Soul Conference 10 (SC10) [6]: Intermezo, SM Juga Bisa Menemukan Emas Yang Hilang

Teman-teman di Soul Center Jogja selepas meditasi bersama. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Disclaimer:
Catatan ini mungkin nggak “nyambung” untuk Teman-teman non Soul Community (Soul Com), non warga Soulmates. Saya berasal dari Soul Com Joglosemar, Jogja🙏

Ada beberapa teman yang meminta saya menuliskan lagi kisah lainnya tentang penggunaan SM. Jadi saya sisipkan sebagai intermezo pengalaman SM yang belum saya tuliskan, sebelum saya lanjutkan cerita tentang SC10. 🙏

Sekitar bulan Agustus 2023, saya pernah kehilangan gelang emas kadar 22 karat seberat 20 gram. Saya tahunya saat wes di rumah setelah seharian di kampus. Sudah leyeh-leyeh malam hari jelang tidur. Ya Allah, sungguh paniklah saya dan njering (sedih, bingung, stres) beneran.

Itu duit yang nggak sedikit. Terus gelang itu bayarnya saya cicil sedikit demi sedikit selama setahun. Ketika itu saya masih kerja kantoran di Jakarta (2000 s/d 2011) dan jadi generasi sandwich yang menanggung hidup dan sekolah/kuliah banyak saudara, mengurus orang tua yang terpuruk gegara hutang.

Walaupun saat itu gaji saya 2 digit dalam jumlah besar, sungguh nyisihin 200 rb aja, bukan hal yang mudah. Ada saja urusan keluarga yang bikin saldo limit nggak bisa diambil lagi. Akhirnya saya memilih untuk membayar cicilan emas ini lebih dulu tiap bulan saat gajian, baru mengatur untuk semua keperluan.

Harga emas masih rerata 85-100 rb per gram. Jadi total harga 20 gram dengan ongkos buat perhiasan ya 2 juta. Saya nyicilnya 200rb an per bulan selama 10 bulan dengan tenggang 2 bulan (tanpa bunga karena nyicilnya di toko emas langganan). Kalau saya pas ada banyak rezeki, biasanya saya transfer lebih banyak biar lebih cepat lunas.

Saat itu saya belum mengenal model investasi emas batangan. Versi saya, beli emas dan punya emas itu sama aja bawa cash dan (pasti) nggak dicuil-cuil atau dikurangi, ditarik untuk ini itu seperti kalau kita ada uang di rekening. Emas mudah diuangkan di mana-mana, digadaikan pun tetap punya nilai tinggi.

Tenan malam itu saya semlengeren dan sampai lama nggak bisa tidur. Saya mencoba mengingat-ingat ke mana aja seharian itu dan kira-kira gelangnya jatuh di mana. Karena di tahun 2023 harga emas per gram sudah 1,1 sd 1,2 juta. 20 juta kok hilang begitu saja tanpa saya tahu di mana jatuhnya atau hilangnya.

Saya melacak dengan SM berkali-kali dan merujuk kalau gelang itu ada di rumah. Ya wes, besok libur saya cari. Toh gelang itu nggak ketemu sampai berminggu-minggu. Akhirnya saya mupus, ya wes mungkin ada kekurangan sedekah saya yang njur diambil dari emas itu. Kalau enggak dan karena jelas asal usul dan kehalalan duit untuk belinya, pasti gelang itu akan kembali ke tangan saya.

Mbak Hanik, penjaga gawang Soul Center Jogja. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Kemudian nggak sengaja saya lihat buku tentang SM. Membaca ulang. Saya seperti tersadarkan lagi. Oh makin spesifik atau jelas pertanyaannya, makin jelas pula jawabannya. Saya pun SM lagi. Kali ini saya menggunakan pertanyaan yang spesifik tempat.

Dan ya Allah… tahu enggak gelang itu di mana? Tergeletak begitu saja di pot tanaman depan rumah. Pasti gelang sudah berminggu-minggu di situ. Persis SM saya di rumah bagian mana, ketika saya tanya apakah di tempat tanaman, radiasi energinya 10 😂 Sadarlah saya kenapa kemarin-kemarin gelang itu nggak ketemu. Bukan SM nya yang bermasalah, tapi pertanyaannya yang kurang jelas atau kurang spesifik😁😂

Mungkin kunci gelang terlepas saat saya beberes tanaman njur jatuh dan saya nggak sadar. Setelah itu nggak saya pakai lagi. Kapok ngerasain semlengeren nyaris semalaman gegara kehilangan nilai uang sebanyak itu. Apalagi kalau sekarang ya, emas sudah tembus 3 juta per gram. Beuuh, bisa gulung koming nangisnya. Untung ada SM 🥰🥰

Teman-teman yang sudah tahu SM dan punya pengalaman-pengalaman seru, boleh juga dong share-share. Meskipun nggak di forum macam SC10, kalau punya sosmed pribadi, ya share saja di sana. Kalau menuliskan pengalaman pribadi itu juga akan membantu mengurangi beban otak kita untuk mengingat macam-macam detail; yang seharusnya sudah kita letakkan (nggak diingat-ingat lagi).

Mencatat pengalaman pribadi selain untuk mengingat secara personal, juga sebagai sarana membantu menyebarluaskan tentang Soul. Iya dong, jangan sampai manfaat Soul berhenti di kita saja. Siapa tahu di luar sana ada banyak orang yang sebenarnya sangat membutuhkan Soul untuk menyelamatkan jiwa raganya. 🙏

Biar orang-orang di luar sana juga bisa lebih banyak mengenal dan tidak menyalahpahami tentang Soul. Karena ini bukan ilmu klenik, bukan magis. Soul itu ilmu tentang pengenalan jati diri manusia secara utuh berbasis energi dengan menyandarkan diri pada kekuatan dan energi Tuhan. Pasti relate dengan semua budaya, semua agama. Nggak ada sajen-sajen, dupa-dupa, ritual-ritual, atau aliran tertentu yang nggak berdasar.

Untuk Teman-teman non Soul Com yang kebetulan membaca catatan saya ini, coba cek saja youtube Bunda Arsaningsih yang berkaitan dengan meditasi online setiap hari Rabu. Atau ya diskusi dan kuliah-kuliah Bunda Arsaningsih lainnya di youtube. Coba ikuti saja itu dulu sebagai bentuk kenalan dengan Soul. Kalau cocok ya bergabunglah, siapa tahu segala problem hidupmu bisa terselesaikan lewat Soul. Sama seperti slogannya: Soul is Solution. 😀

Nah itu intermezo tentang salah satu pengalaman saya dengan SM. Pada bagian berikutnya saya akan kembali mengulas kelanjutan SC10. Tunggu ya…

Bersambung
Ari Kinoysan Wulandari

Please follow and like us:

Satu Balasan untuk “Soul Conference 10 (SC10) [6]: Intermezo, SM Juga Bisa Menemukan Emas Yang Hilang”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *