Wonderful Umroh (18) Lagi-lagi Bawaan Pating Cerentel

Bandara Jeddah. Dokumentasi Ari Kinoysan Wulandari.

Perjalanan dari toko pasar murah ke bandara mestinya hanya 40-60 menit saja. Karena hari itu macet total, kami baru tiba di bandara Jeddah setelah perjalanan 3 jam. Saya mengingat betul, Ustad Sule bersyukur begitu kami sampai bandara. Kalau sampai telat, 40 tiket itu jelas harus diganti untuk kepulangan. Padahal kami belum check in bagasi, imigrasi, dll.

Saat turun dari bus inilah, ketahuan kembali tipikal ibu-ibu yang bawaannya pating cerentel tas kresek. Termasuk Bu X, si emak rempong. Bawa tas selempang, koper kabin, tas kresek lebih dari empat.

Seingat saya, sejak pagi saat diminta packing untuk kepulangan, Bu B wes ngingetin Bu X agar nggak bawa cerentelan tas kresek yang merepotkan. Tapi ya gitulah masih berulang lagi.

Dan karena terakhir sebelum masuk bus itu belanja, saya pun memaklumi kalau bawaan tas kresek ibu-ibu (juga bapak-bapak) beranak pinak.

Ustad Jordan meminta semua jamaah yang bawaannya pating cerentel itu mempacking ulang di bagasi besar atau wrapping agar bisa masuk bagasi bawah. Toh ya namanya ibu-ibu, paling emoh to kalau diminta tambahan keluar duit ini itu, meskipun itu ya gegara dia sendiri yang belanja over.

Ustad Jordan dibantu petugas Dewangga menyisihkan koper-koper yang sudah aman; tidak dibuka-buka lagi; dan koper yang masih ditata ulang pemiliknya. Suwe itu, makan waktu sejam lebih sebelum akhirnya semua koper ditata di depan areal check in.

Kalau pas berangkat koper kabin bisa diikutkan di bagasi bawah, pas pulang tidak bisa. Bagasi masing-masing jamaah tambah 5 liter air zamzam dan pasti kopernya juga sudah makin menggendut karena belanjaan.

Saya bae berangkat nggak sampai 20 kg, tapi dengan oleh oleh kruncilan itu sudah pasti 25 kg. Pas lah jatah saya 30 kg dengan 5 liter air zamzam.

Kalau ibu-ibu masih beribetan dengan kopernya, sejak masuk areal bandara saya wes duduk anteng. Koper wes beres sejak keluar hotel. Backpack dan tas selempang yang saya bawa yo ringan saja.

Beres check in dll kami ke imigrasi. Gusti Allah Yang Maha Agung, itu lho emak rempong ya tetep aja dengan bawaan pating cerentel tas kreseknya dan nggak mau wrapping biar ringkas.

Dan ternyata Bu X salah ambil koper kabin pulak. Dia salah ambil punya orang. Koper punya dia masih tertinggal di sekitar areal check in.

Gusti… ya wes TL nya lagi yang balik ke areal check in. Orang lain (entah siapa, saya lupa) yang kopernya diambil Bu X nggak sadar, karena versinya dia sudah mengikutkan koper itu di bagasi bawah (padahal ya wes diberitahu koper kabin dibawa masing-masing). Westalah… salah paham geje. Tapi jelas si Bu X ini yang nggak teliti barang sendiri. Padahal tiap koper kan sudah ada namanya.

Saya cuman bisa geleng-geleng. Berat betul gaweyan TL dan Muthowib di grup rombongan umroh saya kali ini. Tiap sesi, ada aja yang bikin emosi jiwa. Beuh, kalau mereka nggak sabar itu wes pasti perang mulut dengan kelakuan yang nggak disiplin gitu.

Di saat antrian menunggu boarding, Bu X masih bikin ulah lagi. Sudah diberitahu kalau pergi, bahkan ke toilet pun harus izin dan sekurangnya berdua.

Eh, tahu tahu dia nyelonong pergi sendiri aja. Entah ke mana. Padahal toilet di sekitar kami itu ke arah kanan, tapi dia ke kiri. Saya yang melihat, meneriakinya tapi malas mengikutinya.

Satu jamaah laki-laki mendengar teriakan saya, langsung mengejar Bu X. Baru Bu X balik dan ke toilet yang diarahkan. Embuhlah orang kok angel betul diingatkan.

Saya baru merasa lebih lega ketika sudah duduk manis di pesawat. Kali ini saya wes memutuskan untuk tidur lebih awal, istirahat. Saya merasa lelah karena uyuk-uyukan pagi di areal Ka’bah; lelah emosi juga karena kelakuan Bu X yang masih aja mengganggu.

Bolak-balik saya istighfar untuk menetralisir energi negatif gegara emak rempong ini. Dan tahu-tahu saya wes tertidur. Terbangun saat bahu saya diguncang perlahan oleh pramugari, waktunya makan.

Ari Kinoysan Wulandari

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *