Transferan Satu Milyar :)

Pada saat saya menyusun list keinginan 2022, lho kok daftarnya jadi panjang banget. Ada sekurangnya 25 point yang mau saya beli dan lakukan di tahun 2022. Buanyak karena biasanya mung 7 s/d 10 point. Dan karena list panjang, budgetnya pun ikutan besar. Wah, bisa satu milyar sendiri kalau diturutin semua keinginan ini.

Dari banyak list itu, yang teringat banget pingin beli rumah di dekat kampus tempat kerja saya. Radius maks 500 meter, biar kalau pulang pergi saya bisa jalan atau lari saja. Sudah ada yang nawarin, harganya 750 juta. Bikin saya antara pingin dan mundur. Pingin karena jaraknya dekat kampus, tanahnya cukup luas muka belakang masih bisa buat berkebun dan beternak. Masih mundur karena duitnya belum ada… hahahaha…. Jadi tahu kan, kenapa dari 25 list budgetnya bisa 1 milyaran lebih 🙂

Saya santai saja, namanya juga keinginan. Malah kalau nggak punya keinginan, kita seperti sudah mati dalam hidup. Keinginan itu bukan kebutuhan, tapi bisa memotivasi kinerja dan output produktivitas kita. Kalau kebutuhan saya, alhamdulillah semua sudah terpenuhi. Kalaupun ada yang belum saya punya, sudah ada atau ketemu solusinya.

Saya tersenyum bae melihat list tersebut, dan membatin, “Ini ya Allah rincian yang saya minta. Penuhi dengan caraMu yang selalu ajaib. Amin.” Dan yo wes, saya taruh saja. Paling tiap pagi pas mau kerja, saya lihat dan baca lagi. Berharap satu per satu akan dicoret dari list karena sudah terpenuhi.

Januari juga baru beberapa hari. Masih ada 12 bulan kurang beberapa hari untuk Tuhan membuat cara. Saya tidak tahu caraNya, tapi saya tahu mencatat dan meminta kepadaNya. Biarkan saja Allah dengan Semesta Raya mengatur pengirimannya kepada saya.

Eeh, lha kok kemarin di grup keluarga, pas bahas iuran keluarga —kami bersaudara sudah sejak lama punya kewajiban iuran bulanan. Besarannya tidak banyak. Namun itu sangat membantu untuk aneka keperluan; kalau pas ada acara besar dadakan bisa diambil, untuk invest tanah dan kebun yang terus ada duitnya, dll keperluan rame-rame. Tapi intinya, sebenarnya melatih kami semua untuk tetap menabung dalam situasi apapun.

Ipar saya bertanya apakah suaminya (saudara ke-4 saya) sudah lunas sampai Januari. Yach, seperti iuran apapun, tetap ada aja yang sok nunggak. Saya pun kalau pas nggak ada duit ya kadang nunggak 🙂

Karena di rincian sudah ada, saya ikut menjawab: sudah lunas sampai Januari 2022, tapi kalau sampai Januari 2023 belum.

Lalu kok berbalasnya lucu, “nanti kalau pendapatan 1 bulan 1 Milyar, langsung dilunasi sampai Januari 2023, Mbak.”

Saya masih nggak inget tentang 1 Milyar itu jumlah dana yang saya perlukan kalau mau semua keinginan saya di 2022 terpenuhi. Membalasnya singkat, lha kalau rutin setoran tiap bulan ya nggak perlu sampai 1 Milyar wes ringan.

Lah kok saudara saya ke-3 malah menyahut, “Bulan kemarin transferanku sudah sampai 1 Milyar lho…. Tapi ya numpang lewat doang.” Lalu dia mengirimkan foto bukti transfernya.

Transferan 1 Milyar 🙂

Saya lalu bilang, pinjem fotonya dan minta duitnya biar nanti tinggal di rekening saya. Tidak numpang lewat doang. Dia pun tertawa.

Istrinya (ipar saya) nyambung kalau suaminya sombong, dari duit segitu dia kalau dikasih 16 juta aja sudah senang.

Saya menimpali ipar saya, kok sedikit sekali mintanya. Kalau saya mintanya satu: saya minta semuanya 🙂

Kami pun tertawa. Karena versi ipar saya, dari duit segitu banyak, suaminya pun tidak banyak uangnya. Yach, karena uang kudu didistribusikan, dikirimkan ke pihak-pihak yang berwenang menggunakan uang tersebut.

Tapi bagi saya, ini seperti pertanda baik. Serasanya Allah ngajak ngomong saya: “Tenang Ari, nanti waktunya tiba pasti Aku (Allah) penuhi keinginanmu.”

Berasa begitu lho di hati saya. Karena nggak ada yang tahu sama sekali, kalau saya memikirkan jumlah itungan keinginan saya itu sekitaran 1 Milyar. Nggak ada yang tahu list keinginan saya yang superinci untuk 2022.

Berdasarkan keinginan rinci saya di 2021, Allah justru memudahkan banyak hal dengan cara yang masyaAllah, memikirkan saja saya tidak bisa. Mengangankan pun tidak terbertik di pikiran. Jadi, untuk 2022 saya belajar enteng saja mencantumkan list keinginan. Tersenyum happy seolah semua sudah dikasih aja.

Kalau keinginan kan kita nggak boleh ngotot. Terpenuhi alhamdulillah, belum terpenuhi ya tetap alhamdulillah. Kalau kebutuhan, nah itu anda harus berjuang agar survive. Karena kalau enggak, dampaknya akan ke mana-mana dalam keseharian kita.

Bermohon Tuhan yang Kuasa mengabulkan dengan caraNya yang ajaib. Karena tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Dan ya, tiba-tiba saya inget cerita kawan kemarin.

Ini suami istri sedang menempuh S-3 pada waktu itu (sekarang sudah lulus semua). Dua anaknya ya sudah besar, si bungsunya saja sudah SMA waktu itu. Lha kok, tidak ada angin tidak ada hujan, tahu-tahu sang istri hamil di usia yang menginjak 50 an tahun saat mereka baru selesai S-3.

Padahal dulu, sempat pingin sekali punya anak lagi perempuan. Biar rumah ada anak laki-laki dan perempuan. Tapi sampai anak bungsu SMA, tidak pernah ada tanda-tanda kehamilan lagi. Ya wes pasrah, nyatanya juga sudah punya dua anak laki-laki.

Lalu si calon anaknya itu bagaimana? Lahir bayi perempuan dengan selamat dan sekarang masih awal SD. Kalau diantar bapaknya, si anak ini selalu tidak mau dekat-dekat karena nanti dibilang cucunya 🙂 Betapa ajaibnya Tuhan kalau sudah berkehendak.

Kamu belum bikin list permohonan untuk 2022? Nggak ada kata terlambat kok. Bikin aja. Tulis aja apa yang kamu inginkan, lalu biarkan Tuhan mengaturnya dengan kerja Semesta yang selalu tidak bisa kita pikirkan.

#kinoysanstory #happylife #happywriter #produktif #semangat #keinginan #transferansatumilyar

Ari Kinoysan Wulandari

Please follow and like us:

Fokus Merampungkan Tulisan

Menulis itu memiliki tantangan tersendiri. Terlebih menulis naskah yang panjang. Perlu materi, sarpras, waktu, energi, konsentrasi, dan suka cita yang melimpah. Tanpa dukungan yang prima, menulis panjang bisa jadi hanya impian yang sulit untuk diwujudkan.

Jangankan bagi mereka yang tidak berprofesi sebagai penulis, mereka yang penulis profesional pun (tidak selalu) mudah merampungkan naskah. Godaan, gangguan, dan tantangannya saat proses menulis itu beragam. Apakah deadline tidak bisa membantu? Tenggat waktu sangat mendorong seseorang bekerja cepat, tetapi tidak selalu dalam hal merampungkan penulisan.

Oleh karena itu, kalau sudah memutuskan untuk menulis panjang: misalnya 500 halaman, sudah memiliki gambaran materi, sudah menyiapkan materi secara keseluruhan, deadline sudah ada, sarpras sudah memadai, waktu dan energi prima, lakukan saja. Segera menulis. Tidak perlu berencana nanti, besok, dll.

Tulip Merah

Menulis dengan fokus merampungkan. Tidak usah menoleh-noleh. Tidak usah berpikir ini baik atau buruk, cocok atau tidak, sesuai dengan standar kelayakan tulis atau belum, dll. Berhentilah memikirkan tentang “kualitas” saat menulis draft pertama. Rampungkan secepat mungkin yang anda bisa.

Setiap orang punya waktu sama, 24 jam per hari. Namun kesibukan dan problematika kehidupannya berbeda. Anda wajib tahu, berapa alokasi waktu yang anda sediakan untuk menulis setiap hari demi tujuan anda. Kalau sudah ketemu besaran waktu dan saatnya, tetaplah menulis di jam yang sama. Ini biar naskah anda segera rampung.

Singkirkan semua gangguan yang mungkin terjadi pada saat anda menulis. Baik itu sosmed, telepon, keriuhan, anak-anak, cucu cicit, keributan tetangga, suara berisik pembangunan komplek, dll. Anda yang tahu, anda yang bisa mengatasinya.

Bila naskah sudah rampung, rasa lega akan memenuhi hati dan jiwa anda. Tidak peduli kualitasnya masih jauh dari harapan, tapi naskah itu sudah selesai. Anda bisa mulai memperbaiki, membenahi, menambah mengurangi, mengecek kesalahan-kesalahan, dll yang anda rasa harus diperbaiki.

Di sinilah objektivitas anda diuji. Anda harus bersedia mengatakan oh, bagian ini kurang dalam; bagian itu kelebihan; ini karakternya kok tahu-tahu hilang; ini dialognya kok kepanjangan; dst. Kalau hati anda terbuka; saya yakin anda bisa memperbaiki naskah semaksimal mungkin.

Kalau tidak bisa objektif dan merasa tulisan sudah terbaik, bagaimana? Cari aja editor freelance untuk memeriksa dan memberikan masukan. Yach, ini berbayar siy. Tapi saya yakin, menggunakan jasa editor justru bisa menambahkan masukan dan perbaikan yang lebih banyak daripada kita sekedar membaca secara mandiri.

Bagi anda yang memerlukan jasa editor freelance yang baik dan terpercaya dengan harga terjangkau, bisa wa.me/6281380001149. Saya akan menghubungkan anda dengan para editor freelance yang kerjanya cepat, praktis, dengan hasil sangat prima.

Tulip Ungu

Atau kalau anda tidak mau membayar editor, sekurangnya carilah first reader yang anda percayai pendapat dan masukannya. Minta mereka membedah karya anda untuk diperbaiki. Tentu ini tergantung dari masing-masing penulisnya ya. Ada penulis yang merasa cukup dengan editing pribadi atau self editing. Namun ada yang merasa perlu ada pihak lain yang membantu, selain pertimbangan objektivitas ya karena ada dana yang tersedia.

Lalu bagaimana kalau sudah mendapatkan masukan? Putusan revisi atau perbaikan ada di tangan anda. Mau anda revisi atau tidak, itu hak anda. Tapi kalau dari awal anda sudah meniatkan cari masukan, yo diperbaiki to. Percayalah, pembacaan orang lain sering lebih baik daripada penilaian versi kita. Santai santai saja. Memperbaiki memang perlu waktu yang sering lebih lama daripada proses menulisnya. Kalau ini menjadikan buku bestseller dan bisa merambah ke mana-mana, ya kenapa tidak.

Kalau sudah beres, selesailah sudah naskah anda. Sekurangnya anda punya satu naskah yang oke. Siap diperjualbelikan. Siap diperdagangkan. Entah itu mau anda publish ke media, penerbit, atau versi lain sesuai keperluan. Anda sudah bisa tenang. Kalaupun ada program publish harian, anda sudah punya naskahnya dan tidak perlu ngos-ngosan setiap hari.

Salam kreatif,

#happywriter #happylife #tipsfiksi #tipsproduktif #arikinoysantips

Ari Kinoysan Wulandari

Please follow and like us:

Jenis Penulis

#AriKinoysanTips

Kamu jenis penulis yang mana?
Penulis idealis atau penulis industrialis?

Ciri ciri Penulis Idealis:
1. Menulis tidak memperhatikan kebutuhan pasar.
2. Tidak mudah menerima masukan pihak lain.
3. Imbalan Finansial bukan tujuan utama.
4. Kualitas lebih penting dari pada produktivitas.

Ciri ciri Penulis Industrialis:
1. Tidak akan menulis jika tulisannya tidak akan diterima penerbit.
2. Terbuka dan lapang dada terhadap intervensi pihak lain.
3. Imbalan finansial merupakan tujuan utama.
4. Produktivitas lebih penting dari pada kualitas.

Disarikan dari kuliah Pak Joko Irawan Mumpuni di Griya Kinoysan University, beberapa tahun yang lalu.

Ari Kinoysan Wulandari

Please follow and like us:

Rahasia Buku Bestseller

Bestseller

10 hal yang umum terdapat pada buku best seller:

1. Materi (tulisan) bagus.
2. Produksinya bagus (kemasan istimewa).
3. Promosi bagus.
4. Terbit di saat yang tepat.
5. Memenuhi keinginan pembaca.
6. Memberi solusi.
7. Kisah inspiratif.
8. Sesuatu yang baru.
9. Blow up media dan public figure.
10. Keberuntungan.

Tidak pernah ada yang pasti untuk merumuskan apa rahasianya buku best seller. Para pelaku industri perbukuan, hanya bisa memprediksikan dari pengalamannya meraup untung buku-buku best seller.

Yang terpenting bagi penulis adalah menuliskan dengan terbaik dan membantu promosinya sebagus dan segencar mungkin saat buku sudah terbit.

Ari Kinoysan Wulandari

 

Please follow and like us:

Proses Penulisan

Perpustakaan

Berikut ini proses penulisan yang mau tidak mau harus dijalani dan dilewati, sebelum karya muncul di publik dan dapat dinikmati oleh pembacanya atau berada di dalam perpustakaan.

1. Pra-penulisan.
Masa perencanaan dari proses penulisan. Anda boleh mengumpulkan pendapat, melakukan penelitian, mengumpulkan dan menguraikan ide-ide, perencanaan kinerja, dll.

2. Membuat Draft.
Proses penulisan awal, menuliskan ide secara terorganisir; biasa dikenal dengan penulisan outline, proposal, draft, kerangka, dll.

3. Merevisi.
Bagian dari memodifikasi, mereorganisasi tulisan, menambah, menghapus konten, membuat nada, gaya, dan menyesuaikan segmentasi audiens.

Jadi Penulis Produktif

http://andipublisher.com/produk-0214005068-jadi-penulis-produktif-gampang-koqjadi-p.html

4. Mengedit.
Dalam proses ini, penulis mengoreksi semua kesalahan tata bahasa, ejaan, gaya, kejelasan, dan kadang memerlukan umpan balik dari penulis lain atau pembaca pertama karyanya.

5. Publikasi.
Ini langkah terakhir dari proses penulisan. Anda boleh memilih mana yang paling sesuai untuk naskah anda, mau ke klien, PH, penerbit, media, atau bahkan hanya untuk tampil di jejaring sosial atau web pribadi.

Semakin sering anda melakukan proses tersebut, maka tips produktif akan berlaku untuk anda. Semakin sering anda bekerja, tulisan anda pun semakin banyak.

Happy Writing, Be A Good Writer 🙂
*Jadi Penulis Fiksi? Gampang Kok!
*Jadi Penulis Skenario? Gampang Kok!
*Jadi Penulis Produktif? Gampang Koq!
*Jadi Penulis Nonfiksi? Gampang Kok!

Ari Kinoysan Wulandari

Please follow and like us:

Berkarir Sebagai Freelance Writer

Membangun Networking

Menjadi penulis lepas (freelance writer) terlihat sangat menyenangkan, karena hidupnya santai-santai saja. Yach, begitulah bagi mereka yang sudah tahu ritme kerjanya. Hidup akan mudah dan banyak hal bisa dilakukan. Namun tak cukup mudah bagi mereka yang tak punya disiplin pribadi dan komitmen. Kiranya hal ini dapat jadi pertimbangan, bagi mereka yang mau total berkarir sebagai freelance writer. Percayalah, di dalam industri kreatif ada banyak “ruang gelap” yang tidak seglamour dan seindah yang dipikirkan orang.

1. Milikilah KEMAMPUAN MENULIS yang bagus.
Itu syarat wajib untuk menjadi penulis lepas, tak peduli jenis tulisan apa yang paling anda kuasai.

2. Cari MEDIA tulis yang paling anda sukai.
Ada banyak jenis penulis; ia bisa menjadi penulis di media (koran dan majalah), buku (penerbitan) dengan berbagai jenisnya, penulis iklan, penulis script tv dan film, penulis untuk blog dan web; tiap orang punya spesifikasi dan kesenangan yang berbeda. Tetapkan media anda, dan totallah di sana. Jangan serakah. Jangan mencoba semuanya dalam waktu bersamaan, hasilnya tak akan maksimal.

3. REALISTIS dengan dunia penulisan.
Menulis memang menyenangkan, tetapi di balik itu juga ada banyak masalah; deadline, naskah tak kunjung kelar, writer block, honor tak kunjung cair, royalti yang dikemplang penerbit, produser yang jail, revisi berulang-ulang, kebebasan berkarya yang dipangkas habis oleh industri kapitalis, dll.

4. PROFESIONAL.
Percayalah, rata-rata penulis memiliki tingkat “ego” yang sangat tinggi. Diperlukan kebesaran hati untuk menyadari bahwa anda telah masuk industri. Di dunia industri berarti harus siap kompromi dengan ide yang tidak sejalan, waktu yang terbatas, menuruti kata klien (PH, penerbit, media, pihak ketiga) yang sebenarnya tidak cocok dengan kata hati, dll.

Begitu anda menerima pekerjaan, kooperatiflah dan jangan mengedepankan ego anda. Sering kali pihak ketiga itu sangat “kejam” dan “membantai” karya yang sudah anda tulis dengan sepenuh hati. Kompromi saja dengan menyelipkan di berbagai tempat “nilai-nilai” yang anda inginkan.

5. Tahan MENTAL.
Kalau anda tak punya mental baja menghadapi cercaan, kritikan, permintaan revisi berulang, tengah malam sedang tidur nyenyak digedor pintu untuk revisi script, dll. sepertinya anda tidak pas untuk jadi freelance writer. Cari saja pekerjaan lain yang bisa menggaji anda bulanan, masuk kerja nine to six sabtu minggu libur tiap bulan gajian. Aman dan tak perlu jungkir balik dengan berbagai situasi pekerjaan yang sering unpredictable seperti di industri kreatif.

Jadi Penulis Produktif

http://andipublisher.com/produk-0214005068-jadi-penulis-produktif-gampang-koqjadi-p.html

6. Tidak ada bayaran untuk PENELITIAN.
Tulisan tertentu harus dikerjakan dengan riset. Untuk para freelancer, itu sudah jadi tanggung jawabnya dan tidak ada bayaran lagi. Jadi pastikan kalau anda menulis yang memerlukan riset, honor yang anda minta sudah termasuk biaya penelitian. Ini bukan jenis pekerjaan dosen atau peneliti negara yang penelitian pun dibayar dengan cukup.

7. Perjanjian TERTULIS.
Umumnya tiap kerja sama, ada perjanjiannya, meskipun dengan tulisan tangan. Pastikan saja semuanya benar dan sesuai. Termasuk pembayaran yang biasanya sering jadi gegeran di belakang. Pastikan pekerjaan anda sudah dibayar selesai saat anda menyelesaikan pekerjaan atau sesuai perjanjian. Untuk berjaga-jaga saja. Saya pribadi, karena sebagian besar sudah klien lama, jadi sudah tahu sama tahu. Kalau orangnya masih itu-itu saja, ya biasanya semuanya berjalan lancar dan baik.

8. Masalah HAKI
Dalam penulisan tertentu kita mungkin harus mengambil HAKI milik orang lain, pastikan jelas pengalihannya dengan perjanjian agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Ada banyak perizinan pengalihan hak yang cukup dengan surat permohonan tanpa bayar. Tapi ada beberapa yang bersifat komersial dan harus diganti. Itu semua menjadi urusan penulis yang mengerjakan proyek, bukan urusan klien yang memberi pekerjaan.

9. Masalah HONOR
Dalam dunia freelancer tak ada yang baku soal honor. Bisa saja untuk tulisan dua lembar anda dibayar 200 juta, tapi untuk berlembar-lembar buku anda dibayar 20 juta. Ada saja cerpen 5 lembar penulis dibayar 2 juta, tapi untuk penulis yang lain hanya dapat 100 ribu, ada penulis script dibayar 700 juta sekali film, ada yang baru 10 juta untuk satu script film, dst. Semua tergantung kualitas penulisan, klien, penulisnya, negosiasi, jenis deadline, tingkat kesulitan, media, dll.

Jadi luwes sajalah, kompromi dengan berbagai harga. Penulis yang bawel, itung-itungan, pasang harga, biasanya sulit dapat job. Fleksibel saja, tidak usah pasang tarif. Biasanya klien sudah mengerti sendiri berapa seharusnya membayar. Hanya pastikan semuanya jelas sejak awal agar tidak gegeran di belakang yang merusak hubungan baik.

10. Menguasai BAHASA INTERNASIONAL
Tak dapat dipungkiri, penulisan adalah industri kreatif yang dibutuhkan seluruh dunia. Begitu anda memiliki skill menulis, menguasai bahasa internasional (bahasa Inggris), lebih bagus bila didukung bahasa asing dominan lain seperti Mandarin, Jepang, dll; maka anda akan menguasai dunia penulisan dengan mudah. Anda bisa menulis untuk berbagai jaringan media internasional.

Yach, menjadi freelancer harus kuat, belajar terus, sekolah terus, memperbaiki kualitas tulisan secara terus menerus. Kalau mandeg, sesungguhnya anda telah mematikan sumber penghidupan anda sendiri.

Jadi, jangan hanya puas hanya jadi penulis. Berkarir secara profesional juga tips produktif menulis yang sangat manjur. Kalau penulis ya harus penulis yang berkualitas. Seperti nasihat mantan bos saya, kalau kita menulis dan berkarya dengan kapasitas terbaik, reward baik uang atau penghargaan akan datang sendiri tanpa perlu kita kejar.

Happy Writing, be a Good Writer

Ari Kinoysan Wulandari

Please follow and like us:

Outline Naskah

Outline

 

1. Outline adalah kerangka, regangan, garis besar, guratan, sinopsis global, ringkasan seluruh cerita.

Outline merupakan rencana penulisan dengan membuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan digarap; rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur.

2. Outline sangat penting sebagai pemandu langkah demi langkah dalam proses penulisan.

Outline yang bagus ibarat 80 persen materi siap. Tinggal mengetiknya sebagai bentuk naskah lengkap.

3. Outline masing-masing penulis sangat tergantung dari karakter dan kepribadian penulisnya.

Ada yang garis besar saja, ada yang rinci bab per bab, ada yang lebih detail sampai ke karakter dan adegan. Pilihlah yang paling mudah bagi anda.

4. Outline yang paling baik adalah outline yang membuat kita bisa fokus dan terus menulis sampai selesai.

Fokuslah pada outline yang sudah dibuat. Hindari menilai dan mengatakan outline anda tidak bagus. Harus pede bahkan dari sejak membuat outline.

5. Apakah boleh keluar dari outline yang sudah dibuat?

Tentu saja boleh. Tapi ingatlah, outline dibuat agar kita tidak keluar jalur. Jadi fokuslah pada yang sudah dioutlinekan agar tidak semakin bingung dan naskah segera selesai.

Jadi Penulis Produktif

http://andipublisher.com/produk-0214005068-jadi-penulis-produktif-gampang-koqjadi-p.html

6. Bagaimanakah mengatasi keinginan untuk mengubah cerita dari outline karena ada ide baru?

Berhentilah menulis. Tuliskan ide baru itu dalam kertas/file kerja lainnya. Lalu kembalilah menulis sesuai outline.

7. Saat membuat outline, sebenarnya kita sudah diajak “merancang” keseluruhan kinerja kita.

Outline itu dapat meliputi kinerja intrinsik (judul, premis, opening, isi/konflik, dialog, karakter, setting, suspense, ending, dll) atau keseluruhan isi naskah maupun kinerja ekstrinsik (segmentasi, berapa lama dikerjakan, kemasan produk, dll).

8. Bagaimana cara mudah membuat outline?

Pakai rumus 5W dan 1H, what: apa ceritanya?; why: mengapa cerita/peristiwa itu terjadi?; where: di mana cerita berlangsung?; when: kapan cerita berlangsung?; who: siapa yang menjadi tokoh ceritanya?; how: bagaimana jalan ceritanya?; jawaban itulah yang menjadi rangkaian
cerita dalam novel.

9. Bolehkah saya menulis tanpa menggunakan outline?

Boleh, asal anda bisa menjaga konsistensi cerita secara keseluruhan. Ingat, dengan outline anda tak perlu mengingat-ingat keseluruhan cerita (semisal 200 halaman di otak anda), cukup menuliskannya sebagai outline dan bisa melihatnya kapan saja. Dengan outline kita juga mudah mengetahui kekurangan dan kelebihan format cerita kita.

10. Kenapa saya sudah pakai outline tapi tetap macet di tengah penulisan? Jawabannya macam-macam; bisa bosan, malas, materi kurang, tidak menguasai materi, dll. Tinggalkan meja kerja. Cari tahu masalah anda, lalu selesaikan. Kalau bosan, refreshing. Kalau malas, cari motivasi kenapa menulis. Kalau materi kurang, tambah lagi dengan browsing, baca, cari narasumber. Kalau tidak menguasai materi, carilah ahli sebagai pendamping.

Tahukah anda, menulis menggunakan outline ini merupakan salah satu tips produktif yang paling penting. Dengan outline anda memetakan kinerja anda secara keseluruhan dari awal.

Happy Writing. Be a Good Writer

Ari Kinoysan Wulandari

Please follow and like us: