, terdapat juga menghitung tarif jasa penulisan yang sesuai, membuat kontrak penulisan, mengatur keuangan, perlu atau tidaknya manajer penulis, dan mengenal karakter klien.

Tawaran kerjasama kepada penulis, baik sebagai penulis pendamping, ghostwriter, atau editor freelance — dapat anda pertimbangkan yang paling sesuai.

Sebaik-baik penulis berkarya, selalu saja ada kritik dan haters. Buku ini memberikan tips praktis menghadapi kritik dan kebencian tidak berdasar. Selain itu, yang terpenting adalah langkah praktis menggunakan manajemen penulis kreatif, program penulisan naskah satu tahun dan penggunaannya untuk penulisan naskah fiksi maupun nonfiksi.

Siapapun dapat menggunakan program penulisan tersebut dengan mudah, terutama bagi anda yang ingin menulis naskah buku solo atau dengan nama anda pribadi.
Pesan buku wa.me/6281380001149

Ari Kinoysan Wulandari

#ariwulandari #arikinoysanwulandari #manajemen #penulisan #kreatif

Please follow and like us:

Modal Dasar Jadi Penulis

Gambar hanya sebagai ilustrasi. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Pada dasarnya pekerjaan penulis tidak berbeda jauh dari pekerjaan-pekerjaan lainnya. Untuk melakukannya diperlukan modal awal sebagai penulis. Berikut ini 10 modal yang harus dimiliki seseorang agar dapat menjadi penulis:

1. NIAT
Dalam bidang apapun niat itu sangat penting. Termasuk untuk menjadi penulis. Niat yang kuat itulah yang menjadi motivasi penting bagi seseorang untuk sukses. Biar kita memiliki niat yang kuat untuk menulis, kita harus mempunya tujuan yang jelas. Apakah tujuan kita menulis: apakah berbagi ilmu dan pengalaman, apakah tujuan finansial, apakah menjalani profesi dan berkarir, dll. Ketahuilah motivasi itu agar niat kita untuk menulis selalu kuat.

2. MINDSET SUKSES
Banyak penulis yang sukses dan survive karena mindset sukses yang dibangunnya. Ia yakin dan percaya diri bahwa ia bisa menulis dengan baik, banyak, dan diminati oleh berbagai pihak yang memerlukan jasa penulisannya. Penulis bisa mengirimkan karyanya tidak hanya ke media. Tapi ke berbagai pihak yang memerlukan, perusahaan swasta, perseorangan, bumn, dll.

3. SIAP DITOLAK
Banyak penulis baru yang hanya siap naskahnya diterima. Padahal, realitanya ada banyak penerbit dan media yang sukarela menolak naskah-naskah penulis baru. Jadi, siapkan diri dan siapkan mental lebih banyak. Naskah ditolak itu biasa kok. Sekarang saja, saya masih sering menghadapi penolakan (timing yang tidak pas, visi misi penerbit tidak cocok, urusan produksi yang sulit, dll). Jadi, santai saja. Ditolak bukan berarti naskah kita buruk, bisa jadi belum bertemu jodohnya yang pas saja

4. SEMANGAT JUANG
Menulis itu bukan pekerjaan santai-santai yang mudah. Bahkan, menurut saya ini pekerjaan luar biasa keras. Karena kita harus mengoptimalkan pemikiran dan fisik kita untuk bisa menulis dengan baik.

Secara pribadi, kalau disuruh memilih antara berdagang dan menulis di waktu yang sama untuk tujuan finansial, maka saya akan memilih berdagang. Dagang lebih mudah dan praktis.

Sementara menulis, proses penulisan naskah pun sangat panjang dan melelahkan. Belum lagi kalau menunggu terbit dan hasilnya. Jadi, hanya orang-orang yang memiliki semangat juang kuat yang bisa jadi penulis.

5. DAYA IMAJINASI
Sebetulnya urusan punya daya imajinasi ini tidak hanya pekerjaan penulis, tapi hampir semua pekerjaan memerlukan daya imajinasi. Namun penulis, terutama penulis fiksi identik dengan daya imajinasi.

Karena ia harus membangun tulisan dengan imajinasinya sehingga kisah menjadi dramatis, komedis, taktis, dan tetap menyenangkan banyak pihak. Daya imajinasi bisa dilatih dengan banyak membaca, banyak menonton.

6. INOVATIF
Rasanya, tiap karya baru yang dihasilkan penulis harus inovatif sehingga terus diminati. Penulis yang statis, menuliskan hal yang sama berulang-ulang, lama-lama akan ditinggalkan pembacanya. Jadi, berkarya harus inovatif dan penuh perubahan sehingga selalu menyajikan hal-hal yang baru.

7. GEMAR MEMBACA
Jelas, gemar membaca adalah modal utama bagi setiap penulis. Karena ini modal utama selain menulis. Membaca dan menulis harus dilakukan setiap hari agar penulis memiliki pemikiran yang bernas dan update. Perbaiki kemampuan membaca agar kita bisa lebih banyak menyerap ilmu dari luar.

8. KEMAMPUAN INTELEKTUAL DAN AKTUAL
Penulis sangat dituntut untuk memiliki kemampuan intelektual dan aktual yang besar. Dengan kemampuan intelektualnya, ia bisa menganalisis setiap kejadian dengan baik dan dilakukan dengan berbagai sudut pandang.

Sedangkan kemampuan aktual adalah tuntutan lain karena penulis dituntut untuk selalu mengikuti perkembangan zaman. Perubahan yang terjadi setiap detik harus diikutinya agar bisa menulis karya yang up to date.

Tanpa kedua hal ini, rasanya sulit untuk bisa menulis dengan baik dan diminati banyak pihak. Kemampuan ini berkaitan dengan wawasan ilmu pegetahuan, logika, daya nalar, dan visi penulisannya. Artinya, seseorang yang bisa menulis berdasarkan fakta yang ada di lapangan, bisa dibuktikan kebenarannya, tidak asal menulis dan bisa memberikan solusi bagi pemecahan masalah yang sedang dibahas.

9. KEMAMPUAN TEKNIS
Kemampuan teknis ini berkaitan dengan tata kerja penulisan. Selain itu juga harus mampu menulis dengan komputer dan mampu mengoperasikan internet.

Intinya, kemampuan teknis ini adalah segala hal teknis baik penulisan maupun pengerjaan naskah dengan baik sehingga dapat diterima oleh pihak yang berkepentingan.

10. MUDAH BEKERJA SAMA
Dengan perkembangan dunia seperti sekarang ini, hampir semua lini pekerjaan memerlukan jasa penulisan, maka tuntutan untuk menjadi pribadi yang mudah diajak kerja sama menjadi keharusan.

Banyak penulis yang karyanya luar biasa bagus, tapi karena sulitnya diajak kerja sama (entah karena masalah deadline, fee, sistem kerja, dll) menjadi tidak eksis dan tidak dikenali sebagai penulis. Jadi, siapkan diri untuk lentur dan fleksibel saja dalam kerja sama.


Ada pepatah sederhana dalam bahasa Jawa yang ada baiknya diikuti, tuna satak bathi sanak; yang artinya biarlah untung sedikit asal bertambah saudara. Yach, mungkin tidak terlalu baik untuk industri kapitalis, tapi bisa kita ikuti. Karena dengan bertambah saudara di masa depan bertambah pula jalan silaturahmi dan jalan rezeki kita.

Itulah 10 modal pokok yang harus dimiliki oleh penulis. Setiap orang pada dasarnya memiliki modal tersebut untuk menjadi penulis.

Semuanya kembali pada niat dan kesungguhannya masing-masing. Tiap orang dapat mengolahnya sebaik mungkin sehingga dari hari ke hari kemampuannya semakin meningkat.

Ari Kinoysan Wulandari

#ariwulandari #arikinoysanwulandari #arikinoysantips #kinoysanstory

Please follow and like us:

Menulis Praktis Secara Efektif dan Efisien

Gambar hanya sebagai ilustrasi. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Ketika ditanya bagaimana menulis secara efektif dan efisien, perlu waktu bagi saya untuk menjawab. Saya “merasa” tidak efektif dan tidak efisien dalam menulis.

Sering kali saya menulis apa yang menurut feeling “harus ditulis”. Saya bukan drafter (yang membuat draft untuk tulisan); kalaupun ada hanyalah gambaran umum —-karenanya saya tidak tahu bagaimana menyelesaikan tulisan; alhamdulillah kok ya banyak yang diselesaikan. Semua seperti berjalan begitu saja dari awal sampai akhir.

Setiap penulis punya cara yang jitu untuk menyelesaikan tulisan secara efektif dan efisien. Oke, anda jangan meniru saya. Pasti tidak efektif dan tidak efisien untuk menulis; kecuali otak, hati, dan nyawa anda sudah terintegrasi dengan “menulis sebagai bagian hidup”.

Ini tips rahasia guru saya, mungkin bisa anda ikuti untuk menulis praktis secara efektif dan efisien.

1. Tulislah yang menarik minat anda.
Saat membaca, tandai bagian-bagian yang penting dan menarik. Potong saja bagian penting dari koran untuk disimpan dan dibaca ulang. Minat ini bisa berbeda dari orang kebanyakan. Karenanya, menulis itu pekerjaan “sunyi”, jadi siap-siaplah “sendirian” saat menulis.

2. Menulis setiap hari secara teratur. Seberapapun anda menganggap buruk tulisan, rutinlah menulis. Jangan membuang “karya gagal”, mungkin setelah direvisi jadi “bestseller”. Buat catatan/dokumentasi setiap tempat yang anda kunjungi untuk membantu membuat detail tulisan.


3. Tentukan tema dan buat outline sebelum menulis. Keberadaan tema ini akan memgerucutkan pilihan materi penulisan, sehingga anda bisa memilih mana saja yang sesuai dan mendelete yang tidak sesuai.


4. Bikin deadline pribadi. Ini penting. Biasanya deadline membuat orang lebih cepat menyelesaikan tulisan. Tulisan yang tidak selesai biasanya tidak ada deadlinenya.


5. Jangan takut menulis “buruk” karena itu proses menulis “baik”. Hayaaa, saya yo kadang masih menulis buruk, sebelum diedit, diperbaiki. Santai saja. Baik itu kadang dari buruk dulu.

Nah, mau anda ikuti atau tidak, semuanya terserah anda. Menulis adalah gaya dan cara pribadi. Bila ada sejuta penulis, maka pasti ada juga sejuta gaya dan cara menulis. Jangan takut berbeda.

Mau menulis dari mana atau seperti apa, yang penting anda menyelesaikan tulisan dan bisa diterima publik. Begitu sederhana dan mudah.

Happy Writing, Be A Good Writer ❤️
*Jadi Penulis Fiksi? Gampang Kok!
*Jadi Penulis Skenario? Gampang Kok!
*Jadi Penulis Produktif? Gampang Kok! *Jadi Penulis Nonfiksi? Gampang Kok! *Prinsip-prinsip Dasar Penyuntingan Naskah *Manajemen Penulisan Kreatif

Pesan buku-buku penulisan versi cetak dan bertandatangan wa.me/6281380001149

Follow my IG and Twitter @arikinoysan

Ari Kinoysan Wulandari

#ariwulandari #arikinoysanwulandari #arikinoysantips #kinoysanstory

Please follow and like us:

Tips Menjadi Penulis Produktif

Jadi Penulis Produktif? Gampang Kok! —pesan buku wa.me/6281380001149.

Kalau anda memutuskan untuk menjadi penulis buku, maka tidak ada solusi lain kecuali anda harus produktif menulis. Lalu, apa tips-tipsnya jadi penulis produktif?

Pertama, harus punya bank ide penulisan yang banyak dan luas. Setiap hari banyak ide berseliweran di sekitar kita. Catat, rekam, simpan, analisis, pertimbangkan, dan gunakan.

Kedua, harus punya jaringan dan hubungan yang solid dengan penerbit dan pihak-pihak yang terkait dengan industry buku.

Ketiga, miliki manajemen waktu. Menepati janji dan deadline bagi penulis adalah keharusan.

Keempat, miliki partner yang bisa diandalkan dalam menulis: asisten, team work yang solid.

Kelima, jaga kesehatan. Pola makan, istirahat, refreshing, dokter pribadi, cek kesehatan, dll.

Keenam, berpikir terbuka dan menerima masukan dari berbagai pihak; pembaca, penerbit, distributor, promosi, dan partner-partner di lingkungan perbukuan.

Ketujuh, promosi pribadi. Inti dari semua industry adalah penjualan. Dengan membantu promosi, penjualan akan terus terjaga dalam kondisi baik. Napas buku dan penulis akan lebih panjang.

Kedelapan, terus belajar dan memperbarui kemampuan menulis. Update setiap pengetahuan: baca, ikut workshop, belajar independen, sharing dengan para pakar, dll.

Kesembilan, miliki kepribadian yang baik secara umum. Ramah, friendly, smart, jujur, sopan santun, sederhana, rapi, dll. Jadilah penulis yang baik dan menyenangkan.

Kesepuluh, libatkan kekuatan religious sesuai agama anda masing-masing. Doa, sabar, syukur, tulus, ikhlas.

Ari Kinoysan Wulandari

#ariwulandari #arikinoysanwulandari #penulis #produktif #smart #arikinoysantips

Please follow and like us:

Masalah dan Solusi Writer’s Block

Gambar hanya sebagai ilustrasi. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Mengapa Saya Sering Terkena Writer’s Block?

Masalah lain yang sering terjadi pada penulis adalah writer’s block atau macet saat menulis. Ini bukan problem pemula saja, yang sudah profesional dan ahli pun sering terkena macet saat menulis. Berikut ini beberapa sebab writer’s block dan solusinya.

1. Tidak senang pada yang ditulisnya.
Solusi: tulislah yang anda senangi, kalau anda harus cari uang dari menulis yang tidak anda senangi, cobalah kompromi dan gali info lebih dalam.

2. Hambatan psikologis.
Solusi: penulis profesional pun sering mengalami hambatan psikologis, terutama kalau habis “bersengketa” dengan produser, manajer, editor, scripteditor, klien, dll. Yang terbaik, duduk bersama pihak yang bermasalah dan menyelesaikan urusan dengan sejelas-jelasnya.

3. Gangguan Sekitaran.
Solusi: gangguan menulis bisa bermacam-macam; internet, komunikasi, teve-music, orang tersayang, hobi, dll. yang membuat anda tergoda untuk berhenti menulis. Sementara waktu, singkirkan atau jauhi itu semua dan menulislah dengan fokus.

4. Kehilangan sikap antusias.
Solusi: cobalah break dari pekerjaan menulis sejenak, olahraga, menekuni hobi, dll. agar kembali semangat dan antusias dalam menulis.

5. Rasa takut.
Solusi: sadarilah, anda bukan JK Rowling, bukan John Grisham, anda adalah anda dengan segala kelebihan dan keunikan anda dalam menulis.

6. Tidak ada mood.
Solusi: berhenti memikirkan mood, buatlah outline dan menulislah secara fokus.

7. Meniru teknik orang lain.
Solusi: cari tahu teknik menulis yang paling nyaman versi anda, lalu setialah dan tidak usah mengikuti gaya penulisan orang lain.

8. Tidak ada ide.
Solusi: mengembangkan kehidupan intelektual dan emosional dengan membuka diri terus-menerus untuk ide-ide baru dan terus belajar. Hayaaa, sekarang ada banyak AI yang bisa kita gunakan untuk membantu memantik ide dan imajinasi.

9. Data tidak valid.
Solusi: miliki data yang akurat dengan penelitian terencana agar fiksi anda valid. Gunakan berbagai aplikasi atau piranti pendukung yang membantu. Ini akan mengurangi kesalahan dari masalah data tidak valid.

10. Merasa tidak tahu harus menulis apa.
Solusi: putuskan saja untuk tetap menulis, menulis apa saja dan jalan akan terbuka. Sekarang ini dengan bantuan AI pun bisa membantu menulis. Menulis pun jadi lebih mudah.

Semoga uraian ini membantu mengatasi writer’s block anda. Setiap penulis punya cara yang berbeda. Jadi, coba cari tahu masalah anda dan temukan solusinya untuk anda gunakan secara konsisten.

Ari Kinoysan Wulandari

#ariwulandari #arikinoysanwulandari #arikinoysantips #menulis #writersblock

Please follow and like us:

Literasi Digital versi Ibu-ibu Pedagang Online

Tulisan ini dimuat di penabicara.com hari Kamis, 28 April 2022 dengan link berikut

https://www.penabicara.com/ruang-ngopi/pr-2063317051/literasi-digital-versi-ibu-ibu-pedagang-online?fbclid=IwAR2c-sOIDgDZaVL0A_anicOk7uq9uwr2Tql2rV47dIw8SlkM1UcRlxonn_I

Sejak Pemerintah merilis pengumuman pandemi awal Maret 2020 yang lalu, kita sudah menjalani masa pandemi selama tiga tahun berjalan. Adanya kebijakan untuk melakukan segala sesuatu dari rumah; baik kerja, sekolah, kuliah, dll aktivitas —secara tidak langsung telah mengubah perilaku bangsa Indonesia secara umum. Kalau sebelumnya semua hal harus offline atau dilakukan dengan tatap muka, semenjak pandemi semua menjadi “harus bisa online atau dilakukan dengan cara tidak langsung.

Pandemi telah menjadikan sosial media (sosmed) kita mengalami perubahan fungsi yang sangat drastis. Sebelumnya, sosmed memang sudah tidak dapat dilepaskan dari kehidupan kita sehari-hari. Seluruh warga Indonesia, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, orang tua, lelaki atau perempuan; semua menggunakan sosmed. Akibatnya kebutuhan alat pendukung penggunaan sosmed pun meningkat. Mulai dari HP terintegrasi sosmed, laptop, tablet, kuota internet, server yang baik, hingga urusan sinyal yang memadai. Sosmed dalam beragam bentuk, mulai dari Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, Tiktok, dll platform digital yang bisa diakses secara bebas, telah menyihir kehidupan warga negeri +62 secara umum.

Pandemi dengan kewajiban beraktivitas dari rumah, telah menjadikan orang-orang yang semula tidak pernah mengulik internet, sekarang pun mulai menilikinya. Mereka ingin turut serta numpang eksis agar tidak ketinggalan zaman. Di Indonesia, sosmed yang semula menjadi ruang saling sapa telah berubah peran menjadi beragam fungsi —dari yang bersifat nonkomersial menjadi komersial.

Sekurangnya, saya melihat bahwa sosmed di Indonesia memiliki lima fungsi, yaitu (1) sekedar bersapa hai dengan kawan dan kerabat —biasanya postingannya kalem dan tidak terlalu banyak frekuensi kemunculannya, (2) memajang karya kreatif —umumnya isinya berupa karya-karya yang dihasilkan, tidak selalu ada proses jual beli, tetapi lebih sering sebagai iklan versi halus, (3) untuk berdagang —bagi mereka yang menggunakan sosmed sebagai sarana berdagang (bukan marketplace), mereka secara sadar memposting dagangan termasuk interaksi dan tata cara transaksi jual belinya, (4) bersosmed hanya untuk ikut-ikutan —ini biasanya punya banyak akun sosmed, tapi nyaris semuanya tidak terurus, (5) hal lain-lain —ini bisa sebaran hoax, informasi dengan tema-tema tertentu, provokasi, dll.

Sosmed di Indonesia tidak dikontrol oleh pemerintah. Negara tidak mengurusi postingan apapun di sosmed. Setiap pengguna sosmed bebas posting apa saja, kapan saja, dari mana saja, di mana saja, modelnya seperti apa, dan untuk kepentingan apa. Namun pada beberapa kasus yang sangat krusial dan mengganggu, seperti fitnahan, pencemaran nama baik, adu domba, ujaran kebencian atau hate speech —dalam beberapa kasus sudah melalui proses jalur hukum.

Artinya, kebebasan bersosmed itu bukanlah kebebasan yang bablas sebebasnya tanpa aturan. Sebagai pengguna sosmed, sebebas apapun postingan anda, sebaiknya tidak menyalahi aturan umum yang berlaku. Tentu saja kalau anda tidak ingin terjerat kasus-kasus yang tidak menyenangkan gegara postingan di sosmed.

Salah satu fungsi medsos yang sangat menarik perhatian saya, adalah penggunaan medsos bukan marketplace untuk jual beli. Produk dagangannya dapat dikatakan hampir semua produk kebutuhan hidup. Mulai dari yang remeh-temeh semacam minyak gosok hingga barang bernilai milyaran seperti rumah dan mobil mewah. Pelakunya pun beragam, dari remaja sampai orang tua, bisa lelaki atau perempuan.

Berdasarkan pengamatan saya sebagai pengguna sosmed —pelaku pedagang online mayoritas adalah perempuan, terutama ibu-ibu. Secara prinsip ibu-ibu ini memiliki aktivitas lain, tetapi juga menggunakan sosmed untuk berdagang atau berjualan.

Saya pribadi sebagai penulis yang memanfaatkan sosmed untuk berbagai hal yang berkaitan —seperti memposting karya-karya terbaru, berbagi tips penulisan, informasi webinar dan kelas-kelas penulisan, bahasan buku dan film, jual beli buku, kadang-kadang juga curhat atau tanggapan terhadap suatu hal; saya tahu ada banyak perempuan lain yang memanfaatkan sosmed untuk sarana seperti ini. Sosmed seolah menggambarkan kegiatan atau aktivitas sehari-hari para penggunanya.

Dalam pandangan manajemen, hal yang beraneka macam seperti yang saya lakukan dan ratusan ribu atau mungkin jutaan ibu-ibu pengguna sosmed di Indonesia bisa jadi kurang pas, tidak benar, tidak sesuai, dan tidak menghasilkan keuntungan maksimal. Namun benarkah demikian? Apakah ini menjadi suatu yang salah dalam penggunaan sosmed?

Jawabannya jelas tidak. Ini bukan sesuatu yang salah. Pandemi telah mengubah potret ibu-ibu ini menjadi lebih berdaya. Mereka yang suaminya atau bahkan dirinya sendiri terkena dampak PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) selama pandemi, telah mengubah wajahnya menjadi perempuan-perempuan tangguh Indonesia. Mereka memberdayakan kemampuan atau keterampilannya menghasilkan produk, lalu berjualan di sosmed.

Dari sana, mereka mendapatkan penghasilan demi mempertahankan keberlangsungan hidup dirinya dan keluarganya. Apakah berhasil? Secara umum saya akan mengatakan berhasil. Karena semenjak pandemi, kalaupun banyak korban meninggal akabat virus C-19 —nyaris tidak terdengar korban meninggal karena kelaparan. Artinya, baik secara individu atau kolektif, masyarakat Indonesia tidak pada kondisi rawan ekonomi.

Hal ini justru mengingatkan kita akan adanya suatu potensi yang luar biasa dari perempuan —terutama ibu-ibu pedagang online yang membuka ruang baru dalam dunia literasi digital. Keinginan mereka untuk memperkenalkan produk dan menjualnya sebanyak mungkin, telah membuat mereka ini sekurangnya mau belajar beberapa hal mendasar sebelum mem-posting produk mereka di sosmed.

Keterampilan dasar yang harus dikuasai seorang ibu-ibu pedagang online, adalah prinsip-prinsip copywriting atau bahasa gampangnya adalah bahasa iklan. Ya, copywriting adalah teknik praktis mengiklankan suatu produk, sehingga menarik perhatian calon pembeli untuk menggunakan dan membelinya. Dengan demikian, tujuan ibu-ibu pedagang online mem-posting dagangan di sosmed dapat berakhir pada closing atau penjualan. Inilah yang akan menambah omzet dan penghasilannya.

Teori dan teknik copywriting sangat beragam dan komplek. Keterampilan dasar copywriting meliputi sekurangnya sepuluh aspek penting, yaitu (1) identifikasi produk dengan detail, (2) membuat foto produk yang menarik, (3) menentukan sasaran atau target pasar, (4) membuat caption atau headline postingan, (5) cara menawarkan, (6) penggunaan storytelling, (7) closing atau mendapatkan penjualan, (8) menjawab komentar dengan baik dan cepat, (9) memperhatikan kompetitor, dan (10) monev atau monitoring dan evaluasi.

Pertama, identifikasi produk. Yach, ibu-ibu pedagang online di sosmed kudu sadar, produk yang dijual itu apa. Mereka perlu menjelaskan, mendeskripsikan produknya sebaik mungkin, sedetail mungkin dengan prinsip 5W + 1H (what, who, when, where, why, dan how) yang berarti penjelasan dari apa produk tersebut, siapa penggunanya, kapan bisa digunakan, di mana tempat penggunaannya, mengapa perlu menggunakan produk tersebut, dan bagaimana cara menggunakan. Termasuk menerangkan harga dan cara transaksinya. Identifikasi produk ini akan memberikan informasi yang detail bagi calon pelanggannya.

Kedua, membuat foto produk yang menarik. Tidak dapat dipungkiri bahwa gambar produk yang menarik, akan mendorong calon pembeli untuk mengklik postingan kita. Jadi ibu-ibu pedagang online di sosmed kudu belajar prinsip dasar teknik fotografi yang baik. Ketiga, menentukan sasaran atau target pasar. Yach ini penting. Dengan mengenali target pasar yang tepat, ibu-ibu pedagang online bisa memilih foto dan gaya bahasa yang tepat, sehingga pas di hati audiensnya.

Keempat, membuat caption atau headline postingan. Ini semacam judul yang kudu menarik perhatian, menimbulkan rasa penasaran, sehingga calon pembeli mampir ke postingan kita dan membeli produk. Berikutnya yang kelima, cara menawarkan. Tidak pernah ada aturan baku dalam menawarkan produk di sosmed. Ada banyak ibu yang menggunakan teknik atau gaya iklan pribadinya untuk menggaet pembeli. Ibu-ibu pedagang online kudu menemukan teknik yang pas untuk dirinya sendiri. Tidak bisa copypaste dari orang lain.

Selanjutnya yang keenam, penggunaan storytelling. Teknik bercerita untuk berdagang sudah jamak dilakukan. Dengan cerita, orang atau calon pembeli lebih mudah menerima dan mengidentifikasi produk tersebut cocok atau tidak untuk dirinya. Terlebih kalau ceritanya berdasarkan kisah nyata penggunaan dan manfaat produk, biasanya perhatian audiens cukup besar. Yang ketujuh, closing atau mendapatkan penjualan. Tujuan utama dari copywriting adalah penjualan. Emak-emak pedagang online kudu memperhatikan cara closing, sehingga orang mau membeli, membayar produk kita, demi meningkatkan omzet penjualan.

Berikutnya yang kedelapan, menjawab komentar dengan baik dan cepat. Karena format iklannya di sosmed yang bersifat pribadi bukan marketplace, ibu-ibu pedagang online kudu cepat tangkas merespon komentar. Terlebih bila komentar tersebut berkaitan dengan produk yang dijual. Komentar dan respon yang baik sering membuka penjualan yang besar.

Kesembilan, memperhatikan kompetitor. Berdagang pasti tidak lepas dari persaingan. Ada baiknya para ibu pedagang online tidak membabi buta. Perhatikan kompetitor, tapi jangan merusuh. Jangan merusak pasaran orang dengan komentar agar orang membeli produk kita (yang setipe tetapi harganya lebih murah). Itu kurang sopan. Lebih baik fokus pada kelebihan produk dan melayani pelanggan dengan baik.

Terakhir yang kesepuluh, monev atau monitoring dan evaluasi. Namanya juga berdagang —tujuannya menjual, mendapatkan omzet, meraih keuntungan. Bukan kegiatan iseng-iseng berhadiah. Ibu-ibu pedagang online tetap perlu melakukan monev secara mandiri. Postingan seperti apa yang menghasilkan banyak respon dan penjualan, bagian mana yang tidak. Kemudian dari waktu ke waktu, apakah penjualan efektif menggunakan copywriting gaya tertentu ataukah perlu beralih cara, dll.

Semuanya itu merupakan keterampilan yang berbasis pada literasi digital. Seorang ibu pedagang online yang baik dan ingin sukses, sekurangnya telah turut serta berpartisipasi mentradisikan literasi digital. Mereka ini jumlahnya sangat banyak. Rasanya, hampir setiap ibu yang saya kenal, pasti pernah jualan online menggunakan sosmednya. Entah itu jualan produk yang dibuat sendiri, sebagai reseller, maupun sebagai dropshipper.

Aktivitas ibu-ibu pedagang online ini telah mewarnai dunia literasi digital Indonesia dengan lebih beragam sejak masa pandemi hingga sekarang. Keberadaan mereka ini kalau diberdayakan secara maksimal, akan menjadi kekuatan literasi digital yang besar. Selain itu, mereka juga bisa turut serta mensejahterakan diri dan keluarganya melalui perdagangan online yang mudah, bisa dilakukan oleh siapa saja, kapan saja, di mana saja, dengan beragam sosmed yang sesuai.

Apakah anda juga ibu-ibu pedagang online? Kiranya perlu menambah keterampilan menulis dan mengikuti bahasan copywriting demi kesuksesan penjualan produk anda. Karena saya yakin, tujuan anda berjualan pasti meningkatkan omzet penjualan. Dengan metode copywriting yang tepat, tujuan itu pasti lebih mudah tercapai.

#artikelmedia #ngopi #ariwulandari #penabicara #mediaonline #publikasimedia #literasidigital

Ari Kinoysan Wulandari

Please follow and like us:

30 Hari 1 Naskah

Ingin produktif menulis dan punya banyak tabungan naskah?
Menulislah dengan sistem 30 hari 1 naskah. Ikuti tata cara berikut.
1. Beranilah menulis. Mulailah menuliskan konsep yang akan ditulis dengan detail, baik judul, sinopsis, karakter, konfliks, setting, alur, sudut pandang, ending, dll yang dirasa perlu.
2. Pikirkan IDE yang KECIL, SEDERHANA, tetapi anda SUKAI dan anda KUASAI.
Kebanyakan kesalahan penulis adalah berusaha memikirkan ide yang besar agar tampak hebat, tapi banyak bolongnya karena materi tidak dikuasai.
3. Luangkan waktu khusus setiap hari sesuai kemampuan. Misal naskah 300 halaman dan 1 jam bisa menulis 5 lembar, maka anda perlu 2 jam setiap hari.
Makin sedikit jumlah halaman yang anda hasilkan per jam, makin lama waktu yang dibutuhkan. Sesuaikan dengan kemampuan.
4. Mulailah menulis, berhentilah mengangankan atau membicarakan naskah yang akan anda tulis.
5. Mulailah dari hal yang paling anda anggap penting. Dalam penulisan, tidak ada aturan baku dalam penulisan, yang penting tulisan BAGUS dan MENARIK.
Buku Manajemen Penulisan Kreatif
6. Jadilah DIRI SENDIRI, jangan MENJIPLAK GAYA orang lain. Jadi diri sendiri lebih menarik daripada meniru gaya orang lain.
7. SELESAIKAN sesuai TARGET dan kemudian ENDAPKAN.
8. Setelah diendapkan, lakukan EDITING PRIBADI, cek segala hal yang perlu diperbaiki baik dari judul, isi, ejaan, kelogisan, dll.
9. Lengkapi materi yang sudah siap dan ‘sempurna’ dengan BIODATA PENULIS.
Biodata tak usah panjang-panjang, cukup nama, email, prestasi penulisan, dan contact HP bila dirasa perlu.
10. KEMAS NASKAH, berdoa, dan siaplah untuk MENAWARKAN NASKAH.
Kalau sudah beres, mulailah menulis lagi dengan cara yang sama untuk bulan kedua, dst.
Cukup mudah kan? Ya, hanya butuh komitmen dan konsisten untuk bisa menerapkannya.
.
.
Ari Kinoysan Wulandari

0 Komentar

Please follow and like us: