Umroh Istimewa (15): City Tour Mekkah

Sudah banyak areal hijau seperti ini di Mekkah. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Ketika umroh pertama sudah selesai, jamaah diminta istirahat sehari dan konsen beribadah di Masjidil Haram. Setelah itu ada umroh kedua, city tour Mekkah dan kepulangan. Saya yang sudah nglegawa ikhlas menyadari kondisi fisik, nggak memaksakan diri mengikuti semua kegiatan.

Saat badan terasa mampu, saya ikut. Kalau tidak, saya duduk-duduk di bus atau di areal wisata dan nggak ikut ke sana kemari. Rugi? Secara kasat mata mungkin iya. Tapi saya yakin Allah sudah mengatur sebaik-baiknya dan lebih tahu yang saya perlukan dan inginkan daripada siapapun.

Menyenangkan sekali ketemu Bu Neli dan Bu Nunu. Di Jabal Tsur. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Perjalanan city tour Mekkah merupakan wisata spiritual yang sangat kaya dan sarat makna, meliputi beberapa situs paling suci di sekitar Mekah, dan diakhiri mengambil miqat (niat berihram) untuk umroh yang kedua. Perjalanan ini umumnya dilakukan sebagai bagian dari ziarah (kunjungan) di sekitar Mekah, atau sebagai rangkaian pelaksanaan ibadah umroh.

Pertama, kami ke Jabal Tsur (Gunung Tsur). Gunung ini trletak sekitar 4-7 km di selatan Masjidil Haram. Ini adalah tempat bersejarah di mana Nabi Muhammad SAW dan sahabatnya, Abu Bakar As-Shiddiq, bersembunyi dari kejaran kaum Quraisy selama tiga hari tiga malam saat hijrah (migrasi) ke Madinah.

Aslinya hanya mau duduk ben gak capek. Di Jabal Tsur. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Perjalanan mendaki ke puncak untuk melihat Gua Tsur adalah pendakian yang cukup menantang (biasanya memakan waktu 1-2 jam). Jamaah umroh kami nggak ada yang naik dan memang nggak disarpraskan untuk ini. Pemandangan dari sekitar gunung juga indah, tetapi fokus utamanya adalah merenungkan perlindungan Ilahi dan keberanian Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar.

Selanjutnya kami melihat Padang Arafah. Terletak sekitar 20-25 km di timur Mekah. Ini adalah lembah luas yang menjadi puncak dari ibadah haji. Wukuf (berdiam diri) di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah adalah rukun haji yang menentukan sah atau tidaknya haji.

Jabal Rahmah. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Di luar musim haji, Arafah adalah area yang tenang, tetapi pengunjung bisa merasakan keagungan tempat ini, membayangkan jutaan jemaah yang bersimpuh memohon ampunan. Di sini juga terdapat Masjid Namirah.

Perjalanan berikutnya, kami ke Jabal Rahmah (Bukit Kasih Sayang). Ini merupakan bukit kecil yang berada di tengah Padang Arafah. Menurut riwayat, di sinilah Nabi Adam dan Siti Hawa bertemu kembali setelah berpisah ratusan tahun pasca diturunkan ke bumi, dan diyakini Nabi Muhammad SAW menyampaikan khutbah terakhirnya (Khutbah Wada’) di dekat bukit ini.

Di areal Muzhdalifa. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Banyak jemaah dari rombongan lain yang memilih untuk naik ke puncaknya; ditandai dengan sebuah tugu. Tempat ini populer untuk berdoa dan bermunajat, memohon kasih sayang dan pengampunan Allah. Tapi jamaah umroh kami mayoritas nggak ke atas. Saya sudah pernah naik ke puncaknya pas umroh ke-1 dan 2, cukup perlu energi ekstra dan kaki-kaki yang kokoh.

Setelah itu, kami pergi ke Muzdalifah. Sebuah lembah terbuka yang berada di antara Arafah dan Mina. Jemaah haji akan bermalam (mabit) di sini setelah wukuf di Arafah, mengumpulkan kerikil untuk melempar jumroh. Saat dikunjungi di luar musim haji, kita akan melihat area yang sangat luas dengan fasilitas tenda, dan dapat merenungkan pentingnya persinggahan dan persiapan spiritual sebelum tahap berikutnya dari haji.

Makan siang sebelum umroh kedua. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Setelah itu kami melintasi Mina. Dikenal sebagai “Kota Tenda,” Mina adalah lembah yang berada sekitar 5-8 km di timur laut Masjidil Haram. Jemaah haji bermalam (mabit) di sini dan melakukan ritual lempar jumrah (melontar batu). Di sini kita dapat melihat lokasi Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah (tempat lempar jumrah). Berkunjung ke sini membantu memvisualisasikan bagaimana Nabi Ibrahim AS menghadapi godaan setan.

Perjalanan pun diteruskan ke Ji’ronah. Tempat untuk mengambil miqat kedua. Miqat adalah batas tempat seseorang harus berniat ihram (memulai umroh) dan mengenakan pakaian ihram. Ji’ranah adalah sebuah desa yang terletak sekitar 25 km di timur laut Mekah. Ini adalah salah satu tempat miqat yang direkomendasikan untuk penduduk Mekah atau bagi siapa pun yang ingin melakukan umrah sunnah (umrah kedua) setelah menyelesaikan umroh wajib. Di sana terdapat sebuah masjid kecil (Masjid Miqat Ji’ranah) tempat jemaah melakukan mandi sunnah, berwudu, mengenakan pakaian ihram, dan berniat ihram (talbiyah) untuk umroh sebelum kembali ke Mekah untuk melaksanakan Thawaf dan Sa’i.

Perjalanan yang menggabungkan lokasi-lokasi sejarah kenabian (Jabal Tsur), rukun haji (Arafah, Muzdalifah, Mina), dan praktik umroh (Ji’ranah) ini, memberikan pemahaman tentang sejarah dan ritual Islam.

Bersambung
Ari Kinoysan Wulandari

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *