Soul Conference 10 (SC10) [5]: Siapkan Dirimu untuk Ilmu Baru

Pemandangan pagi hari di depan kamar saya, di villa kami menginap. Gak perlu nyari-nyari sunrise😀 Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Disclaimer:
Catatan ini mungkin nggak “nyambung” untuk Teman-teman non Soul Community (Soul Com), non warga Soulmates. Saya berasal dari Soul Com Joglosemar, Jogja🙏

Selamat Tahun Baru 2026 untuk seluruh keluarga, kawan, sahabat, kerabat, relasi, tetangga, dan semua sahabat Soul Community di manapun berada. Bertambah sehat, damai, sejahtera, bahagia dan panjang umur kita semua. 😍😘

Akhir tahun saya dibuat terkaget-kaget dengan “tambahan” gaweyan yang bikin hectic. Niat saya menulis SC10 sempat tertunda. Tetap saya usahakan untuk bisa menuliskan semua moment dari awal hingga akhir. 💪

Full energi untuk belajar penuh di hari ke-2. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Pada saat balik ke villa, saya biasa saja. Mandi, bebersih, sholat dan beranjak tidur. Hana bilang mau ngopi-ngopi dengan kawan-kawan lainnya. Saya meneruskan niat tidur. Dan ya, Hana balik ke kamar sudah jam 2 atau 3 dini hari (cmiiw).

Keesokan paginya, aktivitas standar. Kami siap-siap, sarapan, berangkat ke SC10. Oh ya, di hari pertama saya sudah ketemu Zaka, tapi karena masih sana-sini, kami belum sempat ngobrol banyak. Kamar dia pun saya lupa ada di lantai bawah atau atas.

Saya dengan Zaka yang sekarang jadi anggota Soul Com Kalimantan. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Hari kedua adalah core atau inti acara SC10. Kegiatan dimulai dari pagi sampai malam. Begitupun kegiatan kali ini. Saya sudah agak niat cari kursi di barisan tengah. Biar nanti bisa jumpa Bunda Arsaningsih dan pelukan lagi 😀

Jadi waktu disuruh pindah ke depan pinggir sama panitia, saya geleng-geleng aja. Kemarin saya di sana, wes bablaz nggak foto-foto sama narasumber. Sekarang wes di sini ajalah. Kalau bolak-balik ke toilet juga nggak jauh dari pintu.

Bu Dokter (Bu Desak) di samping saya ini sudah punya cucu. Awet muda ya? Dari tahun ke tahun saya ngelihatnya segitu-gitu aja. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Pokoknya hari itu saya yakin siap banget belajar. Beuuh semua diukurin kudu Bahagia 10 dulu. Kalau nggak suruh genepin dulu. Saya? Lha ya wes jelas happy teruz. Semalam tidur nyenyak, mandi air hangat, shubuh dengan tenang, sarapan enak, berangkat SC10 tinggal duduk manis di bus, ketemu teman-teman yang luar biasa baik. Alhamdulillah. Coba ingat-ingat itu Ari. “Fabi ayyi aalaa-i robbikumaa tukazzibaan; maka nikmat Tuhan manakah yang engkau dustakan.” (QS Ar Rahman)

Yach, SC10 kali ini temanya bertumbuh menyeluruh. Ya, setiap fase hidup selalu datang membawa undangan sunyi: sudah siapkah kita bertumbuh lebih luas, lebih baik dari kemarin?

Ilmu baru nggak selalu hadir dalam bentuk buku tebal atau ruang kelas formal. Kadang ia datang lewat perjumpaan, percakapan, dan keberanian untuk membuka diri. Termasuk dalam kegiatan SC10 ini.

Mbak Dyah yang sekarang jadi anggota Soul Community Lombok. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Perjalanan SC10 hari kedua ini dimulai dari sharing tentang penggunaan SM (Soul Meter) alat refleksi diri yang membantu kita membaca, menghitung radiasi energi. SM versi saya adalah metode yang luar biasa. Dengan SM masing-masing kita sesungguhnya diminta untuk menyadari: di titik mana energi kita berada, luka atau emosi negatif apa saja yang masih tersimpan, dan potensi apa yang perlu dibangunkan. SM mengajarkan satu hal penting: mengenali jati diri adalah langkah awal menuju perubahan yang utuh.

Saya menyimak ada banyak orang dari beragam latar belakang yang menggunakan SM untuk berbagai kepentingan. Semuanya mengarah pada satu hal: kemudahan hidup dengan hitungan energi yang lebih pasti.

Saya pribadi menggunakan SM bolak-balik untuk beragam keperluan. Teman-teman silakan cek catatan saya tentang SM di blog ini juga. Ada banyak kisah, ada banyak wooow… kok bisa begitu ya?

...dr. Tya. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

SM ini menyelamatkan saya dari banjir di Bali sekitar Juni lalu. Dua hari sebelum banjir, saya ada di Bali. Sudah rencana mau tinggal untuk meneruskan piknik ke Pagringsingan. Dengan situasi terang benderang, panas membara, non prediksi hujan deras, SM saya dari lokasi nginep ke TKP kecil-kecil bahkan ada yang O koma. Beuh nuruti logika, saya tinggal. Ngikuti SM, saya balik. Selamatlah saya nggak terjebak banjir; kalau tinggal, area tempat saya nginap juga kebanjiran. Subhanallah. Energi nggak pernah bohong.

Saya masih sering takjub dan kagum dengan Bunda Arsaningsih. Lha ilmu sehebat dan sekeren itu, diajarkan dengan begitu mudah ke siapa saja yang mau belajar dan sudah memenuhi prosedur kelayakan energinya. Pokoknya love you, Bunda. ❤️❤️ Terimakasih atas ilmunya yang luar biasa ini.

Jadi saya bisa memahami kalau Teman-teman yang sharing di panggung SC10 ceritanya adalah cerita tentang kekagetan, surprise, ketakjuban, kekaguman pada betapa “ajaibnya” SM ini. Saya yakin mereka yang sudah mengenal ilmu ini, pasti punya segudang pengalaman seru kalau diceritakan.

… dr. Rastho. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Nah, setelah itu ada sharing tentang logo SC10. Ternyata itu diambil dari gambaran gajah, dan filosofi yang diambil berasal dari “gajah oling” yang ternyata artinya gajah eling, gajah yang ingat. Haha… dulu saya pikir gajah oling ki gajah nggoling atau gajah yang terjatuh😂😁

Filosofi gajah oling ini merupakan simbol kearifan lokal (Banyuwangi) yang menyimpan pesan mendalam tentang kesadaran dan kelenturan jiwa. Gajah oling nggak mengajarkan perlawanan, melainkan eling; kesadaran untuk kembali ke pusat diri. Konsep ini mengingatkan kita bahwa kekuatan sejati bukan pada kerasnya langkah, tapi pada kebijaksanaan dalam menapaki hidup.

Selanjutnya sharing tentang ilmu jiwa yang disajikan dr. Rastho. Meskipun berusaha menegakkan kuping dan pikiran (konsentrasi), bagi saya tetap nggak mudah memahaminya. Mutlak itu karena saya nggak ada basic pengetahuan ilmu jiwa. Sayangnya peserta nggak diberi copy ppt dari pemateri. Kalau nggak mudeng atau nggak di lokasi, ya wes bablas lah…😆😅 Mungkin ada baiknya dishare bentuk pdf ke masing-masing peserta oleh admin seperti memberitahu urutan absen via WA itu. Sekurangnya bisa dibaca lagi.

Bu Gung dengan pengalaman hidup yang luar biasa. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Setelah itu sharing Pak Agung. Saya agak lupa urutannya, dr. Rastho atau Pak Agung yang lebih dulu, cmiiw. Sharing Pak Agung juga berkaitan dengan ilmu jiwa, internal Soul, dan sebagian ilmu marketing. Antara ilmu jiwa dan ilmu marketing ini sering dianggap bertolak belakang, padahal sejatinya saling melengkapi. Marketing bukan sekadar menjual produk, tapi memahami manusia secara utuh: emosi, kebutuhan, dan nilai.

Itulah yang saya tangkap sebagai konsep dasar yang ada di Soul, memahami manusia secara utuh. Ketika jiwa dipahami, strategi menjadi lebih beretika, lebih jujur, dan lebih bermakna. Di sinilah pertumbuhan nggak lagi parsial, melainkan bertumbuh secara menyeluruh: pikiran, perasaan, dan tindakan berjalan searah.

Bunda Arsaningsih mengulas banyak tentang bertumbuh menyeluruh ini. Bahasa Bunda sederhana dan nggak njelimet penuh istilah “asing”. Sambil leyeh-leyeh pun kalau mendengarkan kuliah Bunda, saya bisa memahaminya. Cuman kalau Bunda yang bicara (dari nyimak banyak materi di youtube), saya malah kayak dininabobokkan njur ngantuk dan tertidur😂 Untung pas SC10 nggak tertidur. Sadar diri dan saya melek karena malamnya tidur nyenyak.

...Mbak Nana, anggota Soul Community Bali yang saat SC8, kami banyak sekali sharing. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Pas Bunda memberi materi, banyak orang yang berebutan naik ke panggung. Karena mau diukur-ukur dengan SM untuk berbagai kepentingan “contoh” mereka yang biasa saja, yang sudah upgrade, dll tingkatan dalam menyelesaikan beragam masalah atau mengetahui kecepatan dan kekuatan menerima energi Tuhan. Bunda juga membahas tentang Jonathan (Jo, putra Bu Iin) yang mengikuti Soul sejak anak-anak (Soul Kids) dengan kondisi khusus yang membuat orang tuanya harus ekstra merawat, lalu tumbuh lebih baik, lebih wajar seperti orang lainnya hingga sekarang. Beuh, mata saya mengembun saat Jo dan Bu Iin cerita tentang pengalaman dengan Soul yang membuat hidup lebih berharga dan lebih bijak. Proud of you, Bu Iin 😍❤ Dan turut berduka cita atas meninggalnya suami tercinta 🙏

Puncak dari proses belajar hari ini adalah meditasi dituntun Bunda Arsaningsih. Tujuannya untuk membuka cakra mahkota lebih luas agar kita bisa menerima energi Tuhan lebih banyak. Kalau lebih banyak energi Tuhan yang kita terima, hidup kita bisa lebih sehat, lebih damai, lebih makmur berkelimpahan, lebih selaras harmonis dengan sesama dan semesta. Dengan demikian kita bisa memberikan lebih banyak manfaat untuk diri sendiri, sesama manusia, dan semesta.

Dalam hening, setiap peserta diajak melampaui kebisingan pikiran, menyentuh ruang kesadaran tertinggi, dan merasakan keterhubungan dengan Tuhan, sang sumber kehidupan. Nggak ada paksaan, nggak ada standar persamaan. Meditasi di sini menjadi suatu pengalaman personal yang jujur dan membumi.

...Megu, saya menyebutnya seksi heboh Tim Soul, warawiri sanasini 😀 Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Duh, saya merinding merasakan energi lembut yang begitu hangat dan memenuhi ruangan SC10. Energi yang menyejukkan dan menenangkan jiwa. Adem banget di hati. Bunda Arsaningsih seperti dikelilingi cahaya lembut yang berpendar cantik dan indah, begitu terang, tapi nggak menyilaukan mata. Subhanallah ❤️

Saya yakin Teman-teman yang ada di ruangan SC10 saat itu dan tahapan belajar ilmunya di Soul sudah lebih tinggi tingkatan daripada saya atau yang memang mata batinnya terbuka, pasti bisa melihat dan merasakan hal ini dengan terang. Hati dan jiwa pun menjadi tenang. Hidup seolah sudah begitu mudah dan nggak dipenuhi dengan aneka keinginan-keinginan di luar jangkauan. Karena sejatinya kita hidup ya tinggal menjalani takdir dengan sebaik-baiknya.

Situasi saat di ruangan sisi kiri dari jalan tengah. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Semua persoalan hidup seolah ikut “menghilang” berganti dengan kepasrahan pada Tuhan untuk menyelesaikan atau memberikan solusi pada semua urusan kehidupan. Seolah-olah Tuhan sedang berbicara dengan lembut, “Tenanglah, HambaKu. Mari sini dekat denganKu! Akan Kuselesaikan semua urusanmu.”

Jika kita mendekati Allah dengan berjalan (berupaya mendekat melalui ibadah dan ketaatan), maka Allah akan mendekati kita dengan berlari (memberikan rahmat, ampunan, dan balasan yang jauh lebih cepat dan besar). Ini sesuai hadits Qudsi yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim.

Tim pentas Joglosemar yang memakai baju adat. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Usai meditasi kami break makan malam. Selanjutnya ruang ekspresi dibuka melalui pentas seni budaya dari masing-masing Soul Community; Joglosemar, Bali, Lombok, Jakarta, dll. Tarian, musik, puisi, dan simbol-simbol tradisi tampil bukan sebagai hiburan semata, tapi sebagai bahasa jiwa. Di sanalah ilmu menjelma menjadi rasa hati, yang menemukan wujudnya.

Hakikat dari SC10 ini pada akhirnya memang bukan tentang siapa yang paling tercerahkan, tapi tentang keberanian untuk belajar kembali: dari diri sendiri, dari sesama, dari budaya, dan dari semesta. SC10 mengajarkan untuk terus belajar dengan rendah hati dan sikap terbuka. Dengan demikian kita bisa menyerap ilmu lebih banyak dari mana saja. Dan setelah itu jangan berhenti, tapi sebarkan, teruskan agar menjadi ilmu yang bermanfaat bagi orang lain. Sejatinya sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang banyak memberi manfaat pada sesama dan semesta.

Atas dengan teman-teman Soul Community Joglosemar. Bawah dengan Teman-teman Soul Community Bali. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Malam itu ruangan SC10 jadi meriah dengan ekspresi kegembiraan. Menyanyi, menari, berjoged, tertawa bersama, berfoto ria, dll demi memeriahkan acara. Saya berangkat sebagai peserta SC10, pulang menjadi banyak kawan dan saudara. Soul mengajaekan cara-cara sederhana agar hidup lebih mudah, lebih bermanfaat, dan lebih berharga. Bergembiralah, berbahagialah, bersyukurlah, maka hal-hal baik akan datang dengan mudah dalam hidupmu.

Jadi, kalau kamu mau mendapatkan ilmu baru di manapun, siapkan dirimu. Guru atau sarana medianya akan datang kalau dirimu sudah siap belajar dan membuka diri. 🤩💪

Bersambung
Ari Kinoysan Wulandari

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *