Bali Lovina (10): Budget dan Review

Tersenyumlah yang lebar agar rezekimu melimpah ruah. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Ikut OT dengan Sering Travel versi saya menyenangkan secara umum. Budget untuk 4D3N Bali Lovina (hanya) 1,250 juta plus 50 rb untuk upgrade bus. Total 1,3 jt wes hampir semua tercover untuk mereka yang baru pertama kali ke Bali. Rasah keluar duit lagi kecuali untuk keperluan pribadi.

Seperti yang saya tulis sebelumnya, kalau ikut OT berarti saya nyiapin 100-150% dana dari sejumlah biaya bayar tripnya. Ini demi “rasa aman” saya pribadi. Kalau biaya OT 1,3 jt; berarti saya nyiapin (lagi) lebih kurang 2 jt; dalam bentuk cash dan uang digital. Untuk apa saja dana itu? Silakan cek-cek. Ingat ya, tiap orang bisa berbeda-beda anggaran dana dan penggunaannya. Tinggal menyesuaikan saja dengan keperluan masing-masing.

Pantai Pandawa. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

  1. Biaya transport dari rumah ke mepo PP @60 rb = 120 rb
  2. Biaya sarapan hari pertama 60 rb (optional sesuai keperluan masing-masing; saya perlu sarapan di luar karena lembur gaweyan dan baru beres saat mau berangkat)
  3. Bayar makan yang nggak ditanggung biro 2x atau 3x makan (sesuai keperluan) @50-60 rb an = 180 rb (terbesar kepake di resto seafood)
  4. Biaya sewa pakaian adat @50 rb = 50 rb
  5. Biaya tiket tari kecak @100 rb = 100 rb
  6. Biaya beli minuman permen 4 hari @30-50 rb per hari = 200 rb (di bus Sering Travel ada dispenser, bisa dimanfaatkan bagi yang mau hemat atau skip anggaran beli minum kemasan)
  7. Biaya ke toilet (sesuaikan keperluan masing-masing) @2-10 rb × 4-5 kali × 4 hari = 80 rb s/d 100 rb. Beberapa toilet gratis, beberapa bayar 10 rb.😜 Khusus bagian ini siapin uang receh 2 rb, 5 rb dan 10 rb. Daripada dibilang nggak ada kembalian dan 10 rb mu melayang, padahal kudunya cuman bayar 2 rb 😁
  8. Beli oleh-oleh (optional, sesuaikan keperluan). Kali ini saya beli cukup banyak. Tetangga kiri kanan sudah serasa keluarga dan juga untuk teman-teman kantor. Versi saya, lebih gampang memberikan makanan habis pergi –ada alasan berbagi). Cek-cek nota pembelian ada 750 rb an (ini ukuran saya cukup besar, di Jogja bisa untuk biaya makan 1 keluarga 15 hari 😄). Tentu banyak juga oleh-oleh untuk diri sendiri. Untuk berbagi ini, kalau saya sedang banyak keperluan dan budget tipis, saya skip. Hanya beli oleh-oleh yang betul-betul saya kepingin dan hanya ada di tempat itu. Nggak bawa oleh-oleh bukan hal yang tabu bagi saya setelah bepergian. Lha memangnya situ mau gantiin uangnya? 😜 Syukur alhamdulillah, di sekitar saya juga bukan tipikal orang-orang usilan minta oleh-oleh. Semua sadar, bepergian, piknik bukan berarti duit kita (selalu) berlebihan.
  9. Lain-lain sosial; isi kotak mesjid, isi kotak toilet non charge, dll. = 50 rb
  10. Dana darurat @50 rb per hari = 200 rb (nggak terpakai).

Tanjung Benoa. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Total 1.810.000 (nggak terpakai 200 rb; pengeluaran 1.610.000). Duit yang saya siapin 2 juta; jadi masih tersisa 390 rb an. Ya masih aman to? Bisa ditabung lagi untuk OT berikutnya. Saya happy, nggak ngirit-ngirit banget, juga nggak boros dan wes memenuhi semua prioritas keinginan saya pas ikut OT ini. Alhamdulillah. Wes kesampaian ke Pantai Lovina liat lumba-lumba dan ke Desa Panglipuran. Kalau trip pribadi dan ngurus sendiri? Beuh bisa berlipat pengeluarannya; transportnya aja pasti pesawat atau kalau bus ya sleeper yang nyaman 😆

Secara pribadi dari angka 0 sd 5 saya memberi nilai 4,5 untuk Sering Travel. Nyaris sempurna ya, nggak ada banyak kekurangan. Layanan bagus, armada bus adem nyaman, makanan enak terjamin cukup, waktu ishoma cukup, hotel nyaman dan pelayanan ramah, tertib mengatur waktu; TL, local guide, photographer, driver, bus helper: have done their work profesionally. Luar biasa. Terimakasih.

Kekurangan yang sempat saya rasakan, bisa jadi nggak dialami orang lain. Pertama masalah sandaran kaki, mungkin bisa dipertimbangkan untuk versi ruang lega non sandaran.

Senja di Tanah Lot. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Kedua, masalah nggak ada penyebutan secara eksplisit bagian exclude pembayaran ini bisa bikin salah persepsi. Random saya bertanya, nggak ada yang bayar tips karena disebut sukarela. Ada baiknya biro eksplisit saja, biar gampang misal tips 5-10% dari total trip atau kalau di trip ini 65rb-130 rb diberikan cash setelah trip atau yo include saja saat bayar. Gampang mikirnya.

Waktu saya nanya Kak Bebe pas bayar charge tambahan 50 rb, ada biaya apalagi; dijawab nggak ada. Saya njur nggak pikiran. Saya pikir its ok aja kok biro menarik tips, mayoritas biro juga begitu. Apalagi biro-biro piknik luar negeri dan durasi lebih dari 10 hari. Malah kepenak. Sekarang tuh layanan jasa wes gak zamannya lagi makin murah makin laris. Jadi bisa dipertimbangkan agar konsumen ya wes mikir biayanya; biro dan kru juga nggak dirugikan karena njur nggak pada bayar dengan alasan sukarela. Nggak rela berarti nggak bayar dong😁😜

Masalah nggak tercantum harga seperti sewa baju, tiket wahana water sport, tiket tari kecak, itu juga jadi kekurangan point bagi Sering Travel. Saya yakin banyak peserta yang pingin ikut, tapi karena nggak mengira sebanyak itu –jadi milih nggak ikut. Eksplisit bikin semua terang dan mudah kalau urusan perduitan gini.

Karang Bolong? (Saya lupa nama tempat ini, tapi masih di sekitaran Tanah Lot). Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Masalah ketiga, ada sesi makan malam di salah satu resto seafood. Lha wong di Jogja bae wes muni regane apalagi di Denpasar. Waktu itu saya banyak sekali mendengar gerundelan terutama ibu-ibu karena harganya “bunyi”. Saya pribadi sempat berhitung kenapa charge makan dan minum saya jadi over, beda dari perkiraan harga yang harus saya bayar? Oalah ada tambahan PPN 10%, layanan 5%, biaya packing karena saya tenteng bungkus kelebihannya. Wes gitu antrinya 1 jam lebih sampai saya kelaparan. Padahal mung pesen nasi goreng seafood dan secangkir lemon tea. 😁

Ada baiknya seluruh makan dari berangkat di mepo balik pulang ke mepo itu wes include diurus biro yang lebih praktis murah (tentu dengan charge). Intinya siy, ada baiknya makan wes dijamin. Biar nggak rieuweuh dan biaya makan jadi bengkak. Ingat ya di Jogja UMR rerata 1,7 sd 2,2 jt. Jadi makan dan minum simpel seporsi hampir 100 rb, di benak ibu-ibu itu serasa ngabisin biaya jatah makan 1 keluarga untuk 2 hari 😁😅

Keempat, masalahnya bukan di saya. Tapi seseorang menegur Kak Bebe karena kalau memotret nggak mengarahkan. “Bilang to Mas, saya tuh harus gimana, gaya apa,” lebih kurang begitu. Saya mung senyum-senyum mendengarnya.

Desa Panglipuran. Kalau ikut OT dan pas liburan, jarang bisa foto tanpa background orang-orang. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Saya tahu kalau Kak Bebe ini bukan fotografer dan mungkin yo wes capek bin lelah bin bosen juga (kalau sudah bolak-balik ngawal trip ke Bali), jadinya milih aman bin selamet; segaya-gayanya peserta pokokmen difoto. Hasilnya ya tergantung keberuntungan untuk bagus buruknya 😁😜 Kak Mancay? Saya jarang melihatnya. Karena begitu lepas dari Pantai Lovina dan trip dikendalikan Mbokde Saori, entah di mana dia berada😁😅

Yach itu aja siy komenan untuk Sering Travel. Terimakasih untuk semua layanan primanya. Terimakasih banyak untuk seluruh teman-teman yang telah bersama-sama menjaga satu sama lain. Sampai jumpa lagi di trip-trip berikutnya. Saya cukupkan catatan Bali Lovina di bagian 10 ini.

Ari Kinoysan Wulandari

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *