Di Balik Buku “Bersiap Melompat Jauh”

Alhamdulillah, saya senang menerima buku ini 😍 Terlibat dalam pengerjaan proyek ini, saya anggap bagian dari berkah rajin mengisi webinar penulisan yang free charge untuk semua 🤗
.
Waktu itu Mas @abinustra contact-contact nanya sibuk apa enggak. Saya bilang enggak. Kalaupun ada deadline yo pekerjaan rutin yang tidak diburu-buru. Wes ada jadwalnya. Dan begitulah, saya bersama Mb @intandanzahra dan Mb @rereynilda kemudian bertemu pihak KPG dan Mas Bimo. KPG menjelaskan objek gaweyan, standar permintaan mereka, dan deadline 😀
Saya yang wes biasa kerja nonstop marathon, berkata dalam hati: waaah, kecil laah! Boleh ini kerjanya. Apalagi fee-nya lumayan.
.
Bhadalah, pas mulai kerja dengan webinar rekaman dari para narsum yang bahasa Inggris-nya nggak semua bagus, kualitas suara yang beragam, keberisikan pas webinar, beda bidang, istilah-istilah asing —yang bikin saya rada oyeng di materi pertama. Suwe tenan, hampir seharian cuma kerja satu materi range 3 s/d 4 jam rekaman dengan 4 s/d 6 topik atau 4 s/d 6 narsum yang berbeda 😂
Wkwk… saya njur ketawa, kalau gampang gampil fee-nya yo mungkin nggak segitu. Satu rampung, saya wes ketemu pola kerjane. Rekaman 3-4 jam yo kerja kudu rampung 3-4 jam. Praktis semingguan saya kerja. Alhamdulillah. Rampung, terima duit. Kerja seminggu bisa-lah nggo hidup dua bulan di Jogja 😀
.
Alhamdulillah. Pas bukunya jadi saya yo seneng 😃 Apiiik. Full color. Full ilustrasi yang cocok banget untuk milenial dan siapa saja yang pingin bikin lompatan
kinerja dan produktivitas di tahun 2022. Moment-nya pas banget di akhir tahun.
.
Maturnuwun Mas Bimo dan KPG. Juga tim cantik: Mb Intan dan Mb Rere 😍😘 Sampe ketemu di gaweyan-gaweyan berikutnya.
.
Please follow and like us:

“Rumah Baru”

Saya studi S3, tahun 2013 lulus 2016. Setelah itu ijazah S3 saya nganggur. Belum tergerak ikut dunia akademis. Duit saya yang abis untuk studi S-2 dan S-3 berurutan, kudu diisi full. Kalau jadi dosen baru, jelas suwe penuhnya🙈🙏 Mungkin itu yang bikin semesta menendang saya dari kesempatan bergabung di UGM. Ya wes, saya fokus di penulisan. Alhamdulillah, wes anteng. Nggak ada keinginan jadi dosen lagi.
.
Sampe ibu saya bertanya apa kalau jadi guru besar harus sekolah lagi.
Saya menjelaskan prinsip dasar untuk jadi guru besar.
.
“Bagus juga kalau kamu guru besar, Nak. Sudah S3 berarti bisa cepat guru besar.”
.
Saya bilang iya pada ibu. Enggan berbantahan. Di kepala saya saat itu lelarian deadline.
Universitas PGRI Yogyakarta
Dan begitulah takdir. Bu Novi (mantan dosen S1) tiba-tiba menelpon. Saya bilang akan mempertimbangkan tawarannya untuk bergabung di UPY.
Dalam hati, wes ini ibu pasti berdoa tenanan agar anaknya guru besar 💖
.
Setelah berembug dengan manajer dan teman-teman kreatif; mereka support full. Percaya atau enggak, orang-orang yang sama ini tidak mendukung pas saya mau bergabung ke UGM 😂🙈Jarene, ora tambah relasi baru, Ri 🤣 Mosok sekolah kerja di situ-situ aja😆
Auditorium UPY
Ya, begitulah. Plek-plek, cepet banget prosesnya. Saya jumpa ketua yayasan, ketemu rektor dan jajaran pimpinan universitas. Walaupun saya buta administratif, yo wes alhamdulillah belajar. Saya urusi satu per satu sesuai aturan.
.
Saya wes matur pada semua yang saya temui; saya bergabung menetap untuk jadi guru besar. Jadi mohon support full untuk lari kencang. Saya yakin, semesta mendukung. Wes ada international publisher nawari saya nulis buku, tanpa perlu nyari-nyari atau ngajuin proposal. Alhamdulillah.💖
Gerbang UPY
Jadi ya, Prodi PBSI (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) UPY (Universitas PGRI Yogyakarta) wes jadi rumah baru saya per Juli 2021. No identitas dari yayasan sudah ada. No dosen sudah ada. Wes tenanglah kalau kolaborasi dengan kawan-kawan untuk publikasi internasional 😍🙏
.
Maturnuwun Bu Novi, Prof Harno, dan para guru besar lainnya yang ikut support. Bismillah, semoga lancar dan berkah. Amiin.
.
Please follow and like us:

Buku dalam Bahasa Inggris

Alhamdulillah 💖🙏
.
Mata saya masih mengembun menatap deretan chat saya dengan editor penerbit buku internasional. Salah satu jurnal saya, menarik perhatian mereka. Penerbit ingin saya membuatnya menjadi buku lengkap dalam bahasa Inggris.
.
Free charge, dengan sistem royalti, dan distribusi seluruh dunia. Lebih kurang sama dengan aturan main penerbitan buku di penerbit major di Indonesia. Waaah, rasanya senang sekali 💖

 

Belum kebayang start penulisannya. Sekurangnya saya bertemu dengan penerbit profesional tanpa perantara. Editornya detail menjelaskan segala hal yang saya tanyakan untuk prosedur penerbitan, hak kewajiban, dll.
.
Wes Ri, deadlinemu tambah💪 Ojo nonton bae 😂 Nonton siy tetep yes. Itu salah satu bahan bakar otak tetap kreatif 😂
.
Kamu ada referensi film/serial bagus yang kudu saya tonton 🤔 Nah kan, nah kan…
.

 

Please follow and like us:

Webinar Ari Kinoysan 2021

Ini adalah webinar gratis yang diselenggarakan berbagai pihak berkaitan dengan penulisan dan buku-buku 🙂 Silakan cek satu per satu, kalau kurang jelas dan ingin memperdalam dengan praktik penulisan, bisa ikut kelas-kelas berbayar: wa.me/6281380001149 🙂

Ini adalah acara internal PBSI UNY, kuliah dengan praktisi atau praktisi mengajar di kampus. Bahasannya tentang editing naskah. Karena internal, rekaman tidak dishare ke publik. 🙂

Ini adalah acara Ratnaningsih Menulis, saya jadi pembahas untuk memberikan ulasan tentang tulisan tersebut. Sabtu, 09.00 -12.00 WIB.  Link youtube Kagama Channel: https://www.youtube.com/watch?v=ClcB676fMv8

Sebagian Slide Penulisan Kreatif

Ini waktu saya memberikan kuliah Penulisan Kreatif untuk Mahasiswa Sejarah Unair, Surabaya. Hari Kamis, 21 Oktober 2021, jam 07.00 sd 08.40 WIB. Bisa diakses:  https://www.youtube.com/watch?v=PCQZ3Jd2uJQ 

Ini acara live IG tentang Fiksi Abadi dengan Penerbit Andi dalam acara Gramedia Online Book Fair.  Jumat, 1 Oktober jam 15.00 sd 16.00 WIB.   Bisa diakses https://www.instagram.com/tv/CUevFwnlKoY/  

Ini Langkah Praktis Menjadi Penulis Fiksi Yang Produktif. Jumat, 17 September 2021 jam 13.00 sd 15.00 WIB. Bisa diakses https://www.youtube.com/watch?v=eTWYaspEkfE  

UGM Virtual Career Class, Rabu 4 Agustus 2021 Jam 13.00-14.00 WIB. Bisa diakses https://www.youtube.com/watch?v=JcAV7jRgEzs pada durasi 3 jam 33 menit 🙂

 

Menulis secara Kreatif adalah bagian penting dari penulisan yang wajib dikuasai oleh siapapun yang ingin masuk ke industri penulisan. Ini saya belum ketemu link nya. Nanti saya susulkan kalau sudah ada ya 🙂

Ini bahasan yang seksi karena banyak orang yang sebenarnya jago menulis nonfiksi, tapi ngotot pingin banget nulis fiksi. Padahal kalau wes nulis nonfiksi dan laris, nerbitin fiksi di penerbit major jadi lebih gampang. Kamis, 1 April 2021 jam 13.30 – 15.30 WIB. Link https://www.youtube.com/watch?v=EK0rQ_wEJ8 

Link youtube: https://www.youtube.com/watch?v=p9kOgUgwhT4

Kagama Writing, Menulis Kisah Sehari-hari yang praktis dan gampang agar bisa menulis dengan produktif. Link: https://www.youtube.com/watch?v=62v0GLgsYVU

Link youtube: https://www.youtube.com/watch?v=MJpkHvbR1wQ

Ini acara untuk perkenalan CWitan, akun saya @arikinoysan. Bagian ini saya juga belum menemukan link nya. Kalau ada teman yang tahu bisa info ke saya di wa.me/6281380001149.

Mengenal Khasiat Herbal Nusantara; buku-buku herbalnya antara lain,  #HerbalNusantara #HerbalBali #HerbalKalimantan #HerbalPapua #SehatCantikNatural #SehatdenganManggis #45LulurAlami #ManfaatKhasiatSehatdariDapur Link youtube: https://www.youtube.com/watch?v=KZZ-33Af1s4

Ini saya membahas “disertasi” lagi, setelah beberapa saat tidak pernah berurusan dengan karya-karya ilmiah. Link belum saya temukan. Pada waktu itu karena masih awal program FIB Seminar Linguistik sepertinya juga belum diformat untuk langsung live streaming youtube. Akan saya susulkan kalau sudah ada linknya.

 

 

 

 

 

Please follow and like us:

Tong Kosong Berbunyi Nyaring

Beliau selalu mengaku kepada saya dan (mungkin) kepada orang lain,
soal pendidikannya yang dapat dua doktor sekaligus dan kehidupannya yang termasuk makmur.

Kadang-kadang beliau “mencela” saya yang dianggap menulis sekedarnya;
“mencela” saya pula karena peduli duit recehan tak seberapa dari kelas-kelas
Griya Kinoysan University yang saya dirikan dan saya kelola. Kadang-kadang pula “mencela” cara dagang buku saya yang dianggapnya tidak elit.🙏

Haaa… Situ Waras?

Sebagai kepatutan karena beliau penulis senior profesional yang ngakunya dibayar puluhan juta dan jadi pembicara di mana-mana itu —saya hanya mengiyakan kehebatannya, dan tak protes dengan celaannya.

Saya tak harus mendebatnya. Saya tahu apa yang dicelanya itu tidak benar. Saya yang menghitung dengan pasti berapa uang yang dihasilkan dari pekerjaan yang dianggapnya remeh temeh.

Beliau mungkin lupa, saya ini penulis yang dididik dan dibesarkan di lingkungan universitas terbaik, lama menulis di media, lama bekerja di penerbitan solid, lama menetap di PH yang sangat industrialis kapitalis; lha kok cuma diomongbesari soal bayaran penulis dan gelar pendidikan.

Ealaaah, lha kok jebulane cuma mau ngutaaang 🤣🙈

*Pingin saya teriakin, Situ Waras 🤔🤣
.
.
Ari Kinoysan Wulandari

 

Please follow and like us:

Uang Tidak Terpakai

#KinoysanStory
Hari gini apa ada uang yang tidak terpakai? Pasti ada 😃 Ini berkaitan dengan manajemen duit. Saya mengatur uang tentu berbeda dengan mereka yang gajian rutin. Setiap bulan saya membuat ancangan belanja dari A-Z, pembayaran ini itu sampai sana sini. Lengkap.  Nah, uang tidak terpakai berarti uang yang tidak saya gunakan di bulan itu. Misalnya, bulan ini saya mau beli daging sapi 2 kg. Tiba-tiba kawan mengirimi 2 kg ikan gurame. Nah uang anggaran belanja daging tidak terpakai, maka saya masukkan ke celengan. Sudah niat beli 5-7 buku, ternyata penerbit mengirim 10 buku baru untuk direview, ya nggak usah beli buku. Uangnya masuk ke celengan. Mo beli kain-kain, ternyata souvenir jadi pemateri berupa kain, ya skip dulu, dan uang masuk celengan. Pembelian pulsa listrik biasanya X rp kok ternyata hanya separoh X, sisanya masuk celengan.
Celengan Ikan
Sekali dua kali mungkin tidak seberapa, tapi coba aja setahun yo lumayan 😃 Celengan tersebut memotivasi saya untuk lebih cermat. Semisal mo beli makanan online atau masak? Mo belanja di supermarket, pasar, atau ke tetangga? Beli ebook atau buku cetak? Langganan nonton atau ke bioskop? Beli paket melukis atau satuan? Dst. . Intinya saya melihat, bahwa berhemat pun tetap bisa dilakukan dari hal-hal yang sudah direncanakan. Uang ini juga bisa digunakan untuk dana darurat, sementara anggaran darurat kita sudah habis.
Bagi saya #FeelGood #FeelBeautiful #FeelHappy #FeelRich itu penting; karena akan melipatgandakan syukur yang mengundang banyak kebaikan dan keberlimpahan 😍💖
#ManajemenDuit #Berhemat #HappyWriter #ILoveMe #AkuCintaPadamu .
Ari Kinoysan Wulandari

 

Please follow and like us:

Memaafkan Diri Sendiri

Dalam kehidupan sehari-hari, kita cenderung lebih mudah memaafkan orang lain, tetapi belum tentu memaafkan diri sendiri. Merasa paling bersalah, merasa tidak pantas, merasa belum layak, merasa kenapa tidak berusaha lebih keras, kenapa tidak melakukan abcd dan seterusnya. Ada banyak kesalahan dan kegagalan yang kalau terjadi pada orang lain, kita mudah mentolerirnya; tetapi tidak mudah memaafkan saat terjadi pada diri sendiri.

Padahal semua itu akan menumpuk di alam pikiran bawah sadar kita dan terus menerus meracuni kehidupan kita. Segala yang mengendap itu akhirnya membebani kita dan menghalangi diri dari meraih kehidupan yang lebih baik dan lebih happy. Dalam berbagai hal, saya termasuk yang sulit untuk memaafkan diri sendiri. Ada banyak hal yang tidak sesuai rencana, tidak sesuai dengan harapan, tidak sesuai doa. Lalu perlahan dari sepanjang kehidupan saya, tumpukannya menjadi sangat banyak. Menyalahkan diri sendiri dan sulit memaafkan diri sendiri.

Pada saat saya mulai menjalani sesi terapi, ada hal yang lebih berat daripada memaafkan orang lain, yaitu memaafkan diri sendiri. Satu persatu saya mulai memaafkan semua hal yang pernah terjadi dalam hidup saya. Satu, dua, tiga, empat, lalu jumlahnya menjadi sangat banyak. Melepaskan satu per satu, seperti melepaskan ikatan-ikatan yang membelenggu. Sampai akhirnya ya, sedikit demi sedikit beban-beban kehidupan saya terasa jadi lebih ringan. Banyak hal yang memang tidak bisa saya kendalikan. Tugas saya ya mengikhlaskan semua yang sudah terjadi. Tidak menyimpannya terus di garasi bawah sadar saya.

Rumah Leluhur

Sebagaimana saya menerima bahwa rezeki, jodoh, hidup, mati adalah ketetapan Tuhan yang sudah pasti dan tidak bisa diutak-atik, maka saya belajar untuk mengerjakan hal-hal yang bisa saya kendalikan. Batasan yang harus saya kerjakan adalah mengerjakan semua yang saya bisa lewat jalur baik, doa, dan tawakal. Tidak ada harapan yang berlebihan. Tidak ada keinginan untuk menguasai ataupun memiliki. Mengerjakan satu per satu pekerjaan saya juga tidak dipenuhi khawatir ini kok begini, ini kok begitu. Tugas saya mengerjakan dan mengusahakan yang saya bisa semaksimal mungkin. Rezeki bukan saya yang atur. Begitu pula dengan jodoh, hidup, dan mati saya. Saya mempercayai sepanjang hati dan cara hidup saya baik, Tuhan pasti akan memberi rezeki yang baik, jodoh yang baik, hidup yang baik, pun dengan kematian yang baik pula.

Saya juga menerima semua keberadaan diri saya dengan sempurna. Tidak lagi ada keinginan membandingkan diri saya dengan orang lain. Dulu ya pernah, apalagi kalau bertemu dengan orang-orang cantik yang kayaknya njur hidupnya jadi semudah angin bergerak mendapatkan segala sesuatunya….

Gampang banget suksesnya dengan kecantikan mereka. Tapi sudah lama itu hilang, karena ternyata yang cantik pun masalahnya macam-macam. Bahkan banyak yang kepingin seperti saya, karena hidup kok happy happy aja. Ya, di sosmed happy dan senyatanya saya jauh lebih happy lagi. Kan saya nggak bisa menceritakan semua kejadian seru dalam hidup saya di sosmed.

Dengan begitu saya merasa lebih sempurna dengan “rasa kemanusiaan” saya. Manusia itu tugasnya ya menghadapi dan menyelesaikan masalah. Tidak usah mengeluh. Tidak usah banyak keinginan. Tidak usah banyak harapan. Tidak usah menoleh-noleh kehidupan orang lain. Kalau ada yang belum kepegang, belum bisa dimiliki, ya sudah, nanti pasti ada jalannya. Jadi, di hati lebih ringan.

Saya tidak merasa terganggu dengan banyak perilaku orang lagi. Karena pada dasarnya saya menyadari mereka juga sedang berjuang menyelesaikan urusan dan masalahnya masing-masing. Bisa jadi, orang yang terlihat baik-baik saja sesungguhnya menghadapi masalah yang jauh lebih berat dari kita, hanya mereka nggak mengeluh, nggak curhat —terutama di sosmed yang bisa kamu-kamu nyinyirin.

Yuk, kalau kamu merasa hidupmu berat banget dan banyak bebannya, coba deh. Tiap malam sebelum tidur, duduk manis, memejamkan mata, lalu bilang minta maaf pada dirimu sendiri. Ingat-ingat semua kesalahan, dan memaafkan semua yang sudah terjadi serta menerima semuanya dengan ikhlas. Percaya deh, kalau rutin dilakukan hidupmu pasti jadi lebih baik. Saya begitu kok. Memaafkan diri sendiri, memaafkan orang lain, bersyukur, dan mendoakan semua orang. Mungkin itu kuncinya bisa tertawa lepas.

Ari Kinoysan Wulandari

Please follow and like us: