Tema-tema Klise

Pesan buku cetak dan bertandatangan bisa wa.me/6281380001149.

Apakah ada yang benar-benar baru dalam dunia penulisan? Kreativitas industri penulisan sudah sama tuanya dengan tradisi tulis menulis yang kita kenal. Segala model cerita kehidupan dapat kita temukan dalam berbagai kisah di novel, film, series dll bentuk karya manusia.

Kisah-kisah klise pun tidak kurang jumlahnya. Toh selalu ada kisah setipe yang klise sekaligus menjadi hits di mana-mana. Lalu tema klise seperti apa sih?

Klise itu kalau temanya sudah umum, tidak ada sesuatu yang baru, biasa, dan cenderung basi.

Contoh klise, kalau ceritamu membahas:

  1. Cowok/cewek urakan jadi alim.
  2. Bintang basket pacaran sama primadona sekolah.
  3. Sahabat jadi pacar.
  4. Mantan yang mengacau.
  5. Orang mau mati menemukan pencerahan.
  6. Putus cinta dan musuhan.
  7. Orang kaya jatuh cinta sama orang miskin (sinetron banget).
  8. Gadis miskin cantik baik hati bertemu lelaki sempurna, menikah, bahagia.
  9. Perjodohan.
  10. Serba sempurna; cantik, pinter, kaya, salih, tabah, ngerti trend, nggak ada cela; dikelilingi orang-orang sempurna pula (ini nggak manusiawi banget).

Apa tidak boleh menggunakan tema klise? Boleh banget… Asal, kemasan cerita beda, penulisan kamu keren, info kamu penting…. dari keseluruhan cerita jadi oke, menarik, dan menyenangkan.

Cerita klise yang oke misalnya seri Twilight; Throught the Glass, Darkly; Alice in the Wonderland; Cinderella; Boy Meet Girl; dll yang bisa kamu tambahkan sendiri dengan mudah.

Menulis memang tidak harus yang ribet. Yang simpel saja, yang dekat, yang dikenali, yang dikuasai; tapi pastikan menulisnya dengan cara yang bagus dan menyenangkan.

Happy Writing, Be a Good Writer 🙂
Ari Kinoysan Wulandari

Please follow and like us:

30 Hari 1 Naskah

Gambar hanya sebagai ilustrasi. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Ingin produktif menulis dan punya banyak tabungan naskah? Menulislah dengan sistem 30 hari 1 naskah. Istilah 1 naskah itu bisa anda terjemahkan dengan sesuatu yang sesuai situasi dan kondisi anda.

Misalnya sibuk banget ya 1 naskah bisa 1 artikel, 1 cerpen, 1 bab dll yang penting selesai. Jadi ada tabungan naskah yang bisa dieksekusi atau disebut sebagai “naskah utuh”. Coba ikuti tata cara berikut.

  1. Beranilah menulis. Mulailah menuliskan konsep yang akan ditulis dengan detail, baik judul, sinopsis, karakter, konfliks, setting, alur, sudut pandang, ending, dll yang dirasa perlu.
  2. Pikirkan IDE yang KECIL, SEDERHANA, tetapi anda SUKAI dan anda KUASAI.

Kebanyakan kesalahan penulis adalah berusaha memikirkan ide yang besar agar tampak hebat, tapi banyak bolongnya karena materi tidak dikuasai.

  1. Luangkan waktu khusus setiap hari sesuai kemampuan. Misal naskah 300 halaman dan 1 jam bisa menulis 5 lembar, maka anda perlu 2 jam setiap hari.

Makin sedikit jumlah halaman yang anda hasilkan per jam, makin lama waktu yang dibutuhkan. Sesuaikan dengan kemampuan.

  1. Mulailah menulis, berhentilah mengangankan atau membicarakan naskah yang akan anda tulis.
  2. Mulailah dari hal yang paling anda anggap penting. Dalam penulisan, tidak ada aturan baku dalam penulisan, yang penting tulisan BAGUS dan MENARIK.
  3. Jadilah DIRI SENDIRI, jangan MENJIPLAK GAYA orang lain. Jadi diri sendiri lebih menarik daripada meniru gaya orang lain.
  4. SELESAIKAN sesuai TARGET dan kemudian ENDAPKAN.
  5. Setelah diendapkan, lakukan EDITING PRIBADI, cek segala hal yang perlu diperbaiki baik dari judul, isi, ejaan, kelogisan, dll.
  6. Lengkapi materi yang sudah siap dan ‘sempurna’ dengan BIODATA PENULIS.

Biodata tak usah panjang-panjang, cukup nama, email, prestasi penulisan, dan contact HP bila dirasa perlu.

  1. KEMAS NASKAH, berdoa, dan siaplah untuk MENAWARKAN NASKAH.

Kalau sudah beres, mulailah menulis lagi dengan cara yang sama untuk bulan kedua, dst.

Cukup mudah kan? Ya, hanya butuh komitmen dan konsisten untuk bisa menerapkannya.
.
Pesan buku Ari Wulandari atau jasa penulisan lainnya wa.me/6281380001149
.
Ari Kinoysan Wulandari

Please follow and like us:

Meningkatkan Produktivitas dalam Menulis

Gambar hanya sebagai ilustrasi. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Dengan hadirnya beragam kesempatan untuk publikasi karya dari yang paling gampang sampai paling ekstrim dalam menghasilkan uang, ini sebenarnya peluang dan tantangan besar untuk setiap penulis. Penulis punya akses yang luas untuk survive lewat jalur yang dipilihnya.

Semakin banyak karya, semakin banyak kesempatan memperoleh cuan. Cuman ya, untuk produktif berkarya dengan kualitas yang tetap terjaga “bagus” itu nggak selalu mudah.

Toh tetap bisa kita usahakan. Penulis profesional biasanya juga penulis produktif. Karena garis kinerja industri kreatif buku kita, sekurangnya harus ditopang dengan jumlah atau kuantitas karya yang besar untuk bisa eksis dan survive.

Coba cek ulasan berikut. Mungkin bisa jadi tips untuk membantu produktif menulis.

  1. Memiliki sikap rendah hati.
    Dalam bidang kerja apapun, rendah hati itu perlu. Mereka yang mau menerima kekurangan diri dengan baik, yang bisa melejitkan potensinya.
  2. Terus berusaha.
    Anda tidak tahu batas-batas kemampuan Anda. Sukses atau tidak, jika Anda terus mendorong melampaui diri sendiri, Anda akan memperkaya hidup Anda sendiri.
  3. Pertahankan pekerjaan Anda.
    Organisasi, lembaga dan individu akan sering berpikir mereka tahu yang terbaik tentang pekerjaan Anda – terutama jika mereka membayar Anda. Ketika Anda benar-benar percaya keputusan mereka akan merusak pekerjaan Anda, sebaiknya angkat kaki. Bekerjalah dengan baik dan pastikan anda dihargai dengan layak.
  4. Membela diri. Cari tahu apa yang membuat Anda bahagia, termotivasi dan kreatif.
  5. Penulis itu menulis. Lakukan saja secara rutin, di manapun Anda berada.
  6. Baca. Sebanyak yang Anda bisa. Sebagian harus diperdalam, sebagian cukup sambil lalu.
  7. Jangan takut melakukan perubahan. Mungkin Anda terbiasa menulis fiksi, tak ada salahnya menulis biografi dan sebaliknya.
  8. Ingat Anda suka menulis. Jika semangat menurun, kembalikan saja rasa suka Anda dan ingat bagaimana publikasi pertama yang luar biasa.
  9. Perbaiki komunikasi Anda. Tidak setiap penulis pandai berbicara, tetapi dalam proses negosiasi, penawaran harga, kompromi materi, dll semuanya perlu komunikasi yang baik dan tepat.
  10. Hiduplah dengan baik dan teratur. Menulis memang bisa kapan saja, tetapi hidup alami dan wajar seperti orang lainnya akan membantu Anda tetap hidup sehat bahagia dan panjang umur.

Oke, sekurangnya itu bisa jadi acuan. Anda bisa menambahkan yang belum ada. Bisa menyesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Ari Kinoysan Wulandari

Please follow and like us:

Biar Tulisan Cepat Rampung

Gambar hanya sebagai ilustrasi. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Saya tahu, tidak semua orang memutuskan jadi penulis seperti saya. Ada banyak yang bekerja di bidang-bidang lain, tapi ingin menulis. Ada juga yang sangat sibuk, hingga selalu tak punya waktu untuk menulis. Ada lagi yang tak cukup merenung untuk menulis. Ada banyak kondisi dan kasus kenapa orang tidak bisa menulis.
Oke, mari kita cari solusinya.

  1. Tetapkan dulu apa yang ingin anda tulis.
    Pikirkan ini masak-masak sampai anda meyakini materi yang mau anda tuliskan. Pertama, pastikan anda senang. Kedua, pikirkan materinya sudah lengkap atau anda kuasai. Ketiga, rencanakan berapa lama anda menulis. Keempat, pikirkan apa kendala yang akan terjadi.
  2. Setelah tahu apa yang ingin anda tulis, buatlah perencanaan.
    Buat sinopsis global/intisari; kerangka penulisan; detail keseluruhan naskah bila memungkinkan (isi, bab, subbab, gambar-gambar, sumber pustaka, acuan referensi, pemikiran tokoh, dll).
  3. Buat deadline pribadi.
    Tidak ada tulisan yang selesai tanpa tujuan. Anda bebas menentukan berapa lama anda menyelesaikan tulisan. Bisa setahun, bisa dua tahun. Terserah anda. Lalu hitung, kalkulasikan dengan kemampuan anda menulis setiap hari. Kalau anda hanya punya waktu 10 menit, menulislah 10 menit dan cari tahu 10 menit dapat berapa paragraf dan perkirakan naskah halaman anda berapa banyak, lalu bagi dengan hitungan waktu yang anda miliki.
  4. Fokus.
    Kalau sudah punya rencana dan deadline, pakai kacamata kuda. Tidak usah tolah-toleh. Tidak usah pikir baik buruk. Menulis saja dan terus menulis sesuai format yang sudah ditentukan. Abaikan semua keinginan melenceng sana-sini. Fokus. Kacamata kuda.
  5. Setelah selesai, tinggalkan naskah itu seminggu atau sebulan, terserah anda.
    Setelah itu tengok lagi, baca dari awal. Cari tahu kekurangannya dan perbaiki.
  6. Bila memungkinkan, cari first reader yang jujur.
    Usahakan yang bisa membongkar keburukan naskah kita. Tidak harus penulis ahli atau editor ahli, cukup orang lain siapa saja yang bisa membaca dengan objektive.
  7. Dengarkan saran perbaikan, pertimbangkan, putuskan mana yang terbaik.
    Ingat, naskah itu naskah milik anda dan andalah yang menjadi pemegang keputusan apakah mau merombak seperti apapun.
  8. Periksa setiap detail kesalahan
    Cari rumusan yang terbaik untuk anda menulis. Lalu sempurnakan.
  9. Format sesuai standar penerbit atau media saat anda berniat memperdagangkan naskah anda. Pastikan anda bertemu penerbit atau media yang tepat.
  10. Berdoa.
    Tidak ada hubungannya dengan semua materi penulisan; tapi berdoa mengingatkan kita bahwa segala usaha tidak ada artinya kalau Tuhan tidak mengizinkan. Jadi, minta yang terbaik sama Tuhan dan biarkan Tuhan memanajemeni naskah anda.

Cukup mudah kan?

Ari Kinoysan Wulandari
Griya Kinoysan University
Jadi Penulis Fiksi? Gampang Kok!
Jadi Penulis Produktif? Gampang Kok!

Please follow and like us:

Mengulik tentang Motivasi Menulis

Gambar hanya sebagai ilustrasi. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Motivasi adalah sesuatu yang membuat orang rela melakukan sesuatu dengan sebaik-baiknya, tidak kenal waktu, menghabiskan banyak energi demi totalitas; bahkan meskipun tidak ada reward ataupun bayarannya.

Menulis adalah menuliskan sesuatu dalam bentuk tulisan yang sesuai dengan aturan-aturan yang diikutinya.

MOTIVASI MENULIS adalah sesuatu yang membuat orang rela menulis sebaik-baiknya dengan totalitas bahkan bila tidak ada reward ataupun bayarannya.

Motivasi menulis tidak harus sesuatu yang besar. Setiap orang memiliki motivasi yang berbeda-beda dalam menulis.

Bisa jadi uang, popularitas, sharing, menyampaikan fakta dan kebenaran, menyajikan pemikiran dan pendapat, memblow-up pemikiran massa, dan lain-lain.

Motivasi menulis harus dirumuskan dengan jelas agar kita tahu, kenapa sebenarnya kita menulis. Motivasi bisa dirumuskan sederhana seperti ini:

“Saya mau menulis cerpen karena saya yakin bisa menulis cerpen yang lebih bagus daripada cerpen yang ada di media remaja.”

Ini adalah motivasi saya menulis cerpen ketika saya masih belia; kalau urusan pede, saya cenderung ndableg, selalu pede. Bahkan ketika saya tidak tahu apa-apa soal menulis.

Mungkin ini karena pola didikan orang tua saya yang mengatakan pada anak-anaknya —bahwa kami selalu bisa melakukan apapun yang kami inginkan kalau mau berusaha.

Tak pelak 121 kali cerpen saya ditolak media, lebih dari 2 tahun saya hanya menulis dan menulis dan ditolak dan ditolak. Tapi yang saya pikir hanya saya bisa menulis cerpen lebih bagus daripada cerpen yang ada di media remaja. Hanya itu.

Setelah 2.5 tahun, saat cerpen saya pertama kali dimuat media di Kawanku “Makna Sesungguhnya” itu seperti membayar motivasi saya yang seolah sudah berabad-abad melekat di hati. Honornya waktu itu 80ribu saja, tapi itu besar sekali bagi anak SMP seperti saya yang sehari-hari dapat uang saku hanya 500 rupiah.

Lalu, saya vakum menulis. Kenapa? Ya karena motivasi saya hanya untuk memenuhi keinginan bisa menulis lebih bagus.

Ketika sudah dimuat itu, saya rasa keinginan sudah tercapai. Saya menulis dengan rumusan cerpen pertama saya, dan sejak itu hampir tidak pernah ditolak. Tapi saya hanya menulis kalau mood, kalau ada ide bagus. Tak ada niatan jadi penulis.

Motivasi saya lebih jadi pengusaha daripada jadi penulis. Sampai saat ayah saya bangkrut dan saya harus survive untuk kuliah; ya menulis lagi dan dari sana saya produktif menulis.

Sekarang…. sebelum anda memutuskan untuk menulis, baik menjadi penulis profesional atau sekedar hobi; pastikan anda memiliki MOTIVASI YANG BENAR.

Catat, rumuskan, taruh di depan meja tempat anda menulis. Itu yang bisa dorong anda menulis, seberapapun sulit dan lelahnya mendapatkan “tulisan pertama”.

Jangan cepat menyerah. Tuhan tidak mengharuskan kita sukses. Kita hanya diwajibkan berusaha terus menerus dan memperbaiki diri sebaik-baiknya. Jadi, benarlah berpikir, benarlah bertindak. Kesuksesan biasanya dampak dari usaha yang terus menerus dan tidak kenal menyerah.
.
Ari Kinoysan Wulandari
Griya Kinoysan University
Jadi Penulis Skenario? Gampang Kok!
Jadi Penulis Fiksi? Gampang Kok!

Please follow and like us:

Membahas tentang Konflik Cerita

Seri panduan penulisan. Pesan buku cetak bisa wa.me/6281380001149

Cerita atau fiksi yang menarik pasti ada konfliknya; ada masalah yang harus diselesaikan oleh tokoh tokoh cerita. Perjalanan dan proses penyelesaian masalah itulah yang menjadi daya pikat pembacaan sepanjang naskah. Berikut ini beberapa hal yang berkaitan dengan konflik cerita.

  1. Konflik adalah unsur fundamental dari fiksi karena dalam naskah fiksi, satu-satunya hal yang penting adalah MENARIK.
  2. Dibutuhkan keterampilan dan keahlian untuk mengubah tema-tema kehidupan ke dalam sebuah cerita; mulai dari kelahiran, pertumbuhan, cinta, keluarga, kerja, perjalanan, menua, hingga kematian.
  3. Konflik yang menghasilkan keteganganlah yang membuat cerita bisa dimulai. Ketegangan dapat diciptakan dari pertentangan antar karakter; karakter dengan kekuatan internal atau eksternal; bisa juga dengan kondisi.
  4. Dengan menyeimbangkan kekuatan yang saling berlawanan dari konflik, kita tetap bisa mengajak pembaca terpaku pada halaman naskah dan bertanya-tanya bagaimana cerita akan berakhir.
  5. Konflik yang bisa kita bangun, lebih kurang dari:
    • Protagonis terhadap individu lain
    • Protagonis melawan alam (atau teknologi)
    • Protagonis terhadap masyarakat
    • Protagonis terhadap Allah (atau keyakinannya)
    • Protagonis terhadap dirinya sendiri
  6. Konflik dapat dibangun dengan cara menggoda pembaca, tidak memberikan segala sesuatunya dan baru dibuka di akhir cerita.
  7. Konflik juga biasa dimunculkan dengan memberdayakan karakter-karakter utama, sehingga tensinya sangat tinggi.
  8. Kondisi yang surprise, tidak diperkirakan oleh pembaca juga dapat digunakan untuk menyajikan konflik.
  9. Karakter-karakter yang dari awal menimbulkan simpati dan empati pembaca, dapat juga kita jungkirbalikkan sebagai “antagonis” sehingga konflik menjadi terasa dan bisa menambah napas cerita.
  10. Yang penting diingat dari konflik, bentrokan yang sepele atau terlalu dangkal juga akan menyebabkan cerita yang dangkal dan kurang menarik.

Menulis adalah keterampilan pribadi. Seberapa pun banyaknya teori penulisan, tetap tidak bisa seratus persen kita ikuti. Karena setiap pribadi unik dengan cara dan ekspresi penulisannya. Yang pasti, menulislah dengan cara kita sendiri. Perhatikan apa saja yang penting sehingga cerita kita MENARIK dengan semua unsur yang membentuknya.

Happy Writing, Be a Good Writer 🙂
Jadi Penulis Fiksi? Gampang Kok!
Jadi Penulis Skenario? Gampang Kok!
Jadi Penulis Produktif? Gampang Kok!
Jadi Penulis Nonfiksi? Gampang Kok!
Manajemen Penulisan Kreatif Prinsip-prinsip Penyuntingan Naskah

Pesan buku wa.me/6281380001149

Ari Kinoysan Wulandari

Please follow and like us:

Setiap Naskah Memiliki Takdirnya Masing-masing

Gambar hanya sebagai ilustrasi. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Menulis adalah kebiasaan saya sejak belia. Karena biasalah, menulis saya menjadi kebisaan atau keahlian yang teruji oleh nilai nilai ekonomi dan standar kebaikan lainnya. Namun “menulis” dan “mempublikasikan” tulisan adalah dua hal yang berbeda.

Saat menulis, mungkin saya bisa lebih bebas daripada saat mempublikasikan naskah. Saya sebut mungkin, karena sejatinya untuk bisa menghasilkan tulisan yang baik; kita sudah dibombardir dengan serangkaian teori dan doktrin tentang menulis. Lebih lebih saat kita hendak mempublikasikan naskah –terutama untuk komersial, aturan dan seleksinya bisa sepanjang jalan kereta api 😅

Toh ya karena dunia menulis sudah seperti hidup itu sendiri bagi saya, maka menulis dan mempublikasikan naskah adalah satu paket yang saling mendukung. Prinsipnya, kalau nulis kita baik, publishnya pun lebih gampang. Kecenderungannya kalau proses publish nya gampang, bestseller, rating, box office nya juga mudah ❤️🙏

Toh dari pengalaman bertahunan, saya melihat bahwa dalam menulis, setiap NASKAH memiliki takdirnya masing-masing. Nggak setiap naskah bagus, bestseller. Nggak setiap naskah buruk, jeblok pasarannya. Ada banyak faktor yang mempengaruhi; kemasan, tema, moment, public figure, iklan, waktu rilis, resensi, review, film setipe, dll yang kadang itu tidak terprediksi.

Ada naskah yang kita tulis dengan totalitas yang sangat tinggi dan seluruh komponen industrinya dipersiapkan, tetapi ternyata jeblok di pasaran. Ada naskah yang sederhana kita siapkan tanpa fasilitas
yang berlebihan, ternyata melejit di pasaran dan jadi hits di mana-mana.

BESTSELLER adalah rahasia yang tidak terprediksi. Meskipun setiap penulis, penerbit, distributor, marketing selalu memiliki RUMUSAN tertentu, tapi itu semua TIDAK PASTI. Pun dengan film-film laris atau series yang rating dan mendapat skor tertinggi dalam hitungan platform. Semua serba tidak menentu dan tidak seperti 1+1=2.

Jadi, versi saya untuk urusan “laku laris” itu sederhanakan saja. Jangan tanya saya apa rumusnya bestseller, cukup menulislah dengan totalitas dan kapasitas terbaik, biarkan produksi membuatnya dengan versi terbaik mereka, lalu izinkan MANAJEMEN TUHAN yang mengaturnya. Ingat, kita tak pernah bisa MENDIKTE TAKDIR. Rezeki tiap orang sudah tertentu, yang tak akan tertukar atau SALAH TEMPAT 🙂

Ari Kinoysan Wulandari

Please follow and like us: