Duo Bocil

Duo Bocil. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.


Sebenarnya bukan tanpa alasan kalau pas ulang tahun kemarin, akhirnya saya mau keluar rumah dengan duo bocil, keponakan saya yang di Jogja ini.

https://www.facebook.com/share/p/15qJTo1Zas

Pas malam tahun baru, mereka ngajakin lihat kembang api; saya menolak dan memilih tidur lebih awal. Seharian kerja karena kampus nggak libur.

Kalau mereka lihat kembang api, jam satu atau dua dini hari mereka baru tidur. Pas tahun baruan, pasti mereka bangunnya lumayan siang. Kali ini rupanya nggak begitu. Jam delapan pagi mereka wes bangun dan ngajakin saya piknik. Weleh, tahun baruan ke tempat wisata di Jogja pulak. Jelas macet dan ramenya. Saya emoh, karena ada laporan yang harus saya bereskan.

Lalu kedua bocil itu wes masuk sekolah. Nggak terasa ujug-ujug wes tanggal 11, Sabtu, mereka libur pula. Begini begitu, akhirnya saya sepakat keluar dengan mereka. Sebenarnya bukan sekedar karena ada kerjaan pas menolak pergi. Kalau keluar sama mereka ini; pasti wajib siapin uang bensin, parkir mobil (mo 5 rb atau 10 rb tetep kudu dibayar pake duit, bukan pake janji cinta apalagi PHP 😆😅), charge makan-makan, tiket wisata (dan atau) wahana, belum kalau ada barang lucu atau apalah yang mereka mau beli di tempat wisata. Wes….

Kalau ibunya (ipar saya) wes bisa tegas sama duo bocil ini. Di luar rencana atau program keluarga, mo apa-apa harus pake duit mereka sendiri. Nah kalau ayahnya (adik kandung saya) wes jelas gak bisa. Apa-apa iya, beli ini itu yo boleh.

Saya tahu, adik saya ini seperti saya dan saudara- saudara kandung lainnya. Dendam pada masa lalu kami yang gak mudah piknik, gak bisa beli makanan atau mainan ini itu. Jadi anak-anaknya apa-apa boleh. Saya pada ponakan-ponakan yo begitu. Tapi lebih terkendali, nggak setiap kali “iya” sama permintaan mereka.

Cuman ya bocor lagi kalau pakdenya (adik lelaki saya lainnya) yang tinggal di Jakarta datang. Nggak cuma duo bocil ini, tapi pada ponakan lainnya. Semua ditanyain mau beli apa, mau piknik ke mana. Biyuu wes bubar lah semua aturan 😆😅 Bocil-bocil itu pun seperti dapat durian emas boleh minta ini itu 🤣 Ya begitulah bocil. Gembira betul bisa dolan-dolan, beli ini itu sesukanya.

Ari Kinoysan Wulandari

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *