
Saya dan beberapa kawan Sasindo UGM angkatan 1997. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.
Juli sudah di ujungnya. Saya mereview laporan kerja dan mengingat sebulan sudah ngapain saja di luar kegiatan produktif komersial untuk menghasilkan uang. Ooh, sungguh menyenangkan karena ketemu banyak teman lama di moment tak terduga.
Saya sudah bilang kalau diundang apapun, kalau bisa, sanggup, nggak benturan jadwal, pasti saya datang. Begitupun undangan ketemu dengan teman-teman lama. Begitu diajak dan bisa, langsung berangkat. Tapi kalau nggak bisa, saya juga menjawab cepat. Biasanya karena jadwal nggak bisa digeser gegara ketemu banyak pihak.
Nah, bagaimana dengan kamu? Kalau dapat undangan ketemu, reuni, lalu bingung mau datang atau nggak? Rasanya campur aduk siy biasanya; antara penasaran, malu, takut dibanding-bandingin, atau malah malas dandan😂 Tenang, kamu nggak sendirian. Tapi jangan buru-buru nolak dulu. Reuni itu nggak selalu soal pamer pencapaian, kok. Banyak manfaat seru yang bisa kamu dapetin. Nih, coba aja simak dari pengalaman saya.

Mbak Kus salah satu senior dan idola saya di kampus UGM. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.
Ketemu Teman Lama, Bikin Hati Hangat
Apa yang paling menyenangkan daripada ketemu orang yang pernah jadi bagian penting hidupmu? Ketawa bareng sambil ingat masa-masa sekolah atau kuliah bisa jadi obat rindu yang nggak bisa dibeli di apotek mana pun.
Ngobrol Seru, Nambah Energi Positif
Kadang, ngobrol sama teman lama bisa bikin semangat hidup balik lagi. Denger kisah hidup mereka, suka-dukanya, bahkan hal konyol zaman dulu bisa bikin kita mikir, “Wah, hidupku nggak sendirian, ya!”

Saya dengan salah satu sahabat sejak kuliah S-1 di UGM. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.
Siapa Tahu Jodoh atau Rezeki Datang
Reuni juga bisa jadi ajang rezeki, lho. Nemu partner bisnis? Bisa. Ketemu jodoh yang dulu nggak sempat ditembak? Bisa banget. Dunia kecil, siapa tahu reuni jadi jalan ketemu orang penting dalam hidupmu berikutnya.
Nostalgia Itu Menyegarkan
Kadang kita terlalu sibuk sama urusan kerja, rumah, anak, atau keluarga. Reuni bisa jadi momen jeda buat balik ke masa-masa ringan, saat masalah terbesar cuma PR atau tugas kelompok.

Saya dengan Mbak Susi dkk, salah satu sahabat saat kos S-2 UGM di Bulaksumur. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari
Bisa Refleksi Diri
Ketemu teman-teman lama bisa jadi cermin buat lihat sejauh apa kita berkembang. Bukan buat banding-bandingin, tapi lebih ke, “Eh, ternyata aku udah sejauh ini, ya!” atau “Wah, aku pengin belajar dari dia deh.”
Tertawa Lepas, Nggak Pake Jaim
Nggak ada yang ngerti jokes zaman dulu selain teman lama. Di reuni, kita bisa ketawa ngakak tanpa mikirin citra atau formalitas. Bebas jadi diri sendiri, kayak dulu lagi.

Saya dengan salah satu sahabat saat studi S-3 di UGM. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.
Karena Waktu Nggak Bisa Diulang
Hidup terus jalan, dan kita nggak pernah tahu kapan bisa kumpul bareng lagi. Jadi, selagi bisa, sempatkan. Reuni itu bukan sekadar acara, tapi momen untuk menghargai waktu dan orang-orang yang pernah ada di hidupmu.
Akhir Kata…
Reuni itu bukan soal “siapa yang paling sukses”, tapi tentang “siapa yang masih mau hadir dan menghargai pertemanan”. Jadi, kalau ada undangan reuni, coba deh datang. Kalau ternyata seru, kamu bakal nyesel kenapa dulu sempat ragu-ragu.
Ari Kinoysan Wulandari
