Tips Trik Mempersiapkan Dana Umroh

Gambar hanya sebagai ilustrasi. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

“Mbak Ari, umroh haji itu memang panggilan Allah. Tapi usaha dasar kita karena umroh haji itu butuh biaya banyak, sekurangnya kita wajib menabung dulu. Boleh share nggak, Mbak Ari nabungnya seperti apa untuk umroh?”

Lebih kurang seperti itu yang ditanyakan ke saya. Agak repot juga menjawabnya; karena tabungan umroh versi saya itu termasuk tabungan jumlah besar dan jangka panjang. Berikut ini beberapa tips dan trik untuk mempersiapkan dana umroh versi saya:

Pertama, rencanakan kebutuhan anggaran umroh. Misalnya kita memilih kelas ekonomi, taruhlah 30 juta, persiapan dll 5 juta, uang saku dan oleh oleh 5 juta, lain-lain 5 juta, keperluan darurat 5 juta. Total 50 juta. Ini hanya misal ya, sampeyan bisa menentukan sendiri yang paling pas untuk umroh.

Estimasi biaya umroh tersebut sudah termasuk tiket pesawat, akomodasi, transportasi, visa, makanan, dan oleh-oleh.

Buatlah daftar kebutuhan yang diperlukan selama umroh dan perkirakan biayanya secara rinci.

Makin rinci, makin mudah kita bikin alokasi anggaran. Ingat pula, cenderung makin tambah tahun makin besar pula biayanya.

Kedua, kalau sudah tahu anggarannya, hitung berapa duit yang bisa kita sisihkan untuk biaya tersebut setiap bulan.

Nggak harus langsung besar. Kalau misalnya kita bisa sebulan hanya 50 rb atau 100 rb, oke mulai saja. Dan niatkan itu untuk biaya umroh. Nggak boleh diutak-atik.

Biar lebih aman, kalau versi saya buka tabungan non ATM dan khususkan untuk ini.

Ketiga, kalau kita punya tujuan besar kek gini, biasanya akan cenderung untuk cari tambahan penghasilan. Sampeyan bisa menekuni hobi dll kerjaan sampingan untuk nambahin cuan ini. Biasanya kalau ada butuhnya itu, otak kita lebih kreatif cari duit. Pastikan tabung untuk umroh.

Keempat, kurangi kebutuhan yang nggak perlu. Jajan ke resto, ngopi di kafe, belanja belinji di mall, langganan netflix dan konco konconya, member beragam, dll bisa sampeyan sisir lagi mana yang beneran perlu dan mana yang pemborosan.

Serius, ini nggak bisa langsung pangkas. Sampeyan bisa stres nanti. Sebagai contoh, kalau biasa ngopi di kafe sebulan 8-10x, coba kurangi dikit dikit misalnya jadi 5-6x dulu sampai akhirnya menghilang.

Kelima, bonus bonus, duit tak terduga (misalnya tiba-tiba ada yang balikin utangnya), ya masukin ke tabungan umroh.

Keenam, cari program cicilan umroh yang ringan. Bagi pegawai tetap gajian bulanan, ada banyak biro umroh yang menyediakan cicilan ringan dari 500rb sd 1 juta perbulan.

Kalau saya ini nggak cocok karena duitnya nggak pasti. Mo dikata 500rb, kalau lagi nggak ada pendapatan itu jumlah besar.

Ada juga program arisan umroh. Ada program nabung umroh di biro. Dll program. Cari aja yang sesuai dan memudahkan sampeyan.

Ketujuh, konsisten dan disiplin. Kalau sudah niat dan mulai nabung ya komitmen lah. Ben ndang dipanggil.

Kedelapan, untuk menghindari inflasi, ada baiknya kalau duit dalam jumlah tertentu dibelikan logam mulia. Misalnya per 1 gram, 5 gram, 10 gram, sesuai kenyamanan masing masing.

Kalau malas, bisa aja langsung buka tabungan emas. Jadi begitu nabung uang langsung dikonversi ke logam mulia.

Kesembilan, memberdayakan barang-barang di rumah. Kalau ada yang layak jual dan nggak diperlukan, jual saja. Kalau ada yang bisa disewakan, sewakan saja. Intinya tetap sedikit sedikit akhirnya bukit juga.

Sepuluh, berdoa dimudahkan, diperbanyak rezeki untuk umroh. Tentu juga jaga kesehatan dan persiapan ibadah lainnya.

Semoga membantu ya. Intinya, duit untuk umroh itu penting dan utama. Tapi yang paling utama adalah niat kita dulu. Karena kalau sudah niat, biasanya dibukakan jalannya.

Ari Kinoysan Wulandari

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *