DSBK XVI 2025 (4): Pembukaan, Pesta yang Keren dan Meriah

Saat pembukaan DSBK XVI di ballroom Hotel Hariss. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Wah, pas mau makan malam saya takjub. Sudah lewat jam makan, tapi makanan masih melimpah ruah. Ruang acara di ballroom sudah full orang, banyak yang masih lalu lalang. Rerata mereka berpakaian keren dan meriah khas Melayu. Karena nggak wajib memakai pakaian adat, saya standar saja pakai batik. Ogah ribet jaritan kebaya😂

Pas selesai saya makan, barulah acara dimulai. Bleeer…. berasa masuk ruang pesta. Meriah, semarak, gembira, dan bersuka cita. Parade pantun, tari-tarian, gerak lagu, puisi lirik, sholawatan, dll seni yang khas Melayu disajikan bergantian dengan sangat apik.

Saya dengan anggota DPR RI Komisi Pendidikan dapil Kaltim. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Sampailah pada sambutan-sambutan dan penyerahan sertifikat oleh Wakil Gubernur Kaltim. Oh, orang-orang pentingnya semua “ditodong” baca puisi dan berkenan… Ya kan, nggak setiap orang bisa baca puisi. Toh kalau jadi pejabat tuh ya pokmen harusnya bisa. Menyanyi, berjoget, termasuk keterampilan yang kudu bisa kalau mau jadi pejabat di Indonesia. Nggak terkecuali di Kaltim.

Saya perhatikan desain visual lighting dll penataan ruangnya keren banget. Acara demi acara berlangsung cepat, plek plek, dan nggak banyak jeda. MC di depan menguasai betul apa yang harus mereka kendalikan.

Saya, anggota DPR RI, dan Bu Guru Muhammadiyah. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Cuman versi saya yang agak mengganggu itu teman teman dari media (cmiiw) yang wes tahu acara sebesar itu, lha kok bajunya (maaf) kalau saya sebut seadanya. Banyak yang kaosan oblong, sendalan, terlihat sekenanya, rambut acak-acakan. Bahkan ada juga orang media, perempuan yang nyisir rambut panjangnya di samping saya tanpa etika bilang maaf. Dandan gitu mbokya minggir ke tepi yang nggak ada orang atau ke toilet.

Panitia mestinya juga perlu reminder agar awak media yang meliput juga wajib berpakaian rapi standar. Berbatik, bersepatu, rambut panjang diikat rapi. Itu hal kecil yang tertangkap mata saya karena riwi riwi depan sekitaran saya. Terasa njomplang dengan mereka yang dandan super menunjukkan kebesaran dan marwah Melayu Nusantara.

Meskipun lelah, kena musik saya yo ikut goyang goyang kaki. Sampai akhirnya acara selesai. Foto foto berbagai kelompok di depan panggung utama tuh berasa nggak selesai-selesai. Saya wes nggak mikir duwe foto. Males selfi juga. Untung ada seseibu dari sekolah Muhammadiyah yang mau motoin, ya tapi jangan harap fotonya secanggih fotografer yes😂

Apapun itu, pokmen keren untuk seluruh panitia, peserta, pendukung, dan semua yang terlibat acara malam itu. Keren, Meriah, sukacita, dan happy. Usai dapat foto, wes saya menyalami orang-orang sekitaran dan bergegas ke kamar. Ngantuuuk pol. Terus besok mulai acara inti. Marathon cuy….
Bersambung
Ari Kinoysan Wulandari

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *