Bromo (10) Terimakasih, Ceria ❤

Ini TL Ceria yang mengawal pas saya ikut trip ke Magelang, Pacitan, dan Bromo. Saya memanggilnya Mas Brian. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Saya ikut open trip (OT) Ceria pertama itu ke Magelang, karena mereka punya destinasi Nepal van Java. Waktu itu ya belum kenal, cuman lihat foto-fotonya bagus (maturnuwun Mas Shidiq dan Mas Gama), terus respon adminnya cepat. Ditanyain apa-apa paham dan kesan positif.

Ya wes, saya bayar DP nya (ya ampun, di Ceria itu dengan trip yang istimewa, bayarnya ringan masih boleh dicicil pulak); dan saya lunasi pas berangkat. Karena ya belum kenal toh. Dalam hati saya, kalau ada apa-apa sekurangnya daerah Magelang masih kejangkau kalau saya pulang pake mobil online.

Alhamdulillah, saya happy gembira pas ke Nepal van Java meskipun ya gempor tenan kaki saya 😆😂 Fotonya bagus-bagus. Tripnya seru dan fun. Pas itu grup saya generasi kasepuhan, isinya orang 60-65 tahun yang memang doyan piknik. Jadi saya berasa malu kan, kalau saya nggak sekuat mereka yang jalan sampai ujung atas Nepal van Java.

Kedua ke Pacitan. Karena wes kenal di sini saya bayar bae langsung lunas, termasuk yang ke Bromo. Versi saya, trip ke Pacitan ini lebih seru karena orangnya lebih banyak. Susur sungai Maron yang eksoktis dan eksplore Goa Gong yang bikin lelah jiwa raga dan berasa ploooong banget begitu keluar dari goa. Seru, lucu lucu juga pose foto-fotonya dan menyenangkan.

Ketiga ke Bromo. Seru dan fun-fun aja meskipun ada gangguan di bus dan jeep. Kekuatan jalan tiap orang yang nggak sama aja yang bikin sedikit tersendat. Tetap versi saya, trip ke Bromo menyenangkan secara keseluruhan.

Saya malah sempat rerasan dengan Pak Chin, kalau nggak bisa ngitung gimana OT Ceria mo untung 😅😂 Lha kita naik kereta bisnis aja Jogja Malang PP wes sekira 700 an rb lebih. Naik bus sendiri aja juga sudah berapa. Mumet mikirin untuk ngatur semuanya.

Kawan yang lain bilang karena baru pertama ikut Ceria, dia milih karena OT Ceria paling murah dan paling banyak destinasi wisata dibandingkan lainnya. Wah, kalau ini jelas newbie tenan. Kita kalau yang wes biasa jalan pake biro, harga murah itu satu point; tapi profesionalisme dan baiknya layanan yang terjamin aman nyaman, itu lebih penting.

Dan OT Ceria memenuhi kategori layak untuk semua layanannya sedari awal. Waktu saya masih nanya-nanya dulu itu, terasa banget kalau adminnya hanya ingin memberikan info yang jelas. Dia nggak terpikir apakah saya akan join atau enggak. Dia wes profesional, memberikan info yang saya perlukan dengan cepat, praktis, solutif.

Masalah biaya ringan, isih bisa dicicil dengan layanan prima, itu juga jadi pilihan saya untuk kembali pake OT Ceria. Ke Dieng belum pernah pake, karena saya wes bolak-balik ke daerah ini. Tapi yo mungkin nanti bisa ikut lah kalau waktunya cocok. Hobinya di Ceria ini kan trekking yang bikin kaki kuat, hahaha😂

Berikutnya, OT Ceria ini menawarkan destinasi yang nggak semua biro ada. Ke Magelang, cek saja nggak semua bawa kita ke Nepal van Java. Medan sulit, biaya besar. Ke Pacitan ada sungai Maron, ini yo eksplore nggak murah terus cukup berisiko.

Bromo ada destinasi ke Kawah, itu kalau saya pribadi tepat waktu, pasti sampai ke sana juga. Mung wes gempor habis energi saya di Seruni. Juga karena perjalanan panjangnya dari Jogja ke TKP itu saja wes makan energi.

Lainnya, oh semua kru baik, tanggap, responsif. Dan terutama versi saya yang terpenting; nggak kacang. Tahu kacang? Itu singkatan omongan Jawa untuk kakehan cangkem atau terlalu banyak bicara. Kru Ceria rerata mereka tenang. Sedikit bicara, banyak kerja. Orientasi pada peserta tour sangat besar.

Foto-foto dan dokumentasi video bagus, tanpa charge tambahan. Wah, itu sungguh menyenangkan sekali 😀 Nggak ada biaya tambahan apa-apa di luar yang tercantum; kecuali wes diterangkan.

Info apapun seputar trip sangat cepat dan jelas. Orang mudah mengikuti dan bisa menghitung memperkirakan sesuai keperluan masing-masing.

Hal lain lagi, tepat waktu. Kalau banyak orang selisih 15-30 menit itu sudah pasti masuk toleransi trip. Dan itu biasanya karena kami pesertanya, bukan dari biro atau timnya.

Tim Ceria juga fleksibel. Saya boleh minta dipick up searah jalan kendaraan, pun turun di tempat yang lebih dekat dengan rumah. Tinggal bilang saja ke TL dan semua beres sudah. Menghemat waktu, menghemat biaya.

Request tertentu karena kondisi masing-masing peserta berbeda, juga direspon dengan baik. Misalnya saya pilih makan ikan daripada ayam dan atau sebaliknya. Semua diurus dengan baik.

Komplain atas ketidaknyamanan juga direspon dengan baik, solutif, profesional. Tanpa ada kesan menghakimi peserta. Kadang-kadang, sebaik apapun biro mempersiapkan segala sesuatu untuk trip, ada saja yang terlewat dan selama masih wajar, itu juga harus dimaklumi oleh peserta.

Beli oleh-oleh? Ada waktu, tempat, dan direkomendasikan apa saja yang khas dengan kualitas terbaik. Sungguh menyenangkan bagi mereka yang mau belanja-belinji.

Secara pribadi saya berterimakasih atas OT yang dibuka oleh Ceria. Pengalaman yang menyenangkan, fun, seru, meskipun saya pergi sendiri. Harga terjangkau, banyak pilihan trip, jadwal sudah ready, dokumentasi, dll layanan yang semua bagus.

Ikut saja kalau kamu malas mikirin tripmu. Pilih destinasi, jadwal trip, bayar, bawa badan, berangkat dan have fun😀 Oh iya, kamu juga bisa request ke mereka misalnya komunitasmu, keluargamu, dll konco-koncomu, mo piknik ke mana dengan budget tertentu. Minta saja sama mereka, pasti direspon dengan baik.

Sekali lagi, Terimakasih Ceria. Semoga terus menjaga kualitas layanan dan pembukaan trip-trip baru yang memanjakan mereka yang doyan piknik dengan harga terjangkau dan aman nyaman. ❤

Oke, sahabat-sahabat semuanya. Saya cukupkan catatan dolan saya ke Bromo. Maturnuwun, Terimakasih sudah menyimak dan sampai jumpa di catatan dolan saya berikutnya. Happy Travelling ❤

Ari Kinoysan Wulandari

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *