
Sebagian dari Soul Com Jogja, usai makan siang. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.
Disclaimer:
Catatan ini mungkin nggak “nyambung” untuk Teman-teman non Soul Community (Soul Com), non warga Soulmates. Saya berasal dari Soul Com Joglosemar, Jogja🙏
Jujurly, hari berangkat ke Banyuwangi itu saya beneran lelah. Pagi ke kampus dengan ragaman gaweyan yang tahu-tahu saja sudah Dhuhur. Saya langsung pergi dengan beberapa gaweyan yang jadi pe-er.
Sampai rumah beberes dan packing, mandi, sholat njur berangkat. Untung saya wes biasa pergi, jadi packing cepat dan praktis. Nggak sampai sejam wes rampung untuk pergi 5 hari.
Saat sampai SPBU Adisutjipto depan Lombok Ijo itu saya sempat telpon Mas Robert memastikan pick up saya. Lho ternyata SPBU bandara, saya salah ambil titik mobil online. Ya wes tinggal nambah charge saja. Sesampai di sini saya makan minum di gerai donat dan beli bakpao untuk bekal.
Nggak lama dari itu, bus rombongan sudah datang. Kalau kita ketemu teman-teman Soul Com itu auranya memang beda ya. Adem dan menenangkan. Saya menyalami dan menyapa semuanya, tapi beneran nggak semua nama saya ingat. Ketahuan saya anggota Soul yang nggak rajin ke center buat meditasi bersama 😂🙈🙏
Begitu di bus saya celingak-celinguk nyariin si Zaka, kawan saya pas S-2 di UGM, katanya ikut kok nggak kelihatan batang hidungnya. Bu Rai bilang dia masih di Samarinda dan akan nyusul besok. Ooh begitu. Saya pun ngobrol beberapa hal dengan Bu Rai dan Mbak Ririn. Setelah beberapa waktu, pamitan tidur.

Wajah-wajah semangat mo belajar. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.
Saya nggak ingat berapa kali bus berhenti, tapi sadar pas di rest area Surabaya. Makan malam. Ya ampun, saya ki pingin makan ayam KFC tapi kok ada yang dumeling (seperti muncul di hati); aah nanti di SC10 juga dapat, ngapain beli. Di sini ayamnya kecil-kecil, mahal pula😂 Akhirnya saya belok arah, makan bakso komplit sekenyangnya. Saya duduk dengan Bu Nyoman yang makan pecel (cmiiw).🙏
Dan ya, Subhanallah hari 1, hari 2, makan di hotel Aston tentu nggak ada ayam KFC. Lhah pas di Djawatan jeeng-jeeng…., dibagikan makan nasi box. Lho tenan ayam KFC dengan nasi sauprit (kecil), sementara ayam crispynya segede gaban 😂 Saya pas dapat 2 potong lagi. Puas betul rasanya… 😋🥰
Jadi beneran lho kalau hati kita pas bersih tuh, keinginan kita pun kayak langsung “dikasih tahu” ini baik, itu buruk, jangan begini, ikut itu saja, dll. Dan dari pengalaman saya hampir 7 tahun mengenal Soul, itu sudah berulang kali terjadi. 🥰
Sepanjang jalan saya lebih banyak tidur. Terbangun lagi di rest area sebelum masuk hutan Situbondo, dan tahu-tahu sudah sampai villa tempat kami menginap. Jadi, maafkan kalau saya nggak bisa cerita banyak tentang perjalanan saat berangkat. Meskipun rerame teman-teman cerita, saya tetap tidur dan nggak tahu mereka ngobrol apa saja.
Alhamdulillah. Villanya luas dan bersih. Saya satu kamar dengan Dik Hana. Beuh dia ini perjuangannya lebih banyak. Dari Wonosobo ke Jogja, lalu berangkat bersama rombongan ke Banyuwangi. Begitu sampai hotel saya beberes mandi, ganti pakaian tidur. Usai Shubuh, saya terkapar lagi: tidur.
Oh ya, untuk Teman-teman Muslim yang ikut acara Soul, karena ini lintas agama lintas budaya; silakan atur urus sendiri waktu sholatmu. Saya biasanya memanfaatkan keringanan ibadah saat perjalanan. Kalau ketemu masjid bagus dan bisa sholat jamak (gabung Dhuhur Ashar atau Maghrib Isya) ya saya lakukan. Tapi kalau nggak kondusif, biasanya saya sholat di kendaraan. Begitupun dengan Shubuh, pokoknya di manapun tetaplah terhubung dengan Tuhan sesuai agama dan kepercayaanmu masing-masing.
Saya tidur sampai matahari benderang. Oh ya, kamar saya cukup luas. Standar hotel bintang 3. AC, air panas dingin, wifi, air minum, teko pemasak air, dll cukup komplet. Cuman nggak ada peralatan mandi. Saya karena wes bawa, nggak ribet lagi soal itu. Dan terimakasih Mas Robert, Mbak Tika yang sudah nyariin kami villa bagus tur murah.😀

Lontong kupang yang kelihatannya enak dan full kerang, tapi nggak bisa saya makan. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.
Pagi itu kami wes diopyaki sarapan oleh Mbak Rischa dan itu bikin saya bengong. Kan acara jam 14 an nanti, kenapa heboh betul pagi-pagi? Oh iya, ibu-ibu biasa pagi-pagi sibuk siap-siap kerja, masak, nyiapin anak sekolah, nganterin pula. Jadi wes jelas biasa bangun pagi-pagi.
Saya turun makan dengan Dik Hana. Tapi masih dengan setengah nyawa saya. Ya Allah, kok masih lelah ya. Usai sarapan saya naik ke kamar lagi (kamar saya di lantai 2). Niat tidur lewat karena cerita-cerita dengan Dik Hana. Ya pengalaman spiritual setiap orang beda. Alasan bergabung ke Soul pun beragam. Tapi kesejenisannya adalah memperbaiki diri untuk hidup sehat tenang damai sejahtera, kembali kepada Tuhan dengan sempurna.
Jam 12 an kami diminta siap-siap; karena harus makan dulu sebelum ke acara. Saya wes sadar diri gakbawa kaos Soul is Solution karena itu di Tulungagung dan nggak sempat pulang ambil. Saya wes niat saja pakai kaos putih celana merah. Praktis. Tenang, nggak diusir kok nggak pake kaos Soul. Mung beda aja sama kawan-kawan lainnya.
Pas mau keluar lha kok Mbak Rischa ngaruhke. “Mbak kaosmu neng ndi?” “Di Tulungagung nggak sempat ambil.” “Pakai kaosku aja! Sik, tapi ukurane muat ora? Coba ya.” Dia terus ke kamar dan langsung balik bawa kaos Soul. Diberikan pada saya dan langsung saya rangkap saja begitu. Agak ketat, tapi ya wes ben.
Dia bilang selain bawa 2 kaos, juga bawa 2 jaket dan kepake semua. Jaketnya dipinjamkan Bu Ririn, kaosnya dipinjamkan ke saya. Terniyaaat😂😅 Maturnuwun ya, Mbak.. Tapi ya itu hal biasa di Soul. Orang orang yang penuh kasih sayang, saling membantu, saling berbagi, saling memberi, saling support.
Pokokmen kalau jiwamu nggak penuh kasih dan senang berbagi, sebentar aja pasti ketendang sendiri dari Soul, ya karena nggak sejenis. Nggak satu frekuensi, beda channel. Kalau nggak satu frekuensi kan pasti nggak nyambung. Burung-burung aja selalu terbang dengan kawanannya. Serupa betul, meskipun sebenarnya nggak sama. Di Soul pun begitu. Orangnya beda-beda, fisiknya beragam, tapi jiwanya setipe; satu model kebaikan untuk semesta.
Kami makan siang di foodcourt dengan aneka makanan. Salah satunya lontong kupang. Di Surabaya saya makan jenis olahan ini dan senang karena enak. Bumbunya banyak, isian nya udang kecil-kecil yang melimpah. Bayangan itu yang bikin saya memesan di sini. Bhadalah Gusti Allah, nggak sesuai impian saya. Isinya kerang-kerang (selain saya rada paranoid karena pernah keracunan kerang); sungguh ini versi saya, amis, kotor, dan kalau saya paksa teruskan mencium aromanya bae wes bikin mual; maafkan🙏
Jadi saya sorongkan ke tengah meja setelah saya makan lontongnya. Mider keliling mo pesan (indo)mie goreng atau rebus saja. Ndilalah bakule wes gakmau melayani. Ya ampun, akhirnya saya membeli jajanan itu ini yang sekira berat cukup untuk mengisi perut. Yach begitulah, ada yang nggak berkenan di hati saya. Makanya hitung SM saya pas ke SC10 ini nggak sempurna 10, karena ada beberapa hal yang bolong.
Bersambung
Ari Kinoysan Wulandari

Bu Ari salam kenal, saya krista dari soulmates Banten, matur nuwun sharingipun
Sehat, damai dan berkelimpahan ❤️